Ketika Haid dan Istihadah Tidak Teratur

  • 36
  •  
  •  
  •  
    36
    Shares

DatDut.Com – Sebagai seorang wanita tentu kita punya pengalaman haid yang berbeda.

Namun, dari kebiasaan itu bukan tidak mungkin terkadang wanita juga dilema karena mengalami haid yang tidak stabil alias darah haidnya terputus-putus.

Namun, seorang wanita biasanya akan tahu berapa lama kebiasan haidnya jika sudah mengalami 3 kali haid teratur.

Dalam Ilmu Fiqh, sebenarnya yang dijadikan patokan itu bukanlah tanggal haidnya, tapi jumlah hari haidnya atau berapa lama haidnya dalam rentang waktu sebulan itu. Misal 6 hari, 7 hari, 8 hari, atau 15 hari (masa maksimal haid).

Jika lebih dari 15 hari, maka darah sudah dianggap istihadah dan seorang wanita wajib untuk menunaikan salat.

Lalu, bagaimana dengan wanita yang darahnya terputus putus atau haidnya tidak teratur?

Misalnya, si A biasanya haid 8 hari, tetapi di hari ke 4, 5, dan 6 darah haidnya berhenti, kemudian ia bersuci.

Namun di hari 7 setelah ia bersuci ternyata darahnya masih keluar lagi, bahkan melebihi jumlah hari kebiasaan haidnya, yaitu 10 hari. Bagaimanakah hukumnya?

Jadi dalam hal ini para jumhur ulama memiliki pandangan pendapat yang berbeda-beda.

Menurut Imam Syafi’i dalam kitab Risalatul Mahid, jika darah terputus-putus, maksudnya darah berhenti lalu keluar lagi, itu masih termasuk dalam haid.

Baca juga:  Anda Wanita Berjilbab Lebar? Perhatikan 5 Hal Ini Demi Keamanan Anda Saat Naik Sepeda Motor

Jadi, dalam madzab ini walaupun darahnya terputus atau berhenti lalu ia suci kemudian ternyata darahnya keluar lagi, semua masa itu dianggap haid.

Dengan catatan jika itu masih dalam rentang waktu 15 hari. Sebab, dalam kondisi seperti ini tidak didapatkan lendir putih.

Kalaupun dijadikan sebagai keadaan suci, berarti yang sebelumnya adalah haid dan yang sesudahnya pun juga haid.

Namun jika demikian, pasti masa iddah dengan perhitungan quru’ (haid atau suci) akan berakhir dalam masa lima hari saja.

Begitu pula jika dijadikan sebagai keadaan suci, pasti  akan merepotkan dan menyulitkan karena harus mandi dan lain sebagainya setiap dua hari, padahal prinsip syariat tidak menyulitkan.

Lain lagi menurut Imam Hanafi, wanita yang mengalami terputusnya darah haid, lalu beberapa hari kemudian ternyata darahnya keluar lagi, maka darah kedua ini masih dianggap darah haid juga.

Hal itu dengan syarat darah keduanya keluar dalam rentang waktu 10 hari (maksimal haid menurut Imam Abu Hanifah).

Lalu, pada masa terputusnya darah itu, ia wajib melaksanakan salat karena dianggap suci. Dan jika darah haidnya keluar lagi dalam rentang masa 15 hari, maka ia dianggap haid dan tidak boleh menunaikan salat.

Imam Malik juga berpendapat yang hampir sama dengan Imam Abu Hanifah.

Wanita yang mengalami terputusnya darah haid, lalu beberapa hari kemudian ternyata darahnya keluar lagi, maka darah kedua ini masih dianggap darah haid juga. Dengan syarat darah keduanya keluar dalam mada rentang 15 hari.

Baca juga:  Islam, Perempuan, dan Politik

Sementara itu, menurut Imam Ahmad bin Hambal,  jika darah keluar berarti darah haid dan jika berhenti berarti suci, kecuali apabila jumlah masanya melampaui jumlah maksimal masa haid, maka darah yang melampaui itu adalah darah istihadah.

Dalam kitab Al Mughni disebutkan, jika berhentinya darah kurang dari sehari, maka tidak dianggap sebagai keadaan suci.

Berdasarkan riwayat yang disebutkan berkenaan dengan nifas bahwa berhentinya darah yang kurang dari sehari tak perlu diperhatikan.

Sebab, dalam keadaan keluarnya darah yang terputus-putus (sekali keluar, sekali tidak) bila diwajibkan mandi bagi wanita pada setiap saat berhenti keluarnya darah, tentu itu akan menyulitkan.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Dina Karulina Muhlas

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Dina Karulina Muhlas

Latest posts by Dina Karulina Muhlas (see all)

  •  
    36
    Shares
  • 36
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close