Ketika Doa “Allahumma Bariklana” Pun Dipersoalkan

  • 29
  •  
  •  
  •  
    29
    Shares

DatDut.Com – Ada akun Fanpage di Facebook yang gemar sekali mengoreksi amaliah umat Islam Indonesia.

Sayang sekali koreksinya banyak yang kurang tepat dan sepertinya wawasan adminnya masih belum cukup baik. Tapi yang lucunya apa pun yang menurut versinya salah, langsung dikoreksi.

Kali ini FP ini menyalahkan doa “Allahumma bariklana” yang dibaca sebelum makan. Doa ini sudah bisa diajarkan oleh umat Islam Indonesia sejak kecil.

Sebelum saya komentari lebih jauh soal koreksian FP ini. Tulisan “Allahumma baarikllana” yang ditulis di poster FP ini, menarik perhatian saya.

Tulisan baarikllana yang ada dua L (el) itu terasa janggal. Itu L dapat dari mana ya kok jadi dobel begitu. Tulisan Arabnya saja L-nya satu.

Baca juga:  Jangan Cuma Berlebaran di Medsos Lalu Tak Bersilaturahim di Dunia Nyata

Pesan saya untuk admin FP ini. Tolong diedit, dicek, dan diskusikan dulu dengan yang ahli, sebelum posting status. Jangan terlalu semangat. Malu kan dikit-dikit kritik amaliah orang, tapi hal yang sederhana saja masih salah-salah.

Kembali soal doa “Allahumma bariklana” sebelum makan itu. Saya mau tanya, salahnya di mana?

Bukankah doa itu ibadah yang bebas waktu dan tempat, asal sesuai konteks dan situasi?!

Apakah ada larangan dari Nabi berdoa dengan doa itu sebelum makan?! Lagi pula kebanyakan orang yang berdoa dengan doa itu, sebelumnya biasanya membaca bismillah dulu.

Orang sudah berdoa sebelum makan saja sudah bagus banget. Lha kok disalahin juga. Orang beribadah malah dibuat bingung. Kasihan pada yang masih awam.

Mungkin tausiah terbaik untuk admin FP ini: jangan jadi mufti di medsos bila belum waktunya.

Baca juga:  Pria Syiah Ini Mau Bakar Ka'bah? Hati-hati Hoax Bermodus Cari Like dan Komen

Sibukkan diri untuk belajar yang banyak. Jangan buru-buru jadi mufti. Sibukkan dengan diri sendiri dulu. Jangan sibuk mengurusi orang lain.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah
  •  
    29
    Shares
  • 29
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close