Wah Ini 5 Kerajaan Besar di Maroko, Cocok untuk Wisata Sejarah

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 672

Waktu Baca3 Menit, 35 Detik

Datdut.Com – Seperti halnya Nusantara yang memiliki kerajaan-kerajaan besar sebesar Majapahit, Sriwijaya, Singosari, Mataram, Samudera Pasai dll, Maroko juga memiliki kerajaan-kerajaan besar. Mari kita tengok apa saja lima kerajaan besar di Maroko tersebut:

1. Al-Adarisah, Al-Idrisiyah atau Idrisid (778-990 M/172-312 H)

Kerajaan atau dinasti ini dibangun oleh Moulay Idris (bin Abdillah bin al-Hasan al-Musanna bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib) tahun 172 H. setelah beliau diangkat atau dibaiat oleh orang-orang suku asli Maroko (Berber) atas bantuan Ishaq bin Abdul Hamid, penguasa kota Walili atau Volubilis, yang sekarang masuk wilayah kota Meknes.

Di samping itu Al-Adarisah merupakan kerajaan Arab (dibangun oleh keturunan atau cicit Rasulullah) pertama di Maroko. Beliau banyak mengislamkan suku Berber dengan akhlak luhur dan kelembutan dakwahnya sehingga dinikahkan oleh kepala suku Urubah-Berber dengan gadis setempat. Setahun kemudian 173 H beliau berdakwah ke Telemsan (sekarang masuk wilayah Aljazair) guna memerangi aliran Khawarij.

Makamnya sekarang berada di Walili-Meknes, banyak peziarah yang mendoakannya dan bertawasul dengannya, tempat ini terkenal dengan sebutan Moulay Idriss Zarhoun. Awalnya beliau lari menuju Maroko dari peristiwa pembantaian keluarga ahli bait di Mekkah, peristiwa ini dikenal dengan tragedi “Fakh” (11 Juni 786 M/8 Dzul Hijjah 169 H) oleh pasukan Abbasiyah di bawah komando Khalifah Harun Ar-Rasyid. Moulay Idriss tidak lama kemudian meninggal dibunuh oleh utusan Abbasiyah. Beliaulah yang mendirikan kota Fes yang dilanjutkan oleh putranya Idriss As-Sani (Kedua).

2. Al-Murobitun atau Al-Moravids (1061-1147 M)

Kerajaan yang satu ini berasal dari kabilah Lumtunah. Gerakannya dikomandoi oleh Abdullah bin Yasin. Dakwahnya bertolak dari Mauritania menuju daerah-daerah Sahara dan selatan Maroko seperti kota Marakes.

Baca juga:  Ini Lho 5 Destinasi Wisata Manis di Paris

Dinasti ini dilanjutkan oleh Yusuf bin Tasyfin (1060-1106 M) dengan beberapa peperangan baik di Maroko maupun barat Al-Jazair. Dialah yang membangun kota Marakes tahun 1062 M. Beliau memperluas pengaruh dan kekuasaannya sampai Andalusia dengan memerangi orang-orang Nasrani di pertempuran Az-Zallaqoh sehingga kerajaan ini berjasa mempertahankan Islam di Andalusia selama empat abad. Kerajaan ini juga berjasa mengislamkan kawasan barat Afrika. Sedangkan pusat kerajaannya di Kota Marakes. Lalu kerajaan ini diruntuhkan oleh kerajaan Al-Muwahidun.

3. Al-Muwahidun atau Al-Mohad (1147-1269 M)

Didirikan oleh Muhammad bin Tumart dan Abdul Mukmin Al-Kumi. Kerajaan ini menguasai utara Maroko dan Andulusia. Dinamai dengan Al-Muwahidun karena tujuan mereka mendakwahkan tauhid secara mutlak. Kerajaan ini juga mencakup Maroko dan Andalusia. Salah satu raja yang terkenalnya adalah Ya’qub Al-Manshur. Pusat kerajaannya terletak di Kota Marakes.

4. Al-Mariniyun atau Bani Marin (1269-1465 M/668-869 H)

Al-Mohad digantikan oleh Kerajaan Al-Mariniyun atau Bani Marin. Didirikan oleh Sultan Ya’qub bin Abdul Haq. Kerajaan ini berasal dari kabilah Zanatah (Suku Amazighiyah/Berber). Mereka adalah keturunan Bani Marin yang menguasai Maroko khususnya daerah-daerah timur dan tenggara seperti Meknes, Fes, dan Marakes. Pencapaian itu diraih pada masa dua bersaudara, Abu Yahya Abdul Haq dan Abu Yusuf.

Kerajaan ini banyak membuka kota-kota di Andalusia, sekitar 53 kota di antaranya Malaqoh atau Malaga, Comares, Tarifa, Ronda, juga memperluas kekuasaannya sampai Aljazair seperti kota Telemsan, Wahron, Aljazair Ibukota. Perluasan kerajaan ini makin massif pada masa Abi Al-Hasan Al-Marini dan anaknya Abi ‘Inan. Pusat kerajaannya terletak di Kota Fes.

 5. Al-Alawiyun atau Alawite (1631-Sekarang)

Baca juga:  Ini 5 Destinasi Wisata Indah di Belanda

Kemunculannya terkait erat dengan Moula As-Syarif (1664-1672) dan Moula Muhammad di Tafilalt dekat Sijilmasa, selatan Maroko. Dilanjutkan oleh Moula Ar-Rosyid yang misinya untuk menyatukan negeri sembari mendirikan Dinasti atau Kerajaan Al-Alawiyin.

Setelah itu dipimpin oleh Sultan Moulay Ismail dengan memperkuat otoritas kerajaannya yang baru muncul. Lalu dipimpin oleh sultan-sultan yang banyak menghadapi tantangan dan krisis khususnya terkait penjajahan Perancis pada tahun 1912 M.

Dengan kerjasama yang solid antara kerajaan Al-Alawi dan rakyatnya maka Maroko dapat merdeka dari penjajahan Perancis pada tahun 1956 M. Dipimpin oleh Raja Muhammad V (1955-1961 M), temannya Presiden Soekarno. Lalu dilanjutkan oleh putranya Raja Hassan II (1961-1999 M). Lantas diteruskan oleh putranya Raja Muhammad VI, Raja Maroko yang dicintai rakyatnya yang telah sedang berkuasa dan naik tahta yang keenam belas (30 Juli 1999-2015/sampai sekarang).

Pusat kerajaannya berpindah-pindah mulai dari Fes 1631-1672 M, Meknes 1672-1727, Fes 1727-1912, dan Rabat 1912-Sekarang.

alvianKontributor: Alvian Iqbal Zahasfan | Penyuka sejarah yang sedang menyelesaikan studi  S3-nya di Maroko

 

 

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Alvian Iqbal Zahasfan
Latest posts by Alvian Iqbal Zahasfan (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *