Kepedean! 5 Orang Ini Berani Kritik Ulama yang Ilmunya Jauh di Atasnya

  • 433
  •  
  •  
  •  
    433
    Shares

DatDut.Com – Media sosial dewasa ini memasuki perkembangan yang di luar perkiraan. Tiba-tiba muncul “pendatang” baru yang seolah mengumumkan kepada publik bahwa merekalah mufti baru. Gara-gara followernya banyak, orang-orang itu tiba-tiba kepedean menilai apa pun, yang kadang tak sesuai latar belakang dan kapasitas keilmuannya.

“Mufti-mufti” medsos ini merasa punya kewenangan mencap apa pun yang menjadi kecenderungannya sebagai “baik”, “lurus”, “sunah”, “syar’i”, atau “islami”. Sebaliknya, hal-hal yang tidak sesuai kecenderungannya dicapnya sebagai “tidak baik”, “sesat”, “bidah”, atau bahkan “kafir”.

Padahal untuk berfatwa, mereka semestinya harus mengukur diri. Sudah cukupkah ilmunya, pahamkah metodologinya, bagaimana dampak dari “fatwanya”. Tapi karena terlanjur kepedean, ya akhirnya mereka hantam kromo saja semua orang, termasuk orang-orang yang secara keilmuan jauh di atasnya.

Baca juga:  Mengapa Orang yang Menyeru Persatuan Malah Sering Dimusuhi?

Ini bukan soal benar atau salah orang yang dikritiknya, tapi soal akhlak dalam menyampaikan kritik. Mengkritik ulama di ruang terbuka juga tidak etis, apalagi kalau para pengkritik itu secara keilmuan jauh di bawah yang dikritik. Dan, tragisnya lagi, pemahamannya soal Islam masih sepotong-sepotong, dari terjemahan pula, atau dari katanya.

Kalau mau ujur, mereka yang teriak-teriak “islami” atau “syar’i” di media sosial itu, sebagian namanya saja  tidak “islami”, dan bahkan “tidak syar’i”. Namanya sesuai sunnah pun tidak. Padahal, Nabi selalu menganjurkan untuk mengganti nama yang tak punya arti baik dan nama yang tidak mencirikan identitas Islamnya. Inilah paradoksnya.

Siapakah “mufti-mufti” kepedean di media sosial itu? Ini 5 orang yang selama ini mengkritik dan menghantam orang-orang yang ilmunya di atasnya:

Baca juga:  Mereka yang Suka Sekali Mentahdzir Orang Lain
Moch. Syarif Hidayatullah

Moch. Syarif Hidayatullah

Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media. Pengajar di Program Magister Fakultas Adab dan Humaniora. Ketua Program Studi Tarjamah FAH UIN Syarif Hidayatullah. Doktor Filologi Islam dan Analisis Wacana.
Moch. Syarif Hidayatullah

8 thoughts on “Kepedean! 5 Orang Ini Berani Kritik Ulama yang Ilmunya Jauh di Atasnya”

  1. Begitulah generasi muda dg ilmu nanggung, jd tdk punya adab. Merasa diri lbh pintar, tdk ngukur diri, aplg mereka yg sdh kena viris salafi-wahabi, kadar kepedean sampai overdosis, shg merasa diri paling benar. Mereka yg tdk sama dg dirinya akan mndpt cap bid’ah, kafir, syirik, dll. Kepedean ini pula yg melahirkan radikalisme

  2. mereka berlima memang benar…telah menegakan kalimat allah…meski apapun resikonya mudah” an mereka tto idtiqomah

      1. anda juga memberikan kritik kpd mereka apa anda juga ilmunya diatas mereka
        mereka menyampaikan ….
        banyak juga yang tercerahkan
        banyak juga yang termotifasi
        yang disampaikan juga islam dan ilmiah
        jika mereka ternyata benar dan berani menyampaikan karena kondisi umat yang sudah matang tidak ada yang salah
        tapi jika ulama terdahulu juga masih belum bener2 menyampaikn karena kondisi umat yang belum matang ini juga tidak ada yang salah
        generasi kita saat ini lah yang menyempurnakan.

  3. Salah ya salah, benar ya benar…. Entah itu tua atau muda, lbih pintar atau tidak…. Sampean yg prlu bljar ahlak

  4. Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *