Kenali 5 Jenis dan Gejala Gangguan Jin

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Mempercayai hal yang gaib jelas merupakan salah satu bagian dari rukun iman. Kita juga meyakini bahwa ada makhluk lain di sekitar kita, meskipun dalam dimensi ruang yang berbeda.

Ia bisa di samping kanan dan kiri kita, atau di atas dan di bawah kita. Mungkin juga ada yang menyertai kemana pun kita pergi.

Makhluk inilah yang biasa kita sebut sebagai jin. Memang, makhluk ini pada hakikatnya tidak mengganggu, tetapi tak jarang juga ia sengaja mengganggu.

Mungkin karena terganggu atau semata-mata ingin menunjukkan eksistensinya. Nah, Ternyata ada banyak jenis gangguan jin, tidak hanya kesurupan.

Berikut 5 gangguan jin yang kerap dirasakan oleh sebagian orang:

1. Sentuhan

Wujud gangguan ini bahwa jin menguasai diri seseorang. Misalnya, jin mengeram dalam rahim wanita, atau dia mengeram dalam perut atau dada laki-laki, yang menyebabkan sakit luar biasa dan secara medis sulit dijelaskan.

Mengenai hal ini, Allah Swt. mengungkapkan dalam firman-Nya sebagai berikut: “Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang-orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila,” (QS Al-Baqarah [2]: 275).

2. Bersenang-senang

Wujud paling nyata dalam gangguan ini adalah ketika tukang-tukang sihir mendatangkan setan dan jin.

Ini biasanya terlihat pada ritual-ritual tertentu yang didahului dengan “pesta” berupa tarian dan sejenisnya untuk mendatangkan jin atau setan.

Baca juga:  Jadikan Ramadan Ini sebagai Ramadan Terakhirmu Menjomblo! Tapi Pahami Dulu 5 Hal Ini

Biasanya ujungnya akan ada salah satu yang hadir mengalami gangguan jin. Saat itulah jin atau setan sedang bersenang-senang.

Kesenangan jin atau setan (al-istimta`), yaitu sesuatu yang dijelaskan Allah melalui firman-Nya berikut:

“(Ingatlah) hari di waktu Allah menghimpun mereka semuanya, (dan Allah berfirman), ‘Wahai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia,’ lalu berkatalah kawan-kawan mereka, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapat kesenangan dari sebagian yang lain, dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami. ‘Allah berfirman, ‘Nerakalah tempat tinggal kalian, dan kamu sekalian kekal di dalamnya,’” (QS Al-An‘am [6]: 128).

3. Waswas

Wujud gangguan ini berupa adanya pendamping (qarin) atau sahabat jahat manusia.

Ia ada secara nyata pada manusia, yang terus berusaha membujuk seseorang untuk melakukan kejahatan atau keburukan dan membuatnya menarik untuk dikerjakan.

Biasanya, jika jin atau setan tidak mendapat respons dari orang yang diganggunya, maka dia mendatangi qarin-nya.

Terkain qarin ini, Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu,” (QS Al-An‘am [6]: 121).

4. Syahwat yang Besar

Wujud gangguan ini adalah ketika jin bersemayam dalam diri manusia dan terus mendorong manusia untuk mengikuti hawa nafsu dan syahwatnya.

Nafsu dan syahwatnya sulit sekali dikontrolnya. Hasrat dan gairahnya membara terus sepanjang waktu. Dan, tak bisa dihentikan kecuali setelah dia memenuhi hasratnya itu.

Baca juga:  Catat! Ini 5 Agenda Penting Grand Syaikh Al-Azhar Selama di Indonesia

Dalam hal ini, Allah Swt. berfirman, “Seperti orang yang telah disesatkan setan di bumi ini dalam keadaan bingung. Dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), ‘Marilah ikuti jalan kami,’” (QS Al-An‘am [6]: 71).

5. Tiba-tiba Lupa

Tiba-tiba lupa jumlah rakaat ketika melakukan salat, juga merupakan salah satu gangguan jin. Dalam kondisi seperti itu, biasanya seseorang akan mengingat hal ini di luar salatnya dengan sangat baik.

Dalam hal ini, Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka digoda setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya,” (QS Al-A‘raf [7]: 201).

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
Close