Karena Ibu Tidak Rida, Sahabat Nabi Sulit Ucap Syahadat di Akhir Hayat

  • 46
  •  
  •  
  •  
    46
    Shares

DatDut.Com – Ali bin Abi Thalib r.a. meriwayatkan, ketika aku dan beberapa sahabat berada bersama Rasulullah saw., datanglah seorang pesuruh Abdullah bin Sallam.

Pesuruh tersebut mengabarkan bahwa Abdullah bin Sallam sedang sakit keras dan meminta agar Rasulullah saw. datang untuk menjenguknya.

Rasulullah saw. bergegas berangkat dan mengajak para sahabatnya untuk mendatangi rumah Abdullah bin Sallam. Setibanya di sana, Rasulullah saw. berdiri di sebelah kepala Abdullah bin Sallam yang sedang dalam keadaan sakaratul maut.

Rasulullah saw. lalu membisikkan ke telinganya. “Abdullah, ucapkanlah, ‘Asyhadu an la ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah wa anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu (aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah saja yang tidak ada sekutu baginya dan Muhammad adalah hamba sekaligus rasul-Nya),’” tuntun Nabi pada Abdullah bin Sallam.

Rasulullah saw. mengulangi membisikkan kalimat itu sampai tiga kali, namun lidah Abdullah bin Sallam tetap tertutup rapat. Rasulullah pun mengucapkan, “La hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim (tiada daya dan upaya kecuali hanya milik Allah yang Mahaluhur dan Mahaagung).

Kemudian beliau menyuruh Bilal untuk menemui istri Abdullah bin Sallam dan menanyakan apa yang telah diperbuat oleh suaminya dalam hidupnya sehingga sulit untuk mengucapkan kalimat syahadat menjelang kematiannya.

Bilal pun berangkat menemui istri Abdullah bin Sallam. Setelah menyampaikan maksud kedatangannya, istri Abdullah bin Sallam bertutur:

“Saya tidak pernah melihatnya meninggalkan salat berjamaah bersama Rasulullah. Dia juga gemar bersedekah setiap hari. Namun, ada satu hal yang saya ketahui, ibunya tidak rida kepadanya.”

Baca juga:  Kisah Pemuda yang Selalu Menggendong Ibunya

Bilal segera menyampaikan hal itu kepada Rasulllah saw. Kemudian setelah mengetahui akan ketidakridaan ibu kandung Abdullah bin Sallam, Rasulullah menyuruh Bilal untuk memanggil ibu Abdullah bin Sallam.

Sesampainya di sana, Bilal menyampaikan panggilan Rasulullah saw. itu. “Untuk apa saya harus memenuhi panggilan Rasulullah?” kata ibu Abdullah bin Sallam.

Bilal menjawab, “Untuk memperbaiki hubungan antara Anda dan anak Anda yang saat ini sedang menghadapi sakaratul maut.”

Namun, sang ibu tidak mau pergi untuk melihat saat-saat terakhir kehidupan anaknya. Hal itu ternyata karena sang ibu sangat kecewa dengan perlakuan anaknya selama ini. Karena kecewa, maka sang ibu tidak rida dunia dan akhirat kepada anaknya.

Karena ibu Abdullah bin Sallam tidak mau diajak untuk menemui Rasulullah saw. dan anaknya yang sedang di ambang kematian, akhirnya Bilal pulang. Sesampainya di hadapan Rasulullah saw., Bilal menyampaikan penyesalannya yang tidak dapat mendatangkan ibu Abdullah bin Sallam.

Rasulullah saw. kemudian mengutus Ali bin Abi Thalib r.a. dan Umar bin Khaththab r.a. untuk membujuk ibu Abdullah bin Sallam agar datang memenuhi panggilan Rasulullah saw. Dengan bujukan kedua sahabat itu, datanglah si ibu dan diperlihatkan kepadanya keadaan si anak.

“Aku tidak menghalalkan hakku dan tidak meridaimu di dunia dan di akhirat,” kata si ibu pada anaknya yang sedang berbaring menjemput maut.

Lalu, Rasulullah saw. meminta perempuan tua itu untuk meridai putranya. “Bu, ridailah anakmu dan bebaskanlah dia dari tuntutanmu,” kata Nabi.

Baca juga:  Ini Kisah Banjir Bandang Zaman Nabi Nuh, Mengambil Pelajaran dari Masa Lalu

Si ibu menjawab, “Bagaimana aku bisa meridainya? Dia telah memukulku dan mengusirku dari rumahnya, menyakitiku, dan melanggar perintahku.”

Rasulullah saw. berkata lagi, “Kalau begitu, aku ambil alih hakmu atas dia. Atau, ridailah dan bebaskan anakmu dari tuntutanmu.”

Mendengar itu, luluhlah hati sang ibu. Dengan disaksikan oleh Rasullah saw. dan para sahabatnya, si ibu berkata, “Saksikanlah, Rasulullah, bahwa aku telah meridai anakku ini dan membebaskan dia dari segala tuntutanku.”

Kemudian Rasulullah saw. membisikkan kalimat syahadat di telinga Abdullah bin Sallam. Setelah si ibu rida dan mencabut tuntutannya, mulut Abdullah bin Sallam dapat mengucapkan kalimat syahadat dengan lancar. Setelah itu, Abdullah bin Sallam menghembuskan nafas yang terakhir.

Seusai melaksanakan salat jenazah dan menguburkan mayat Abdullah bin Sallam, Rasulullah saw. bersabda, “Wahai kaum muslimin, barangsiapa yang tidak berbakti kepada ibunya, maka dia akan keluar dari dunia tanpa bersyahadat.”

33 %
Happy
33 %
Sad
33 %
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    46
    Shares
  • 46
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close