Kafir setelah Pakai Simbol Agama Lain, Apa Iya?

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com- Jagad dunia maya belakangan ini dihebohkan dengan kemuncuan Salmafina Sunan dalam acara Rumpi di salah satu televisi swasta Indonesia.

Mantan istri Taqy Malik ini menjadi sorotan karena mengenakan kalung Salib dalam acara tersebut.

Tingkahnya itu lantas mendapatkan banyak tanggapan pro-kontra dari para netizen.

Banyak yang mengatakan bahwa Salma telah keluar dari agama Islam (murtad) karena memakai simbol orang Kristen.

Namun siapa sih Salma ini sebenarnya? Mengapa hanya dengan Rosario (kalung salib) kecil di lehernya media masa Tanah Air dihebohkan karenanya?  

Nama lengkapnya adalah Salmafina Khairunnisa. Dia lahir pada 13 Agustus 1999 dari pasangan Sunan Kalijaga dan Heidy Sunan.

Salma juga pernah menjalin kasih dengan Taqy Malik dan menjadi perempuan hijrah setelah menikahinya.

Nah, cerita menarik yang menjadi sorotan netijen adalah setelah mereka berdua cerai Salma kembali kedalam kehidupan glamour-nya dulu.

Bahkan sekarang dianggap murtad gara-gara Rosario yang dia kenakan di acara Rumpi.

Cercaan dan hujatan pun turut menghantam Salma lantaran tingkahnya itu. Mereka berasumsi bahwasanya Salma orangnya plin-plan dan tak konsisten dalam beragama.

Baca juga:  Nggak Paham Makna Nisbah, Stiker “Nariyah = Pengikut Neraka” Dibully Nitizen

Pasalnya, dia pernah mendedikasikan dirinya dengan istilah hijrah namun sekarang dia keluar dari agama islam.

Parahnya, bukan hanya Salma yang menerima kritik dan hinaan dari netizen.

Keluarganya pun mendapatkan ribuan cacian di media sosial karena tak becus mendidik anaknya.

Persoalannya, pantaskan kita men-judge seseorang murtad hanya karena barang simbolik yang dia kenakan?

Berbicara mengenai hukum memakai rosario dalam Islam. Hal tersebut dikategorikan dalam isu tasyabuh (menyerupai orang lain).

Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadis berikut: “Orang yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk kaum itu.

Pertanyaan selanjutnya, adakah batasan-batasan dalam tasyabuh sebagaimana sabda Nabi SAW ini?

Tentu, terdapat qayyid (batasan) terkait tasyabbuh ini. Para ulama berpendapat bahwasanya tasyabuh yang dimaksud Rasulullah adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri khas bagi suatu kaum baik berupa pakaian, perhiasaan atau pun yang lain.

Mengenai Rosario sendiri ulama bersepakat mengenai keharaman memakainya, namun mereka berbeda pendapat mengenai kemurtadan pemakainya.

Imam Hanbali, Malik dan Syafi’I berpendapat bahwasanya seseorang dihukumi kafir sebab simbol agama lain yang dia kenakan, sedangkan Imam Hanafi hanya sebatas mengharamkan tanpa mengkafirkan.

Baca juga:  Waspada! Di Medsos Beredar Provokasi agar Demo Aksi Bela Islam II Jatuh Korban

Dari sini dapat kita ketahui mengenai hukum memakai Rosario yang merupakan simbolik bagi agama Kristen begitulah dengan status pemakainya.

Tapi, sebelum men-judge orang lain apalagi mengomentari perilaku orang lain, alangkah baiknya jika kita melihat menelisik terlebih dahulu alasan dia berbuat demikian.

Sebagai seorang muslim sekaligus netizen yang budiman seyogyanya bagi kita bertutur kata sopan dan santun dalam berkomentar baik di media sosial maupun dunia nyata.

Karena setiap tindakan yang kita perbuat atau ucapan yang kita sampaikan kelak akan diminta pertanggungjawabannya di Yaumil Hisab, Hari Pembalasan.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

M. Afzainizam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
M. Afzainizam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close