Ka’bah Bukan Cuma Rumah Allah, Tetapi Juga Rumah Pembebasan

  • 17
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares

DatDut.Com – Haji sebagai penyempurna ibadah umat muslim sering kali hanya dimaknai sebagai ritual ibadah semata tanpa dilirik pesan-pesan historis yang menyertainya.

Padahal di setiap rukun-rukun haji seperti tawaf, sai ataupun wukuf menyimpan pesan historis sebagai esensi yang ingin disampaikan dalam ibadah haji.

Pusat ibadah haji ada pada tawaf (mengelilingi Ka’bah). Nama lain Ka’bah sendiri disebut Baitul Atiq yang salah satu artinya adalah ‘rumah pembebasan7.

Maka tidak salah jika dikatakan bahwa esensi haji adalah pembebasan dari belenggu dosa, pembebasan dari belenggu duniawi, pembebasan dari kesengsaraan serta kezaliman sesama manusia.

Sebagai simbol pembebas dosa kisahnya dimulai ketika Allah mengumumkan kepada malaikat bahwa Dia akan menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Tetapi malaikat mengajukan protes, karena menganggap bahwa manusia hanya akan melakukan kerusakan.

Menyadari kelancanganya, malaikat melakukan tawaf mengelilingi arasy (singgasana Allah) sebagai simbol pertobatan selama berhari-hari. Sampai akhirnya allah mau menyapa dan memerintahkan untuk tawaf mengelilingi Baitul Makmur.

Baitul Makmur adalah tempat di bawah arasy dimana Adam dan Hawa ikut bersama sama malaikat melakulan tawaf di tempat itu.

Sampai akhirnya terjadi peristiwa pelanggaran oleh Adam dan Hawa terhadap peraturan surga atas bujuk rayu iblis. Hal inilah yang mengakibatkan mereka berdua terusir dari surga.

Baca juga:  Sejarah dan Alasan Gelar Haji di Indonesia

Setelah Adam bertobat kepada Allah, maka malaikat diperintahkan untuk membangun simbol pertaubatan adam di bumi yang sejajar dengan Baitul Makmur, yang sekarang kita sebut Ka’bah atau Baitul Atiq.

Maka perintah berhaji, artinya kita diperintah untuk mengingat kembali bahwa sejatinya manusia adalah makhluk langit.

Begitu pula Ka’bah makhluk surgawi yang dibangun untuk membebaskan manusia dari dosa dan menjemput manusia kembali ke surga-Nya.

Haji sebagai simbol pembebas kesengsaraan dan kerinduan tercermin dalam kisah Adam dan Hawa.

Setelah turun ke bumi, keduanya terpisah selama dua ratus tahun. Berpisah dengan orang yang dicintai tentu lebih menyakitkan daripada sekedar terusir dari surga.

Mereka harus mengalami siksaan kerinduan selama bertahun-tahun sebagai hukuman atas pelanggaran yang diperbuat.

Dan ending dari kisah ini adalah pertemuan mereka di Jabal Rahmah yang diabadikan menjadi syariat wukuf di Arafah sebagai simbol pembebasan atas belenggu kerinduan.

Ada juga kisah kerinduan Ismail kepada sang ayah yaitu Ibrahim setelah ditinggal bertahun-tahun di tengah padang pasir nan tandus.

Dahaga kerinduan pun terbayar dengan simbol dibangun kembali Ka’bah dan ditinggikan pondasinya yang sempat runtuh sebab banjir Nuh.

Pembebasan selanjutnya adalah terjadi di latar tempat yang sama di Padang Arafah, tepatnya ketika haji ‘wada’ (haji perpisahan) Nabi Muhamad SAW mendeklarasikan pembebasan dari belenggu perbuatan zalim sesama manusia.

Baca juga:  Bolehkah Memberi Rokok kepada Pengemis atau Pengamen?

Beliau bertanya di khutbah perpisahan itu,  “Hari apakah ini?” Para sahabat menjawab, “Hari kurban (‘Ied Adha).”

Lalu beliau bertanya, “Ada dimanakah kalian?” Mereka menjawab, “Ini Tanah Haram.” Kemudian beliau bertanya lagi, “Bulan apakah ini?” Mereka menjawab, “Bulan Allah yang haram”.

Kemudian beliau bersabda, “Ini Haji Akbar. Darah, harta dan kehormatan kalian haram atas diri kalian, seperti keharaman negeri ini, pada bulan ini, dan hari ini. Saksikanlah, ini adalah haji perpisahan.”

Baitul Atiq akan senantiasa menjadi simbol pembebas manusia sampai Hari Kiamat dari segala kemungkaran, selagi manusia mau memaknai pesan-pesan tersirat yang terkandung di dalamnya sebagai ayat kauniyah ilahiah.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Fauzan A'maludin A'lam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan International Institute of Hadith Sciences Darussunnah
Fauzan A'maludin A'lam
  •  
    17
    Shares
  • 17
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close