Jumlah Hadis tentang Bidah dan Kepedean Merasa Paling Salafi

  • 156
  •  
  •  
  •  
    156
    Shares

DatDut.Com – Ada pertanyaan yang terus-terusan terngiang-ngiang di kepala saya setiap kali ada orang yang membidahkan amaliah orang lain. Pertanyaan yang mengganggu saya itu begini:

1. Sebetulnya ada berapa sih jumlah hadis yang membicarakan soal bidah itu?! Selama saya belajar hadis dan alhamdullilah khatam kutubusittah hadisnya ya itu-itu saja dan jumlahnya tak banyak.

Masih kalah jauh dengan jumlah hadis larangan sombong yang ancamannya juga masuk neraka. Tapi kok ada ya orang yang merasa Islam sendiri, merasa sunnah sendiri, dan merasa baik sendiri. Kadang dengan angkuh dan pongahnya main bidahkan kanan-kiri, tanpa tabayun dan tanpa pengetahuan tentang objek yang dibidahkan secara pasti.

Bukankah itu juga bentuk kesombongan yang ancamannya neraka juga? Kalau berbuat bidah dianggap masuk neraka, nah bagaimana dengan orang yang sesombong itu, yang ancaman nerakanya justru lebih banyak?!

Baca juga:  Makna "Unzhur Ma Qala wa La Tanzhur Man Qala" di Medsos

2. Setahu saya orang Saudi sendiri yang dedengkotnya kaum salafi, nggak gitu-gitu amat. Bahkan mau berdiskusi dan mau menerima perbedaan pendapat.

Saya sendiri pernah berdiskusi dengan salah seorang ulama salafi di Saudi, yang semula menghukumi tadarus Quran di bulan Ramadan bidah. Tapi setelah saya jelaskan alasannya untuk syiar, beliau pun tak sungkan mencabut hukum bidah itu setelah saya jelaskan juga situasi dan format kegiatannya.

Nah ini orang yang baru salafi kok malah merasa lebih salafi daripada orang yang sudah salafi sejak lahir?! Saya jadi punya kesimpulan, memang yang KW itu selalu lebih norak daripada yang ORI. Semoga dihilangkan penyakit sombong dari diri kita, termasuk merasa diri paling salafi.

Baca juga:  Jangan Larut dengan Hasil Quick Count! Saatnya Berjuang Kembali dan Ubah Strategi

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah

Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *