• 55
  •  
  •  
  •  
    55
    Shares

DatDut.Com – Memakai jilbab lebar dan pakaian longgar memang membuat lebih teduh dan anggun. Selain memang anjuran agama tentunya. Kini, semakin banyak saja wanita yang menyadari kewajiban dan kebaikan dalam jilbab.

Namun, dalam hal berkendara, masih banyak para wanita berjilbab lebar yang harus lebih memperhatikan cara berkendara, khususnya saat naik sepeda motor. Baik dalam posisi menyetir maupun dibonceng. Ini demi keamanan sendiri maupun orang lain.

Para jilbaber yang memang kebanyakan ada di kawasan perkotaan baik besar maupun kecil perlu memperhatikan jilbab dan pakaiannya. Sudah banyak kejadian kecelakaan yang diakibatkan kurang teliti terhadap jilbab dan pakaian longgar. Bagi Anda yang berjilbab dan berbaju gamis longgar, perhatikan 5 hal ini demi keselamatan Anda dan orang lain.

[nextpage title=”1. Ingat Lampu Belakang”]

1. Ingat Lampu Belakang

Bagi Anda yang ada di posisi belakang (dibonceng), ingat selalu agar bagian belakang jilbab tidak menutupi lampu riting atau disebut juga lampu sein. Bagi yang dibonceng dengan posisi duduk menyamping pun juga demikian. Jangan sampai bagian samping jilbab menjuntai menutupi lampu. Sangat berbahaya jika lampu sampai tertutup oleh jilbab. Karena saat sepeda motor akan berbelok ke kanan atau ke kiri, lampu tidak terlihat oleh pengendara belakangnya.

[nextpage title=”2. Hati-hati dengan Abaya”]

2. Hati-hati dengan Abaya

Saat Anda dibonceng, pakaian panjang dan longgar semacam abaya dan gamis harus diperhatikan. Usahakan agar tidak menjuntai dan berkibaran. Khawatirnya kalau masuk ke rantai atau ban sepeda motor. Sudah banyak kejadian para wanita yang terjungkal karena ujung abaya atau gamisnya terlilit di rantai atau ban sepeda motor.

Sebenarnya tidak khusus abaya dan gamis saja. Pengguna pakaian tradisional seperti kain batik yang dililitkan, yang biasa disebut jarit oleh orang Jawa, juga harus diperhatikan. Saya pernah melihat sendiri seorang nenek terjungkal karena ujung jarit yang dipakainya masuk ke rantai dan terlilit. Dan, karena lumayan keras jatuhnya, tak berapa lama saya dengar si nenek meninggal dunia.

Baca juga:  Persoalkan Wanita yang Bekerja, Ini 5 Kritik untuk Felix Siauw

[nextpage title=”3. Amankan Tas Selempang”]

3. Amankan Tas Selempang

Tas selempang pernah ngetren di kalangan pria maupun wanita. Banyak sudah macamnya yang beredar. Bagi Anda yang membawa tas selempang saat naik motor, pakailah tas dengan melampirkan dari pundak kiri ke kanan atau sebaliknya. Posisi tas sebaiknya ditaruh di depan.

Posisi tas di depan lebih aman daripada hanya ditaruh pada salah satu pundak dan menjuntai di bawah atau di belakang. Khawatirnya kalau sampai tersangkut pada kendaraan lain. Bisa berujung kematian lo. Peletakan posisi tas di depan juga untuk mengamankan kalau-kalau ada tangan jahat penjambret yang mengincar. Dengan posisi tas ada di samping atau di belakang, tangan penjahat akan dengan lihai merebut tas. Kalau tas di letakkan di depan, maka posisinya lebih terlindungi oleh badan.

Pemakaian tas selempang oleh para wanita berpakaian longgar, yang jelas tujuannya agar aurat lebih tertutupi, juga harus diperhatikan. Dalam posisi tidak berkendara, kalau memang tas Anda agak berat, jangan sampai melampirkan tali dari pundak kiri ke kanan dengan meletakkan tali melintasi bagian dada. Maaf, pakaian longgar Anda tidak lagi berfungsi menutupi aurat jika bagian dadanya tertekan oleh tali tas selempang. Lebih baik gantungkan tas selempang di salah satu pundak saja.

[nextpage title=”4. Bercelana Longgar dan Panjang di Bagian Dalam”]

4. Bercelana Longgar dan Panjang di Bagian Dalam

Baca juga:  Izinkan Suamimu Berpoligami Jika Memenuhi 5 Syarat Ini

Sebaiknya, bagi muslimah bergamis panjang memakai celana longgar dan panjang sebagai lapisan dalamnya. sehingga saat naik sepeda motor ujung rok atau gamis bisa diangkat sebatas lutut. Jangan biarkan menjuntai atau berkibar-kibar. Seperti pada poin kedua, ini berisiko terlilit rantai, ban atau justru tersangkut dan terlilit kendaraan lain.

[nextpage title=”5. Tip Aman dan Nyaman”]

5. Tip Aman dan Nyaman

Saat naik sepeda motor dengan memakai pakaian dan jilbab longgar duduki saja ujung jilbab panjang Anda. Pakailah jaket agar ujung jilbab tidak berkibaran. Sebaiknya pasang penutup pada rantai pada sepeda motor Anda. Ini meminimalisir kemungkinan pakaian dan jilbab terlilit rantai.

Tetaplah pakai jilbab dan baju muslimah, tapi perhatikan keselamatan perjalanan. Oh ya, memang muslimah berjilbab dan berbaju longgar itu saat mengendarai sepeda motor atau dibonceng, lebih aman dan nyaman kalau memakai jaket saja.

Tujuannya, agar pakaian dan jilbab tidak berkibaram lalu menyangkut atau terlilit, juga agar tidak tertiup angin sehingga justru menggambarkan lekuk-lekuk tubuh. Selain itu, memakai jaket ketika perjalanan dengan sepeda motor lebih melindungi tubuh dari terpaan angin. Biar nggak masuk angin, Ukhti.

Komentar

Nasrudin

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin
  •  
    55
    Shares
  • 55
  •  
  •  

1 komentar pada “Anda Wanita Berjilbab Lebar? Perhatikan 5 Hal Ini Demi Keamanan Anda Saat Naik Sepeda Motor

Kolom komentar ditutup.