Jangan Tertipu dengan Penampilan Orang yang Sok Agamis

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Meskipun kadang penampilan bisa dijadikan tolok ukur seorang ngerti agama atau tidak, tapi tak jarang penampilan juga yang dipakai oknum tertentu untuk menipu atau setidaknya membuat orang lain salah menilai.

Apa yang dipakai justru tak mencerminkan apa yang diidentikkan dengan pakaian itu. Ini pulalah yang belakangan dipakai oleh dai-dai dan ustad-ustad di TV untuk kepentingan industri hiburan.

Seperti sudah pernah dibahas sebelumnya (Baca: Mudahnya Dapat Julukan Ustaz di Indonesia, Ini 5 Dampak Buruknya), gejala salah nilai dari kalangan awam ini juga berdampak buruk pada munculnya ustaz-ustaz karbitan.

Ustaz yang sebetulnya belum saatnya tampil di publik, tapi sudah dipaksakan, entah atas alasan ekonomi atau alasan lainnya. Nah, tampilan apa sajakah yang biasanya mengecoh orang awam? Ini 5 di antaranya:

1. Sorban

Orang yang bersorban, biasanya diidentikkan dengan orang yang mengerti agama, dan bahkan mengamalkan ajaran agama. Padahal, tak jarang sorban hanya jadi aksesoris belaka.

Beberapa penyayi lagu religi Kristiani di Barat sana, bahkan ada yang menjadikan sorban sebagai salah satu aksesoris penampilannya. Singkatnya, sorban tak ada hubungannya seseorang ngerti agama.

Baca juga:  Belajar Memaknai Hidup dari 5 Filosofi Makanan Jawa Ini

2. Jubah

Seperti serban, jubah juga bagian dari pakaian budaya yang khas Arab. Ini juga tak ada hubungannya dengan seseorang ngerti agama atau tidak.

Jadi, setiap kali ada orang yang datang berjubah, jangan langsung perlakukan dia layaknya seorang yang ngerti agama. Bila ia memang benar ngerti agama, maka hormatilah. Sekali lagi, jubah hanya pakaian.

3. Kemana-mana Pakai Kopiah

Ada orang-orang tertentu yang kemana-mana pakai kopiah. Memang beberapa kyai melakukan hal ini. Tapi sekadar pakai kopiah kemana-mana tidak selalu menjadi indikator bahwa seseorang ngerti agama.

Muchtar Pakpahan yang aktivis perburuhan dan kebetulan agamanya Kristen, juga kemana-mana pakai kopiah.

4. Suara Bacaan Qurannya Bagus

Suara dalam membaca Alquran bagus, tidak otomatis seseorang itu mengerti agama lho. Masih ada banyak perangkat ilmu agama yang mesti dikuasainya agar seseorang bisa disebut mengerti ilmu agama.

Bacaan Alquran bagus barulah salah satunya. Kalau dia tidak mengerti kandungan makna Alquran, dia belum bisa disebut ngerti agama.

Baca juga:  Ingin Memperdalam Islam selama Ramadan? Ikut Ngaji Kilatan di Pesantren Salaf Saja!

5. Dikit-dikit Dalil 

Kadang kita ketemu orang yang dikit-dikit berdalil, dikit-dikit keluar dalil. Jangan buru-buru kita terkecoh. Jangan-jangan itu dalil hapalan belaka. Dalilnya kadang tak relevan dengan persoalan.

Sejauh mana dalil itu relevan dengan konteks masalah, kita perlu tanyakan kepada ulama lain yang lebih ketahuan keilmuannya. Ini demi menghindar dari jebakan dan tipuan oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan status keustazan dan kedaiannya.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
100 %
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
Close