Jangan Meng-krrkkk Lehermu! Ini 5 Bahayanya

  • 12
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares

DatDut.Com – Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, dokter spesialis bedah saraf TNI AU dengan kompetensi tambahan (SKT) di bidang spine (tulang belakang) mewanti-wanti bahaya yang akan muncul saat kita menggerakkan leher secara berlebihan.

Ini terkait salah kaprah yang berkembang di masyarakat. Saat pergi ke tukang cukur tertentu atau beberapa tukang urut tradisional sering kita ditawarkan untuk digerakkan leher ke arah tertentu secara dihentak dan menimbulkan bunyi “krrkkk”.

Menurut Dr. Wawan, beberapa temannya yang awam dengan ilmu kedokteran bahkan jadi ketagihan jika pergi ke tukang cukur langganannya untuk minta di”krrkkk”kan.

“Enak dan ringan katanya kalau sudah bunyi ‘krrkkk'”, “Gak ada efek sampingnya kok.”

Benarkah demikian? Berikut 5 penjelasan agar kita tahu bahaya yang mungkin ditimbulkan dari menggerakkan leher secara berlebihan:

1. Anatomi Leher Kita

Leher kita merupakan bagian tubuh dengan struktur anatomi yang cukup kompleks, banyak ragamnya, sempit daerahnya, dan vital fungsinya.

Selain kulit yang bisa kita lihat langsung dari luar, di dalamnya terdapat beragam organ yang banyak dan penting fungsinya.

Sebut saja di bagian depan ada kelenjar tiroid yang menyimpan hormon tiroid yang sangat penting fungsinya dalam metabolism tubuh kita.

Masih ada lagi esofagus yang menjadi saluran masuk makanan ke lambung. Ada lagi trakea yang merupakan saluran masuk udara untuk pernafasan dari mulut dan hidung ke bronkus lalu masuk ke dalam paru-paru.

Ada juga pembuluh darah utama ke otak (arteri karotis kiri dan kanan) dan dari otak (vena jugularis kiri dan kanan).

Makin ke belakang, terdapat struktur tulang belakang bagian leher yang didalamnya ada sumsum tulang belakang dan pembuluh darah ke otak bagian belakang (arteri vertebralis kriri dan kanan).

2. Semua Organ Punya Fungsi

Semua organ itu punya fungsi yang demikian penting, dan tak salah kalau ada yang menyebut leher adalah “jembatan kehidupan” antara kepala dan tubuh kita bagian bawahnya.

Kita tahu, hukuman mati yang masih lazim dilakukan hingga saat ini dua di antaranya adalah hukuman gantung dan hukuman penggal leher.

Keduanya diyakini menjadikan leher sebagai area tercepat di tubuh untuk bisa mematikan seorang terpidana mati.

Atau juga jika menyembelih hewan qurban, yang dipotong adalah lehernya dan bisa cepat membuat hewan qurban meninggal.

3. Bagian Leher yang Cepat Menimbulkan Kematian Jika Dimanipulasi

Setidaknya ada 3 bagian leher yang bisa menyebabkan kematian cepat jika dipotong, dipatahkan atau disumbat. Ketiganya, yaitu tulang belakang bagian leher dan organ didalamnya, trakea, dan pembuluh darah karotis.

Baca juga:  Bila Jodoh Terhalang Restu Orangtua
a. Trakea

Jika kita memotong atau menyumbat trakea, maka aliran udara akan terhenti pasokannya ke paru-paru. Dalam beberapa menit, organ tubuh segera akan kekurangan oksigen.

Otak adalah organ yang paling rentan terganggu hingga bisa segera pingsan, henti jantung dan meninggal. Ini bisa terjadi hanya dalam beberapa menit hingga belasan menit.

b. Pembuluh darah arteri karotis

Jika kedua pembuluh arteri karotis terpotong, maka pasokan darah ke otak segera terhenti, Di dalam darah kita tahu ada oksigen yang sudah melarut untuk dipasok ke otak. Kejadiannya bahaya selanjutnya adalah sama seperti akibat terpotong atau tersumbatnya trakea seperti di atas: pingsan, henti nafas, henti jantung, dan meninggal.

c. Tulang leher dan organ di dalamnya

Jika tulang leher patah, retak, atau dislokasi, maka tulang leher menjadi tidak stabil dan membuat sumsum tulang (medulla spinalis) di dalamnya tercederai. Sumsum tulang merupakan kumpulan semua saraf pusat dari atau menuju otak dan dari atau ke organ tubuh di bawah leher.

4. “Superman” pun Patah Tulang Leher

Kita masih ingat saat bintang “Superman”, Christopher Reeve, mengalami patah tulang leher akibat jatuh saat berkuda.

Dia mengalami henti nafas sehingga harus dipasang mesin bantu nafas portable seumur hidupnya.

Akhirnya’ dengan teknologi perawatan canggih dan biaya yang sangat mahal pun, sang Superman tidak mampu bertahan dan meninggal juga.

Biasanya, selain berhentinya nafas, gangguan akibat cederanya sumsum tulang belakang di daerah leher juga mengakibatkan kelumpuhan tangan dan kaki.

Selain itu, juga menyebabkan ketidakmampuan buang air besar dan buang air kecil, dan terganggunya fungsi organ-organ lain di bawah leher.

Hanya jantung yang mungkin masih bertahan (itu pun jika menggunakan obat-obatan pemacu jantung terus menerus dan paru-paru diberi pernafasan mekanis ventilator).

Walaupun saraf yang dari sumsum tulang belakang sudah mati. Ini yang biasanya disebut mati batang otak (brain death).

Selain itu juga, akibat retaknya tulang belakang leher dapat menyebabkan robeknya pembuluh darah arteri vertebralis (kiri dan kanan). Pembuluh darah ini ada di dalam tulang belakang leher yang memasok darah untuk otak bagian belakang.

Jika pasokan hilang akibat kedua pembuluh darah robek, maka bisa menyebabkan kerusakan otak, pingsan, henti nafas dan kemudian meninggal.

5. Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Menggerakkan Leher secara Berlebihan 

Tentu saja bahayanya yang paling fatal adalah menyebabkan kematian. Terutama bukan karena akan memotong atau menyumbat trakea mau pun merobek pembuluh darah karotis.

Baca juga:  Bila Ada Keluarga Meninggal Dunia, Cek Ada-Tidaknya 5 Tanda Husnul Khatimah Ini

Tetapi akan mematahkan, meretakkan, atau mendislokasikan tulang leher yang akibatnya bisa mematikan seperti disebut di atas.

Yang tersering adalah bukan patah, tetapi dislokasi atau melejitnya sendi yang menghubungkan antar tulang leher.

Ada 7 ruas tulang leher dan masing-masing ruas dihubungkan oleh 2 macam sendi: bantalan tulang (diskus) dan sendi penyangga kiri dan kanan (prosesus artikularis superior dan prosesus artikukaris inferor, atau disebut juga facet).

Jika tulang dan sendinya melejit, maka hubungan persendian leher dan ruas tulang lehernya menjadi tidak stabil.

Hal inilah yang akan mencederai sumsum tulang belakang di dalamnya dan selanjutnya terjadilah kejadian fatal seperti dijelaskan diatas tadi (yang bisa sampai menimbulkan kematian).

Apalagi jika tulang leher sampai patah, tentu instabilitas itu menjadi lebih parah lagi dan bisa menimbulkan kematian yang lebih cepat lagi.

Apalagi jika diitambah lagi robeknya pembuluh darah arteri vertebralis akibat tergores tulang leher yang patah itu.

Bunyi “krrkkk” menunjukkan bahwa telah terjadi manipulasi pergerakan sendi secara berlebihan.

Pada kasus orang yang di-”krrkkk”-kan oleh tukang cukurnya, tampaknya memang tidak terjadi dislokasi atau patah tulang leher, sehingga tidak mengalami kejadian yang membahayakan.

Namun sebetulnya, dengan makin seringnya dia di-”krrkkk”-kan lehernya, maka sendi lehernya bisa makin lemah.

Ini juga dapat menyebabkan instabilitas tulang leher di kemudian hari yang bisa menyebabkan nyeri leher kronis yang sering timbul ketika usia makin menua.

Jadi, jika demikian, sangat disarankan untuk tidak lagi menggerakkan leher secara berlebihan, baik oleh diri sendiri, teman, tukang cukur, tukang urut, bahkan oleh orang yang mengaku professional dan mempunyai sertifikat khusus dalam “krrkk” meng-”krrkkk”-kan itu!

Demikian penjelasan lengkap dari Dr. Wawan.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    12
    Shares
  • 12
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close