Jangan Larut dengan Hasil Quick Count! Saatnya Berjuang Kembali dan Ubah Strategi

  • 15
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares

DatDut.Com – Saya setuju usulan beberapa kawan. Kita yang konsen untuk gubernur Muslim di DKI Jakarta, perlu mengubah strategi juga. Karena berdasakan quick count ternyata kita harus banyak bergerak di dunia nyata, bukan cuma di dunia maya.

Kita yang konsen harus lebih aktif mendatangi, mendekati, menyapa, dan mendengar. Itu yang dilakukan oleh timnya penista. Jadilah relawan untuk bersama-sama mengenalkan kelebihan calon kita dan tunjukkan data kelemahan lawan.

Saat ini kita kesampingkan dulu kecurigaan soal kecurangan, meskipun harus didata dan dilaporkan bila massif dampaknya. Serahkan ini pada tim tersendiri yang fokus pada urusan kecurangan. Kita hanya perlu mensuplai data. Tapi jangan terlalu fokus ke soal kecurangan saja. Yang perlu kita lakukan sekarang bagaimana kita bisa mengambil hati saudara-saudara Muslim kita yang terlanjur memilih paslon penista.

Baca juga:  Ini 5 Penjelasan tentang Pemimpin Non-Muslim dalam Konteks Indonesia

Selain itu, kita ajak juga pemilih Agus-Sylvi untuk masuk dalam saf kita. Ingat satu hal! Yang menghantam dan membuldozer pasangan Agus-Sylvi adalah timnya penista dengan menghancurkan nama baik Pak SBY di menit-menit akhir jelang pencoblosan. Tim penista juga yang selama ini menyebar komentar dan opini tendensius dengan menyebut aksi 411, 212, 112 dibiayai oleh Cikeas.

Jangan buat jarak dengan warga DKI yang tak memilih paslon Muslim di Pilkada kemarin. Justru tugas kita untuk meyakinkan pada mereka dan perlunya mengedukasi mereka. Mungkin mereka begitu karena mereka tak pernah kita sapa dan tak tahu kelebihan juga pentingnya memilih gubernur Muslim. Maka mereka digarap barisan penista.

Jangan sebut-sebut lagi kata “munafik” atau “kafir” kepada mereka yang kemarin tak mencoblos paslon Muslim. Lebih baik kita rangkul dan arahkan apa yang seharusnya dilakukan oleh mereka sebagai Muslim. Insya Allah kita bisa meraih kemenangan.

Baca juga:  Jangan Mau Dibohongi Pakai #AirMataBuaya! Biasanya Petentang-petenteng, Disidang Kok Nangis?

Meski bukan berarti semua itu mudah. Kita yang fokus untuk gubernur Jakarta yang Muslim dan beretika, harus berjuang lebih keras lagi di putaran kedua. Mari nikmati masa perpanjangan waktu ini dengan tetap berusaha sekuat tenaga sesuai kemampuan kita. Tinggal menunggu pinaltinya.

 

Komentar

Moch. Syarif Hidayatullah

Pendiri DatDut.Com. Pegiat dunia literasi dan penerjemahan. Pengkaji hadis, linguistik, naskah klasik, dan wacana media.
Moch. Syarif Hidayatullah

Latest posts by Moch. Syarif Hidayatullah (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *