Jangan Keterlaluan Kalau Mau Cocokologi

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Beberapa waktu lalu, di media sosial beredar ajakan untuk merenungkan bencana yang baru saja terjadi, gempa Banten.

Mengambil premis “74 tahun” sebagai usia republik ini dan angka 7,4 yang merupakan skala gempa, kita diajak untuk membuka al-Quran surah ke-7 (al-A’raf) ayat ke-4. 

Kenapa mesti surah al-A’raf bukan surah al-Mudatstsir saja yang merupakan surat ke-74? Atau bukan juga surah Maryam (surat ke-19) ayat ke-3 saja karena sebenarnya gempa terjadi pada pukul 19.03 bukan 07.04? 

Mungkin jawabannya adalah bahwa QS al-A’raf ayat keempatlah yang lebih cocok dengan tema-tema kebinasaan.

Meski sebenarnya tanpa menyangkutpautkan gempa dengan surah al-A’raf pun, manusia secara spiritual akan mengaitkan bencana yang terjadi dengan kekuasaan Tuhan, termasuk kekuasaan untuk meluluhlantakkan sebuah peradaban.

Namun ajakan merenung seperti itu akan menjadi hambar jika dicemari dengan tendensi untuk menyalahkan pihak lain.

Misal dalam kasus ini, mengajak khalayak untuk berpikir bahwa semua bencana yang terjadi disebabkan oleh perbuatan penguasa yang seakan-akan menjadi penguasa yang teramat zalim pada rakyatnya.

Sampai-sampai mereka mengibaratkannya sebagai Firaun yang terang-terang memusuhi Allah dan para pengikut-Nya.

Otak-atik ala Ahli Tafsir Jejadian 

Salah seorang figur yang sempat menjadi panutan karena dia dipandang cukup mewakili kebencian khalayak terhadap rezim pemerintah pun tak lepas dari cocoklogi seperti itu. 

Baca juga:  Ini 6 Meme Sindiran Halus tapi Menohok Soal Wacana Pelarangan Azan dengan Pengeras Suara

Adalah pria yang bernama asli Sugik Nur Raharja alias Gus Nur, mengaitkan nama Jokowi dengan salah satu surat dalam al-Quran.

Berasal dari hasil penjumlahan nomor abjad penyusun nama Jokowi yakni 83, Sugik menautkannya dengan surat ke-83 yakni surat al-Muthaffifin (orang-orang yang curang). 

Lalu apakah tiap orang yang dipanggil “Jokowi” akan melekat padanya sifat seperti yang disebutkan Sugik?

Bagaimana juga jika harus menafisrkan nama Joko Widodo yang memiliki jumlah 121, yang notabene melebihi jumlah surat dalam al-Quran?

Bagi orang yang paham, tentu hal seperti itu akan dianggap sebagai angin lalu. Namun bagi mereka yang nihil atau sepi pemahaman, bisa jadi hal itu dianggap sebagai sebuah kebenaran atau setidaknya mengandung pertanda-pertanda yang mengarah pada kebenaran.

Bagaimana Hendaknya Bersikap? 

Otak-atik seperti itu tak selayaknya disikapi dengan serius. Jika tidak, maka kebiasaan tersebut juatru akan mendegradasi dogma agama. 

Kadang orang menemukan sebuah jalan karena pengalamannya mengenai sebuah hal. Dia pun lalu meyakininya yang pada gilirannya akan mempertebal imannya.

Munculnya hasil riset ilmiah yang kemudian memperkuat ayat-ayat qauliyah tidaklah mutlak untuk ditempatkan sebagai sebuah pembuktian sebuah ajaran agama. 

Baca juga:  Viral di Medsos! Kesaksian Netizen tentang Fakta Peserta Aksi 212 yang Berjalan Kaki dari Ciamis

Kita tak perlu menunggu pembuktian bahwa bulan pernah terbelah untuk mengimani mukjizat Nabi Muhammad. Kita pun tak perlu menunggu penemuan tentang organisme berjuluk capnocytophaga canimorsus yang berbahaya bagi manusia untuk menghindarkan diri dari liur anjing.

Kita pun tak perlu bersusah-susah adu logika mengenai kewajiban mengusap bagian atas khuf, bukan alasnya saja yang lebih banyak terkena kotoran. 

Agama sebagai dogma adalah serentetan nilai yang sejatinya tidak harus memerlukan pembuktian ilmiah agar dapat diyakini sepenuhnya. 

Dan ayat pun tak memerlukan penafsiran neko-neko yang tercemar oleh tendensi dan nafsu penafsirnya.

Tak selayaknya sebuah kesakralan diacak-acak oleh pendapat asal-asalan orang yang tak pantas untuk menjadi seorang penafsir.

Meski sejatinya dia tak bermaksud untuk benar-benar mencari korelasi antara sebuah kejadian dan ayat-ayat suci.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

follow me

Ahmad Indra

Pekerja yang tengah mencoba untuk geluti dunia literasi
Ahmad Indra
follow me

Latest posts by Ahmad Indra (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close