Istri Juga Butuh Panggilan Sayang

  • 27
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares

DatDut.Com – Perempuan mana sih yang tidak mau dipanggil dengan panggilan kesayangan oleh suaminya?

Walau tidak menyampaikan secara langsung, sungguh, dipanggil dengan panggilan kesayangan itu sudah menggoncangkan hati setiap istri.

Jika tidak percaya duhai suami, sesekali coba tanya istri, “Dek, kamu suka gak aku panggil dengan panggilan kesayangan seperti ini?”

Paling-paling pipinya bakalan menjelma menjadi kemerah-merahan, Humairo, seperti panggilan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam kepada Aisyah Radhiyallahu ‘anha, istrinya.

Romantis ya? Banget.

Dari selepas ijab-qabul dan mulai bersama menapaki kehidupan, suami selalu memanggil saya dengan panggilan kesayangannya, Dek Ayu, romantis ya?

Ayu itu sama dengan cantik, sinonimnya. Padahal saya merasa biasa-biasa saja, tidak secantik yang dikatakan suami. Tapi, rasa-rasanya merasa cantik jika dipanggil begitu.

Sampai sekarang, bahkan ketika ada orang lain di antara kami, suami tidak pernah malu memanggil saya dengan panggilan itu.

Mungkin dikira orang, ayu itu nama saya kali ya. Kan ada nama perempuan semacam Ayu Ting Ting.

Baca juga:  Ini 5 Argumen Wanita Haid Boleh Beraktifitas di Masjid

Kadang suami juga memanggil saya dengan panggilan kesayangan yang disingkat, Dek Ay, katanya.

Seharusnya ‘Dek Ayu’ tapi huruf vokal dihilangkan jadi begitu. Ada-ada saja. Tapi saya suka.

Pernah dengar juga seorang teman dipanggil mirip seperti itu oleh suaminya, tapi bukan maksudnya ‘Ayu’. Lebih keren lagi maksudnya, ‘Ayang’. Bahkan istrinya juga memanggil dengan sebutan yang sama.

Sedang saya sendiri tidak ada nama panggilan kesayangan ke suami. Seperti kebanyakan perempuan jawa, panggilnya dengan sebutan ‘Mas’.

Lagipula bingung juga mau pakai panggilan kesayangan apa. Istri yang kurang kreatif ya? Tapi suami tidak mempermasalahkan itu.

Sesekali saya memanggil suami dengan menyebutnya sebagai bapaknya putri kami, memanggilnya dengan nama anak saya, ‘Bapak Ittaqi’. Kedengaran aneh, tapi banyak juga yang seperti saya begini.

Malah di jaman sekarang ada yang manggil pasangannya dengan sebutan ‘Beb’. Bukan bebek lho, kemungkinan ‘baby’. Jika diucapkan menjadi bebi. Lucu! Entah apa sebabnya dipanggil begitu.

Dari pengalaman saya, dipanggil dengan panggilan kesayangan memang membahagiakan. Seolah-olah terasa terbang di udara, diistimewakan.

Baca juga:  Melahirkan Normal atau Caesar?

Semoga suami-suami di luar sana lebih romantis lagi dari suami saya ya. Membahagiakan istri, memanggilnya dengan panggilan kesayangan apa salahnya.

Jika itu membuatnya bahagia, lakukan. Meski tidak setiap hari, minimal seminggu tiga kali. Atau pas istri lagi kumat ngambeknya, barangkali jadi ditunda dulu. Tidak jadi ngambek.

Panggilan kesayangan memang banyak sekali, mungkin kamu juga sudah temui dan dipanggil dengan panggilan kesayangan oleh suami atau istri.

Ternyata, dengan panggilan kesayangan saja ya. Hubungan antara suami istri menjadi semakin erat. Menjadi lebih sayang.

Memanggil dengan panggilan kesayangan kepada masing-masing pasangan, sama sekali tidak mengurangi harga diri seseorang.

Kecuali, dipakai untuk manggil yang bukan pasangannya. Apalagi buat manggil pasangan orang. Ih, ngeri. Bukan pada tempatnya.

Komentar

Windarti

Ibu rumah tangga yang nyambi jadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka.

Latest posts by Windarti (see all)

  •  
    27
    Shares
  • 27
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *