Islam Kaffah yang Tak Gampang Menuding Orang Lain Ahli Bidah

  • 27
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares

DatDut.Com – “Makanya, kalo berislam itu yang kaffah! Jangan setengah-setengah!”

Kalimat yang demikian tak jarang terdengar oleh masyarakat kita. Banyak orang ramai-ramai mengajak untuk menjadi muslim yang kaffah dan meninggalkan kesesatan.

Namun, Islam seperti apakah yang dimaksud?

Secara bahasa, makna kaffah ialah keseluruhan. Sehingga yang dimaksud dengan islam yang kaffah adalah islam secara keseluruhan.

Lah keseluruhan itu apa lagi?

Ya kita berislam secara penuh. Ketika sudah mengimani ajaran islam maka kita harus mengimani pula apa-apa yang ada di dalamnya.

Mengamalkan syariatnya, juga menjauhi segala yang dilarang agama ini. Bukan hanya menaati sebagian kemudian mengingkari yang lainnya.

Islam memanglah satu kesatuan yang utuh. Namun, jangan sampai kita langsung kerasa paling kaffah ber-islam karena mengira sudah menjalankan semua syariatnya.

Baca juga:  Waspadai Penyebaran Aliran Teroris di Lingkungan Anda, ini 5 Ciri-Cirinya

Setelah merasa kembali pada Islam yang kaffah, lalu mengkafirkan golongan tertentu. Baru saja ngaji sekali, langsung menuding tetangga sebagai ahli bidah. Bukan itu yang disebut dengan islam kaffah.

Sejatinya, Islam yang kaffah tak dapat dipahami dengan cara instan. Tentu butuh proses belajar yang tak sebentar pada para guru dan ulama. Bukan sekedar belajar dari internet atau bacaan asal.

Menuding orang lain sesat atau mengkafirkan bukan termasuk ajaran islam. Lagipula, jika ada sedikit perbedaan dalam melaksanakan suatu amalan belum tentu itu salah.

Karena Islam dapat dipahami dengan banyak cara, maka dengan menjalankan cara yang satu belum tentu cara yang lain salah. Buktinya ada beberapa mazhab dalam islam, seperti mazhab Syafii, Hanafi, Hambali, dan Maliki.

Berislam dengan kaffah, bukan berarti menjadi yang paling baik. Tapi berusaha untuk terus menyempurnakan keislaman dengan menjalankan syariatnya dan menjauhi larangannya. Juga tidak mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan.

Baca juga:  Meragukan Komitmen Bernegara Umat Islam Indonesia Kini, Perlukah?

Islam yang kaffah bukan mengklaim diri sebagai ahli surga kemudian menuding orang sebagai ahli bidah. Melainkan terus menebarkan ajaran islam ke seluruh penjuru dunia.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Yasmin Azzuhri

Mahasiswa Fakultas Dirasah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Yasmin Azzuhri
  •  
    27
    Shares
  • 27
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close