Insya Allah Bukan untuk Lepas dari Tanggung Jawab

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Kalimat insya Allah sangat sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya dalam ucapan langsung, tapi juga dalam siaran televisi dan media online.

Salah satu kalimat thayyibah ini bukannya tidak bagus untuk diucapkan. Namun makin ke sini, penggunaannya kerap disalahgunakan.

Penempatan kalimat ini seakan tidak diperhatikan lagi. Banyak orang sering mengucap ‘insya Allah’ untuk sebuah janji yang kemungkinan besar tak dapat ditepati atau harapan yang tidak pasti.

Padahal kalimat insya Allah memiliki makna yang agung, ‘jika Allah menghendaki’. Kita diajarkan oleh nabi mengucapkannya saat mengatakan ingin melakukan sesuatu esok hari.

Hanya Allah-lah yang memiliki kuasa atas hari esok karena sesungguhnya tak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok selain-Nya. Suatu hal bisa saja akan terjadi di luar kendali kita sebelum esok tiba dan kita tidak dapat melakukan hal yang kita ucapkan sebelumnya.

Baca juga:  Dari yang Religi hingga Komersil, Ini 5 Fenomena Rutin Jelang Ramadan

Alangkah indah ajaran Islam yang mengatur segala urusan, bahkan soal rencana harian. Sayangnya, di masyarakat kita justru sering mengucapkan ‘insya Allah’ seakan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab. Meski sangat sering terjadi, hal itu tidak langsung dapat dibenarkan.

Tidak sepatutnya mengucap ‘insya Allah’ jika kita sudah tahu tidak akan dapat melakukan sesuatu. Sebaliknya, jika kita ingin melakukan sesuatu maka harus mengucapkan ‘insya Allah’ karena segala urusan tak lepas dari kuasa-Nya.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Yasmin Azzuhri

Mahasiswa Fakultas Dirasah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Yasmin Azzuhri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close