Ini Tradisi dan Keunikan dalam Perayaan Idul Adha

  • 2
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

DatDut.Com ~ Tak terasa sebentar lagi umat muslim sedunia sudah hampir selesai merayakan Hari Raya Kurban atau Idul Adha. Banyak pernak-pernik yang menghiasi dalam perayaan idul Adha tersebut.

Beragam tradisi dan keunikan turut memeriahkan perayaan Idul Adha tersebut. Tapi, tahukah kamu bahwa perayaan Idul Adha memiliki fakta dan tradisi yang menarik? Yuk, simak 5 fakta menarik apa saja yang ada dalam perayaan idul Adha berikut ini:

1. Disebut Idul Kabir dan Idul Qurban

Idul Adha dikenal juga dengan nama Idul Kabir atau Idul Qurban, perayaan Islam dalam rangka memperingati keikhlasan Nabi Ibrahim untuk mengikuti perintah Allah yang menyuruhnya mengorbankan putra kesayangannya, Ismail.

Perintah Allah itu hanya sebuah ujian untuk melihat kesetiaan Nabi Ibrahim pada pencipta-Nya. Allah pun kemudian mengganti Ismail dengan seekor domba.

2. Tradisi Ibadah Haji

Ada juga yang menyebut idul Adha sebagai hari raya haji. Sebab di bulan Dzulhijjah ini umat muslim seluruh penjuru dunia berduyun-duyun menunaikan ibadah haji. Tentunya hal ini dilakukan bagi mereka yang memiliki kemampuan (istitha’ah) untuk berangkat haji.

Baca juga:  Kabau Sirah, Tradisi Unik Lebaran di Minangkabau

Banyak keluarga dan saudara mengantarkan anggota keluarganya, tetangganya untuk berangkat haji. Mereka berdoa dan berharap sekembalinya mereka dari tanah suci, kelak menjadi haji yang mabrur, yang soleh dan semakin baik amal ibadahnya.

3. Dilaksanakan pada Bulan Zulhijjah

Idul Adha dimulai pada 10 Zulhijjah, bulan ke-12 dalam kalender Islam yang didasarkan pada peredaran bulan atau yang disebut dengan kalendar Qamariyah.

Namun, karena sekarang kita menggunakan kalender Gregoriana atau peredaran matahari, maka Idul Adha selalu bergerak sekitar 11 hari setiap tahunnya.

4. Menyembelih Hewan Kurban

Idul Adha juga disebut dengan Yaum Nahr (Hari penyembelihan hewan Kurban). Sebab di hari itu, para umat muslim di dunia menyembelih hewan kurban atau yang disebut dengan Udhiyah (hewan kurban).

Biasanya udhiyah dapat berupa kambing atau domba, sapi atau kerbau, unta, kemudian disembelih. Setelah hewan kurban disembelih kemudian daging kurban dibagi tiga. Satu porsi untuk keluarga inti, satu porsi untuk kerabat, satu porsi lainnya yang terbanyak untuk disumbangkan kepada fakir miskin.

Baca juga:  Ini 5 Paradigma Tahlil Modern Versi Muhammadiyah

5. Tradisi Silaturahim

Biasanya, perayaan idul Adha juga dapat ditandai dengan saling berkunjung ke rumah keluarga yang satu dengan yang lainnya. Keluarga yang muda bersilaturahim kepada yang keluarga yang tua. Sebagian mereka menghidangkan aneka menu makanan seperti opor, lontong sate, pecel, soto dan lain sebagainya.

Adapula yang membagi-bagikan angpau berupa uang untuk anak-anak, keponakan atau lainnya. Suasana silaturahim begitu hangat dan sangat erat dalam perayaan idul Adha.

Bahkan di sebagian daerah ada yang memiliki tradisi mudik (pulang kampung) untuk kembali bersua dan bersilaturahim dengan anggota keluarganya.

Komentar

Toni Pransiska

Toni Pransiska

Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat ini sedang menyelesaikan program doktor di kampus yang sama.
Toni Pransiska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *