Ini Terjemahan Qasidah Sa’duna Kesukaan Mbah Moen

  • 59
  •  
  •  
  •  
    59
    Shares

DatDut.Com – Kalian tau nggak qasidah apa yang sangat disukai oleh Mbah Moen? Ya, qasidah Sa’duna Fii Dunya salah satunya.

Sa’duna Fii Dunya merupakan qasidah istigasah (memohon pertolongan kepada Allah) dengan perantara Sayidah Khadijah dan Sayidah Fatimah ra.

Qasidah ini juga ditambahi oleh Sayid Muhammad Alawi al-Maliki di awal dengan ajaran suara yang beliau dengar di Ma’la, dan diriwayatkan oleh Syekh Maimoen Zubair Sarang.

Mungkin ada beberapa di antara kita yang belum tau, apa sih alasan Mbah Moen menyukai qasidah tersebut?

Pasti banyak alasan yang dimiliki oleh Mbah Moen mengenai qasidah tersebut sehingga beliau menyukainya. Beberapa alasan di antaranya adalah makna yang terkandung dalam qasidah tersebut sangatlah indah.

Sehingga bagi para pendengar yang memahami qosidah tersebut, hatinya akan merasa tenang, tenteram, dan damai. Tidak heran jika Mbah Moen merasa sangat bahagia apabila dilantunkan qasidah Sa’duna Fii Dunya.

Kalau seorang ulama seperti Mbah Moen saja sangat meyukai qasidah tersebut, mengapa kita tidak? Nah untuk itu, mari kita ulas bersama-sama makna yang terkandung di dalamnya!

ﺳَﻌْﺪُﻧَﺎ فِي اﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻮْﺯُﻧَﺎ فِي الْأُﺧْﺮَﻯ * ﺑِﺨَﺪِﻳْﺠَﺔَ ﺍﻟْﻜُﺒْﺮَﻯ ﻭَﻓَﺎﻃِﻤَﺔَ ﺍﻟﺰَّﻫْﺮَﺍ

Kebahagiaan kami di dunia, keberuntungan kami di akhirat dengan perantara Khodijah al-Kubra dan Fathimah az-Zahra.

ﻳَﺎ ﺃُﻫَﻴْﻞَ ﺍﻟْﻤَﻌْﺮُﻭْﻑ ﻭَﺍﻟْﻌَﻄَﺎ ﻭَﺍﻟْﻤَﺄْﻟُﻮْﻑ * ﻏَﺎﺭَﺓً ﻟِﻠْﻤَﻠْﻬُﻮْﻑ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Wahai pemilik kebaikan dan pemberian yang disukai, berikanlah sesuatu kepada orang yang berduka. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

ﻳَﺎ ﺃُﻫَﻴْﻞَ ﺍﻟْﻤَﻄْﻠُﻮْﺏ ﻭَﺍﻟْﻌَﻄَﺎ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻫُﻮْﺏ * ﻧَﻔْﺤَﺔً ﻟِﻠْﻤَﻜْﺮُﻭْﺏ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Wahai pemilik hal yang dicari dan pemberian yang diberikan, berikanlah sesuatu kepada yang bersedih. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

ﻳَﺎ ﺃُﻫَﻴْﻞَ ﺍﻟْﺈِﺣْﺴَﺎﻥْ ﻭَﺍﻟْﻌَﻄَﺎ ﻭَﺍﻟْﻐُﻔْﺮَﺍﻥْ * ﻋَﻄْﻔَﺔً ﻟِﻠْﺠِﻴْﺮَﺍﻥْ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Wahai pemilik kemurahan hati, pemberian, dan ampunan, kasihanilah tetangga dekat. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

ﻳَﺎ ﺃُﻫَﻴْﻞَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻌَﺎﺩْ ﻭَﺍﻟْﻌَﻄَﺎ ﻭَﺍﻟْﺈِﺭْﻓَﺎﺩْ * ﻏَﺎﺭَﺓً ﻟِﻺِﺳْﻌَﺎﺩْ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Wahai pemilik kebahagiaan, pemberian, dan pertolongan, berikanlah sesuatu kepada pencari kebahagiaan. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

Baca juga:  Ngaji di Kantor, Perlukah?

ﻳَﺎ ﺃُﻫَﻴْﻞَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻌَﺎﻑْ ﻭَﺍﻟْﻌَﻄَﺎ ﺫِﻱْ ﻫُﻮْ وَاﻑْ * ﺃَﻣْﻨَﺔً ﻟِﻠْﻤُﺨْﺘَﺎﻑْ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Wahai pemilik bantuan dan pemberian yang mencukupi, berikanlah keamanan kepada orang yang takut. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

ﻳَﺎ ﺃُﻫَﻴْﻞَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫَﺎﺕْ ﻭَﺍﻟْﻤِﻨَﺢْ ﻟِﻠْﻔَﺎﻗَﺎﺕْ * ﺍَﻟﺪَّﺭْﻙْ ﻭَﺍﻟْﻐَﺎﺭَﺍﺕْ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Wahai pemilik kemuliaan, pemberian bagi orang-orang miskin, capaikanlah pemberian-pemberian tersebut. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

ﻳَﺎ ﺃُﻫَﻴْﻞَ ﺍﻟْﻬِﻤَّﺎﺕْ ﻳَﺎ ﺭِﺟَﺎﻝَ ﺍﻟْﻌَﺰَﻣَﺎﺕْ * ﻳَﺎ ﺭِﺟَﺎﻝَ ﺍﻟْﺤَﻤَﻠَﺎﺕْ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Wahai pemilik kekuatan, wahai wali-wali yang memiliki kesabaran, wahai wali-wali yang membawa (ilmu syariat). Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

ﻳَﺎ ﺍﻫْﻞَ ﺑَﻴْﺖِ ﺍﻟْﻤَﺨْﺘَﺎﺭْ ﻋَﺎﻟِﻴِّﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤِﻘْﺪَﺍﺭْ * ﺍِﺷْﻔَﻌُﻮْﺍ ﻟِﻠْﻤُﺤْﺘَﺎﺭْ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Wahai keluarga Nabi yang terpilih yang tinggi-tinggi derajatnya, berikanlah syafaat kepada orang yang bingung. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

ﻳَﺎ ﺍﻫْﻞَ ﺑَﻴْﺖِ ﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱْ ﻗُﺪْﻭَﺗِﻲْ ﻭَﺍﺳْﻴَﺎﺩِﻱْ * ﺃَﺟْﺰِﻟُﻮْﺍ ﻟِﻲْ ﺯَﺍﺩِﻱْ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Wahai keluarga Nabi yang memberi petunjuk, panutanku, dan pemimpinku, limpahkanlah bekal bagiku. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

ﻗَﺪْﺭُﻛُﻢْ ﺭَﺍﻓِﻊْ ﻋَﺎﻝْ ﻭَﻋَﻄَﺎﻛُﻢْ ﻫَﻄَّﺎﻝْ * ﻭَﺳَﻨَﺎﻛُﻢْ ﻫَﻴَﺎﻝْ ﺃَﺭْﺳِﻠُﻮْﺍ ﻟِﻲْ ﻧَﻬْﺮَﺍ

ﻗﺪﺭﻛﻢ ﺭﺍﻓﻊ ﻋﺎﻝ * ﻭﻋﻄﺎﻛﻢ ﻫﻄﺎﻝ

Derajat kalian tinggi sekali dan pemberian kalian mengalir terus menerus. Kemuliaan kalian adalah curahan bagiku. Datangkanlah sungai untukku.

ﺃَﻧْﺘُﻤُﻮْﺍ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱْ ﺟُﻮْﺩُﻛُﻢْ ﻳَﺸْﻔِﻲْ ﺍﻟْﺒَﺎﺱْ * ﺍِﺷْﻔَﻌُﻮْﺍ ﻟِﻠْﻘَﺴَّﺎﺱْ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Kalian ialah sebaik-baiknya manusia, kebaikan kalian bisa menyembuhkan penyakit. Berikanlah syafaat kepada tukang fitnah. Sungguh kalian lebih mengerti dirinya.

ﺑِﺨَﺪِﻳْﺠَﺔَ ﺃُﻣِّﻲْ ﺫِﻱْ ﺗُﺠَﻠِّﻲْ ﻫَﻤِّﻲْ * ﺃَﺟْﺰِﻟِﻲْ ﻗَﺴَﻤِﻲْ ﺇِﻧَّﻚِ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

ﺑﺨﺪﻳﺠﺔ ﺃﻣﻲ * ﺫﻱ ﺗﺠﻠﻲ ﻫﻤﻲ

Dengan perantara Khadijah, yaitu ibuku yang menghilangkan kesusahanku. Limpahkanlah bagianku. Sungguh engkau lebih mengerti diriku.

ﻭَهَتْفِيْ ﺑِﺎﻟﺰَّﻫْﺮَﺍ ﺫِﻱْ ﺗَﻌَﺎﻟَﺖْ ﻗَﺪْﺭًﺍ * ﻭَﺗَﺠَﻠَّﺖْ ﺑَﺪْﺭًﺍ ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

ﻭﻫﺘﻔﻲ ﺑﺎﻟﺰﻫﺮﺍ * ﺫﻱ ﺗﻌﺎﻟﺖ ﻗﺪﺭﺍ

Ku memanggil perantara (Fathimah) az Zahro yang luhur derajat beliau dan yang menjelma seperti rembulan. Sungguh beliau lebih mengerti dirinya.

ﻭَﺃَﺑِﻴْﻬَﺎ ﺍﻟْﻤُﺨْﺘَﺎﺭْ ﻭَﺍﻟْﻤُﺼَﺎﺣِﺐْ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﻐَﺎﺭْ * ﻭَﻋَﻠِﻲِّ ﺍﻟْﻜَﺮَّﺍﺭْ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﺑِﻪْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Baca juga:  Ekspedisi Dakwah Darussunnah di Tanah Papua

Dan ayahnya, Nabi yang terpilih serta (Abu Bakar) orang yang menemani di gua dan Ali al-Karror. Merekalah orang-orang yang lebih mengerti dirinya.

وَاﻫْﻞِ ﺷِﻌْﺐِ ﺍﻟْﻤَﻌْﻠَﺎﻩْ ﻭَﻟِﻠْﻤِﻨَﻰ ﻓِﻲْ ﻋُﻠَﺎﻩْ * ﺣَﻲُّ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟَﺎﻩْ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﺑِﻲْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Dan penduduk negeri Ma’la serta Mina yang tinggi derajatnya. Hiduplah mereka, para pemimpin. Sungguh merekalah yang lebih mengerti diriku

ﻭَﺑِﺤَﻖِّ ﺍﻟﺴِّﺒْﻄَﻴْﻦ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻲْ ﻧُﻮْﺭِ ﺍﻟْﻌَﻴْﻦ * ﻭَﺑِﺠَﺎﻩِ ﺍﻟْﻌَﻤَّﻴْﻦ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﺑِﻲْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Dan perantara dua cucu Nabi yang menjadi cahaya pelita dan dengan perantara pangkat dua paman Nabi. Sungguh merekalah yang lebih mengerti diriku.

ﻭَﺑِﺬَﺍﺕِ ﺍﻟْﻌِﻠْﻤَﻴْﻦ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔْ ﻧُﻮْﺭِ ﺍﻟْﻌَﻴْﻦ * ﺯَﻭْﺝِ ﺧَﻴْﺮِ ﺍﻟْﻜَﻮْﻧَﻴْﻦ ﺇِﻧَّﻬَﺎ ﺑِﻲْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Dan dengan perantara pemilik dua ilmu (dunia & akhirat), ‘Aisyah cahayanya pelita, yang menjadi istri sebaik-baiknya manusia di dua alam (jin & manusia). Sungguh beliau yang lebih mengerti diriku.

ﻭَﺑَﻘِﻴَّﺔِ ﺍﻟْﺄَﺯْﻭَﺍﺝْ ﻃَﻴِّﺒَﺎﺕِ ﺍْﻵﺭَﺍﺝْ * ﻣُﻐْﻨِﻴَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﺤْﺘَﺎﺝْ ﺇِﻧَّﻬُﻦْ ﺑِﻲْ ﺃَﺩْﺭَﻯ

Dan perantara semua istri Nabi, wanita-wanita yang bagus dan wangi, yang memberi kecukupan bagi orang yang membutuhkan. Sungguh merekalah yang lebih mengerti diriku.

Nah teman-teman, maksud dari qasidah ini adalah kita memohon pertolongan Allah SWT dengan perantara keluarga Nabi Muhammad SAW, yaitu Sayidah Khadijah dan Fatimah ra.

Ayo perbanyak selawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW dan keluarganya agar kita mendapatkan syafaat di hari kiamat kelak.

Karena menurut Mbah Moen, siapa pun yang mencintai keluarga Nabi, maka dia pasti mendapatkan cinta Nabi Muhammad SAW. Masyaallah.

100 %
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Iip Latifah

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Iip Latifah
  •  
    59
    Shares
  • 59
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close