• 38
  •  
  •  
  •  
    38
    Shares

DatDut.Com – PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) adalah kebiasaan yang ajeg terjadi sebelum peserta didik diterima di sebuah sekolah tertentu.

Hal ini pasti dilakukan oleh setiap lembaga pendidikan, baik sekolah swasta maupun negeri. Masing-masing selalu berupaya mendapatkan peserta didik pada setiap ajaran baru. Tak jarang masing-masing memiliki perbedaan dalam model rekrutmen peserta didik baru.

Lembaga pendidikan yang memang sudah memiliki integritas biasanya berbeda pola rekrutmennya dengan lembaga pendidikan yang baru mulai merintis yang umumnya terjadi di daerah perdesaan.

Umumnya di kota dengan jumlah banyaknya penduduk, maka dipastikan sekolah mendapatkan jumlah calon peserta didik baru dengan jumlah yang banyak juga.

Namun sebaliknya, di daerah perdesaan yang terkadang sekolah dengan mengingat jumlah penduduk yang lebih sedikit dengan yang ada di kota, maka sekolah yang ada di desa berusaha berlomba-lomba untuk mencari siswa untuk dapat masuk ke sekolahnya.

Berbagai macam cara dilakukan oleh beberapa sekolah untuk mendapatkan siswa. Berikut beberapa strategi sekolah dalam mendapatkan siswa baru, yang umumnya terjadi di berbagai daerah:

1. Jual Mahal

Sekolah cukup membuka waktu pendaftaran dan penutupan saja. Sekolah yang seperti ini memang sudah memiliki kualitas.

Tak banyak yang dilakukan oleh sekolah seperti ini. Bahkan kadang belum dimulai pendaftaran peserta didik baru, sekolah jenis ini sudah tidak menerima siswa lagi dikarenakan kuota untuk memenuhi kelas sudah terpenuhi.

Baca juga:  Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, Sekolah Laboratorium di Lingkungan Kemenag

Umumnya memang sekolah seperti ini memang sudah membuka pendaftaran lebih awal sehingga para siswa pun berebut untuk mendaftarkan diri.

Sekolah seperti ini sudah memiliki integritas tinggi, kelengkapan sarana prasarana, guru yang berkompeten di bidangnya dan yang tampak terlihat dari tingkat akreditasi sekolah tersebut yang rata-rata memiliki akreditasi A.

2. Maksimalkan Promosi Sekolah

Sekolah dalam melakasanakan proses rekrutmen para peseta didik baru dengan cara mempromosikan sekolahnya. Sekolah jenis ini biasanya menggeber promosi sekolahnya melalui berbagai media.

Semua media dipakai, baik media cetak seperti koran, media audio seperti radio, maupun memasang tulisan-tulisan di tempat-tempat tertentu. Tujuanya pasti mengajak para masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya di sekolah tersebut.

Selain itu, sekolah juga menyosialisasikan ke berbagai sekolah tingkat sebelumnya dengan membawa para siswanya, memperkenalkan sekolah dan menyebarkan brosur miliknya.

3. Memberi Iming-iming dengan Kompensasi Tertentu

Upaya yang dilakukan sekolah yang ketiga ini sama persis dengan yang dilakukan sekolah yang kedua, janya ada sedikit perbedaan saja.

Jika sekolah yang kedua hanya sekedar mempromosikan sekolah yang dimiliki, sementara sekolah yang ketiga ini hingga sampai adanya sebuah perjanjian atau iming-iming yang diberikan kepada pihak sekolah.

Baca juga:  MAN Insan Cendekia Serpong, Madrasah dengan Prestasi Internasional

Bahkan, ada juga yang sampai pada memberi harga terhadap setiap siswanya ketika mau masuk di sekolah tersebut.

Tentu strategi yang ketiga ini tak patut ditiru. Sebagai upaya menambah minat masyarakat dan menjaga eksistensi siswa yang mendaftarkan diri ke sekolah, tidak perlulah sampai melakukan hal-hal seperti itu.

Yang semestinya dilakukan adalah senantiasa menjalankan manajemen mutu yang baik, terutama melakukan pelayanan prima, termasuk sikap (attitude) kepada pelanggan, perhatian (attention) kepada pelanggan, dan tindakan (action) yang dilakukan kepada pelanggan pendidikan, termasuk siswa, orangtua siswa, guru dan staf serta mayarakat umum.

Komentar

Supangat

Supangat

Guru di MTs Nurul Huda Sukaraja, Ketua Pembina Yayasan Nurul Mustaqim Bandar Jaya, dan Tenaga Pendidik dan Kependidikan di STKIP Nurul Huda Sukaraja.
Supangat
  •  
    38
    Shares
  • 38
  •  
  •  

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.