Ini Sosok Pencetus Prodi Tafsir Hadis di Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Program studi Tafsir Hadis, merupakan salah satu program studi yang cukup banyak peminatnya. Baik di UIN Jakarta maupun di kampus-kampus lain yang berbasis agama.

Tak salah lagi, yang menjadi daya tariknya adalah tafsir al-Quran dan hadis yang mana keduanya merupakan pegangan wajib bagi umat Islam.

Namun, tahukah kita siapa yang pertama kali mencetuskan Prodi Tafsir Hadis ini?

Ya, beliau adalah Said Agil Husin Al-Munawwar. Salah satu dosen aktif di UIN Jakarta yang juga mantan Menteri Agama RI pada Kabinet Gotong Royong.

Said Agil Al-Munawwar lahir di Palembang, 26 Januari 1954. Beliau merupakan anak dari pasangan Sayyid Husin bin Agil Ahmad Al Munawar dan Syarifah Sundus binti Muhammad Al Munawar.

Adanya kata Al-Munawwar yang dicantumkan pada akhir namanya menjadi ciri bahwa beliau adalah keturunan Waliyullah Aqil bin Alwi Al-Munawwar dari Hadramaut, Yaman.

Baca juga:  Ada yang Begitu Memuja, tapi Ada juga Sangat Membenci Dr. Zakir Naik

Keturunan Waliyullah Aqil inilah yang nantinya berkembang dan membentuk sebuah perkampungan arab di Palembang yang kemudian dikenal dengan sebutan Kampung Arab Al-Munawwar, tempat dimana Said Agil tumbuh dan berkembang.

Said Agil memulai pendidikan formalnya di Madrasah Ibtidaiyah Munawariyah 13 Ulu, Palembang tahun 1966. Beliau terus melanjutkan pendidikannya hingga ke bangku perkuliahan.

Sebelum ke Arab Saudi beliau sempat menyelesaikan perkuliahan dan memperoleh gelar sarjana muda di IAIN Raden Fatah, Palembang tahun 1974.

Said Agil berhasil mendapatkan gelar doktornya di Universitas Ummul Quro Makkah tahun 1987, tempat dimana beliau juga mendapatkan gelar Master of Art (MA) tahun 1983.

Saat beliau tiba di Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan di Arab Saudi, beliau melapor ke Kementrian Agama, kemudian diminta untuk menetap di Jakarta.

Pada tahun 1989 beliau dipercaya sebagai dosen tetap di IAIN Jakarta (sekarang UIN Jakarta) untuk memikirkan sebuah jurusan baru, yaitu Jurusan Tafsir Hadis.

Baca juga:  Ini 5 Perjalanan Hidup Abuya Dimyati Banten yang Perlu Diteladani

Setelah selesai menyusun silabusnya, beliaupun diangkat menjadi Ketua Jurusan pada tahun 1990.

Jurusan ini pun terus beliau kembangkan hingga pada tahun 1998 beliau mengundurkan diri sebagai Ketua Jurusan dan memilih untuk mengajar saja di jurusan tersebut.

Sosok yang terkenal dengan suara merdunya ini kini aktif menjadi pengajar di berbagai universitas dan perguruan tinggi. Beliau juga seringkali tampil sebagai dewan hakim pada lomba-lomba MTQ baik Nasional maupun Internasional.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi

Latest posts by Muhammad Sholahudin Al-Ayyubi (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close