Ini Rektor UIN Jakarta yang Berpidato di Hadapan Raja Maroko

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Namanya Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, M.A. Lahir di Kairo pada tanggal 22 Desember 1963 dari keluarga akademis.

Ibunya Prof. Nabilah Lubis yang berhasil mencapai kesuksesan luar biasa hingga mengantarkan empat anaknya dalam bidangnya masing-masing seperti ilmuwan, birokrat, entertainer, dan aktivis pergerakan Islam.

Amany Lubis, nama populernya adalah salah satu wanita muslimah yang sangat dikagumi karena kecerdasan dan kecakapan yang dimiliki.

Beliau menguasai berbagai bahasa seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, sudah mengelilingi 30 negara di 5 benua, dan salah satu wanita Indonesia yang pernah berpidato di hadapan Raja Maroko. Wah, sangat menarik bukan?

Pengalaman pendidikan yang beliau lalui dimulai dari SD, SMP, dan SLTA, hingga menyelesaikan S1-nya di Universitas Al-Azhar Kairo pada Jurusan Sastra Inggris dan tamat memperoleh Licence (Lc.) tahun 1998.

Pada tahun 2002, beliau memperoleh gelar doktor bidang Sejarah Kebudayaan Islam pada Program Studi Pengkajian Islam dari sekolah pascasarjana UIN Jakarta.

Baca juga:  Dr. Syairozi Dimyati, Dekan Berkarisma dan Inspiratif

Karir akademiknya dimulai sebagai dosen pegawai negeri sipil (PNS). Kemudian beliau menjabat sebagai pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta (2003-2009).

Selain mengajar di UIN Jakarta, sejak tahun 2009 hingga sekarang beliau juga tercatat sebagai pengajar di Sekolah Kajian Stratejik dan Global pada Program Studi Kajian Kawasan Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia (UI).

Setelah mengetahui beberapa pengalaman pendidikan beliau, ada satu hal sangat menarik yang harus kalian tahu. Apa itu?

Sekarang beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta.

Pelantikannya diresmikan pada tanggal 7 Januari 2019 oleh Menteri Agama. Maka, jabatan rektor beliau dimulai pada tahun 2019 hingga tahun 2023.

Selain sebagai akademisi, beliau juga tercatat memiliki banyak pengalaman di organisasi baik nasional maupun internasional.

Di antaranya adalah Ketua Umum Majelis Ilmuwan Muslimah Indonesia (2014-2018), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Perempuan (2015-2010), dan Anggota Board of Trustees Forum for Promoting Peace in Muslim Societies, Abu Dhabi (2016-2010).

Baca juga:  Ini 5 Pesan Penting Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub Sebelum Wafat

Beliau memiliki karya yang sangat menarik loh! Di antaranya adalah Sistem Ketatanegaraan pada Masa Umar Ibnu Khattab, Juhwad Shalahudin Al-Ayubi fi Al-Hurub Al-Shalabiyah, dan Relevansi Gerakan Feminisme dengan Peran Politik Perempuan dalam Islam.

Semua ini setidaknya membuktikan bahwa wanita juga bisa berkarir dengan sukses baik dalam segi akademik maupun non-akademik, baik dalam skala nasional maupun internasional.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Iip Latifah

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Iip Latifah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close