Ini Fakta-fakta Begitu Romantisnya Nabi Muhammad yang Patut Ditiru

  • 23
  •  
  •  
  •  
    23
    Shares

DatDut.Com – Nabi Muhammad Saw. dikenal sebagai pemimpin multidimensi. Tidak banyak yang tahu sisi romantis perlakuan Nabi pada keluarganya, terutama pada istri-istrinya. Berikut beberapa contohnya:

1. Membukakan Pintu Kendaraan atau Rumah untuk Istrinya

Diriwayatkan bahwa Rasulullah duduk di samping di samping untanya. Ia meletakkan lututnya, lalu Shafiyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau hingga ia bisa naik ke atas unta. Perlakuan itu diterimanya sejak perjumpaannya sepulang dari Khaibar (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Mencium Istri Sebelum dan Sepulang Pergi

Aisyah bercerita bahwa Rasulullah mencium salah seorang istrinya lalu beliau pergi ke masjid untuk shalat tanpa memperbarui wudhu.

3. Makan Sepiring Berdua

Aisyah menuturkan bahwa suatu ketika aku sedang minum. Saat itu aku sedang dalam keadaan haid. Kemudian aku memberikan minuman tersebut kepada Rasulullah. Ia menempelkan mulutnya persis di tempat bekas aku minun. Pernah pula beliau makan pada daging bekas gigitanku.

4. Berlemah-lembut dan Menemani Istri kala Sakit

Aisyah bersaksi bahwa Rasulullah adalah sosok yang penyayang dan lembut. Ia sangat penyayang dan lembut ketika istrinya sakit.

5. Bersenda Gurau dan Membangun Keakraban

Diriwayatkan bahwa Rasulullah itu sosok yang paling banyak bergurau bersama istri-istrinya. Dengan kata lain, beliau bukanlah orang yang kaku dan kasar kepada keluarganya tetapi banyak bercanda, bergurau dan bergembira.

Aisyah pernah bercerita bahwa suatu hari, Saudah mengunjungi kami sementara Rasul duduk di antara diriku dan kakinya. Sebelah kaki beliau berada di pangkuanku dan sebelahnya lagi berada di pangkuan Saudah.

Lalu aku membawakan makanan yang terbuat dari tepung dan air susu untuk Saudah seraya berkata, “Makanlah.” Saudah menolak sembari berkata, “Aku lagi tidak selera makan.”

Lalu aku berkata, “Demi Allah, makanlah atau aku akan melumuri wajahmu (sebagai upaya untuk membujuk makan).” Saudah tetap menolaknya seraya berkata, “Aku tak akan mencicipinya.”

Lalu aku ambil makanan itu dari mangkuk yang besar dan aku lumurkan ke wajah Saudah. Rasulullah tertawa lalu mengangkat kakinya dari pangkuan Saudah agar bisa membalasku. Beliau berkata kepadanya, “Lumurilah muka Aisyah!” Lalu Saudah mengambil makanan itu lantas melumurkannya ke wajahku. Rasulullah pun kembali tertawa melihat tingkah kami.

6. Tetap Romantis dan Akrab dengan Istri yang Sedang Haid

Aisyah meriwayatkan ketika ia mendapatkan giliran bersama Rasulullah. Hawa dingin mengusiknya ia memintaku agar menghangatkannya padahal akh sedang haid.

Beliau berkata, “Meskipun engkau sedang haid, singkapkanlah kedua pahamu.” Aku buka kedua pahaku lalu beliau meletakkan pipi dan kepalanya di atas kedua pahaku, aku mendekapnya hingga merasa hangat dan tertidur.”

Baca juga:  Anda Wanita Berjilbab Lebar? Perhatikan 5 Hal Ini Demi Keamanan Anda Saat Naik Sepeda Motor

Diriwayatkan pula bahwa Rasul pernah mengulang hafalannya, sementara kepalanya berada di pangkuan Aisyah, padahal waktu itu ia sedang haid.

7. Mandi Bersama

Aisyah bercerita kalau ia pernah mandi junub bersama Rasulullah dalam satu bejana. Mereka saling rebutan mengambil air (bercanda) seraya berkata, “Sisakan air untukku.”

Riwayat lain menyebut keduanya saling bercidukan berebut air mandi. Diriwayatkan juga setiap kali Rasul mandi junub beliau datang menghangatkan diri denganku dan memelukku, sedangkan aku belum mandi junub.

8. Mengajak Istri Makan di Luar

Anas bin Malik meriwayatkan Rasulullah pernah diundang makan oleh tetangganya seorang Persia. Rasul bertanya kepadanya apakah Aisyah juga diajak, tetangganya mengatakan tidak, kalau begitu aku tidak datang kata Rasul.

Undangan tersebut tiga kali dan yang terakhir tetangganya juga mengundang Aisyah. Oleh karenanya Rasul pun menghadiri undangan makan tersebut bersama istri tercintanya.

9. Saling Membersihkan setelah Bersenggama

Menurut Aisyah, “Istri yang cerdas harus peka menyediakan bagi suami dan dirinya secarik kain untuk membersihkan sperma setelah bersenggama.”

10. Bersandar di Dada Istri dan Tidur di Atas Pahanya

Aisyah meriwayatkan, “Ketika maut menghampiri Rasulullah kepala beliau di pangkuanku. Sesekali pingsan, sesekali sadar seraya pandangannya tertuju ke atas sembari berdoa, ‘Ya Allah pertemukan aku dengan komunitas orang-orang yang mulia yaitu para sholihin di surga tertinggi.`”

11. Suami Istri Tidur Berpelukan

12. Mengajak Istri Bepergian ke Luar Kota

Aisyah meriwayatkan kalau Rasulullah hendak bepergian, beliau suka mengundi siapa istrinya yang akan menyertainya.

13. Menyuapi Istri

Rasulullah bersabda, “Sejatinya apa pun yang kamu nafkahkan adalah termasuk suapan yang kamu suapkan ke mulut istrimu.”

14. Sering Mencium Istri

Aisyah meriwayatkan bahwa Rasul bahkan pernah menciumnya saat beliau berpuasa.

15. Suami Mengantar Istri Keluar

Shafiyah binti Huyai istri Rasulullah berkata, “Rasulullah sedang iktikaf lalu aku menjenguknya di malam hari. Aku berbincang dengannya. Aku berdiri untuk pamit pulang. Beliau ikut berdiri bersamaku seraya berkata, ‘Jangan terburu-buru hingga aku mengantarmu.'”

16. Pasutri Berjalan-jalan di Malam Hari

Aisyah pernah bercerita kalah ia pernah diajak keluar malam oleh Rasulullah sambil berbincang-bincang.

17. Istri Menyisir Rambut Suaminya

Aisyah berkata, “Sewaktu Rasulullah beriktikaf, beliau mendekatkan kepalanya kepadaku. Lalu aku menyisirnya sedang aku dalam keadaan haid.”

18. Istri Menyeprotkan Parfum ke Badan Suaminya

Aisyah berkata, “Aku menaburkan wewangian ke badan Rasulullah lalu beliau menemui istri-istrinya. Lalu beliau berihram dan semerbaklah bau wangi itu.”

Baca juga:  Ini 8 Manfaat dan Hikmah Mengapa Wanita Menstruasi Setiap Bulan

Ia juga berkata. “Aku telah meminyaki Rasulullah dengan minyak terbaik.”

19. Ungkapan Cinta dan Panggilan Sayang Setiap Hari

Rasul acap kali memanggil Aisyah dengan “wahai Humaira” tasghir (bentuk deminutif) dari hamra’ yang artinya merah muda, suatu bentuk memanjakan dan sayang.

Terkadang beliau memanggilnya dengan “wahai Aisy”, membuang huruf terakhir atau disebut tarkhim, guna menunjukkan kemanjaan dan sayang.

Rasul bersabda, “Wahai Aisy dapat salam dari Jibril.” Aisyah menjawab, “Baginya salam, rahmat dan berkah Allah.”

21. Suami-Istri Membiasakan Olahraga

Aisyah bercerita, “Aku keluar bersama Rasul dalam perjalanan. Saat itu aku masih langsing. Kami berhenti di rest area. Beliau berkata ke para sahabatnya, ‘Jalanlah kalian terlebih dahulu.’ Lalu, beliau mengajakku berlomba, ‘Kesini ayo lomba lari.’

Aku mengalahkannya. Di waktu lain kami keluar lagi di suatu perjalalanan, aku sudah tak langsing lagi. Kami berhenti di rest area. Beliau berkata ke para sahabatnya, ‘Majulah kalian.’

Beliau kembali mengajakku berlomba lari seperti dulu. ‘Yuk kita lomba lari lagi!’ Aku lantas berkata, ‘Bagimana aku bisa lomba lari denganmu, sedang,kan badanku sudah seperti ini!’

Beliau menjawab, ‘Engkau pasti bisa.’ Kami pun jadi lomba. Kali ini beliau yang menanf. Beliau menepuk bahuku sambil berkata, ‘Ini adalah balasan dari lomba lari yang dulu.'”

22. Memberikan Kesenangan kepada Istri

Ada perempuan menghadap Rasul kemudian beliau bersabda, “Wahai Aisyah tahukah engkau siapa orang ini?” “Tidak, wahai Rasul.”

“Ini adalah budak yang pandai bernyanyi berasal dari bani fulan. Maukah engkau bila ia bernyanyi untukmu?”

“Ya,” jawab Aisyah. Lantas beliau memberikan sebuah talam kepada penyanyi itu untuk bernyanyi.

23. Memperhatikan Perasaan Istri

Diriwayatkan Rasulullah melewati kamar istri-istrinya, lalu mengucapkan salam kepada mereka dengan ucapan “semoga keselamatan tercurah kepadamu. Apa kabar wahai penghuni rumah?” Mereka menjawab “Baik, wahai Rasulullah. Bagaimana kabar istri barumu?” Beliau jawab, “Baik.”

Disarikan dari buku Muhammad The Super Leader Super Manager karya Ust. Syafi’i Antonio.

 

Komentar

Alvian Iqbal Zahasfan

Alvian Iqbal Zahasfan

Kandidat doktor pada Universitas Dar El hadith El Hassania, Rabat, Maroko. Pernah jadi santri di Ponpes Nurul Jadid Paiton-Probolinggo, Ponpes Al-Ghazali Karangrejo-Tulung Agung, PIQ Singosari-Malang, Al-Ma’had Darus-Sunnah Al-‘Dauli li Ulumil Hadis Jakarta.
Alvian Iqbal Zahasfan
  •  
    23
    Shares
  • 23
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *