Ini Alasan Pernikahan Beda Agama Haram

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Tahu nggak sih kalian perkara apa yang bisa tapi nggak boleh? Jawabannya adalah pernikahan beda agama. Kenapa nggak boleh? Karena dalam Islam hukumnya adalah haram.

Siapa sih yang nggak mau menikah? Tidak bisa dipungkiri, semua orang pasti ingin menikah. Iya toh? Karena menikah merupakan tujuan hidup seseorang untuk memiliki pasangan yang bisa membuat hidup terasa lebih bahagia. Ciyee..

Bahkan dalam Islam pun, menikah termasuk menyempurnakan setengah dari agama. Karena rasa cinta yang timbul dari dalam hati adalah sebuah fitrah yang dirasakan oleh seluruh manusia, maka perasaan itu ada diantara lawan jenis.

Hingga akhirnya demi mengatasnamakan cinta, pernikahan beda agama terjadi bahkan salah satu di antara kedua pasangan ada yang rela pindah agama demi sebuah pernikahan.

Pastinya hal itu sering kita temui di kalangan masyarakat dan kalangan artis pun ikut andil dalam perkara ini. Sehingga, timbullah beberapa konflik adanya pernikahan agama dengan adanya pendapat yang pro dan kontra.

Apabila kita menilik dan mengamati hukumnya berdasarkan Quran dan Hadis tentu saja perkara itu sangatlah tidak boleh.

Dari pernyataan di atas, maka akan muncul beberapa pertanyaan. Kenapa ya pernikahan beda agama itu nggak boleh? Kalau emang hukumnya nggak boleh, terus kenapa faktanya banyak yang melakukan perkara itu?

Untuk itu kita harus tahu seluk-beluk mengenai hukum tentang pernikahan beda agama. Baik berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia atau dalam syariat Islam, kita harus tahu perbedaan hukumnya agar kita bisa membandingkan.

Baca juga:  Hasil Investigasi Lira Banten: Kasus Saeni Disetting untuk Agenda Terselubung

Berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia, sebetulnya tidak ada hukum khusus mengenai pernikahan beda agama. Namun, mengenai sahnya pernikahan adalah pernikahan yang dilakukan sesuai agama dan kepercayaannnya sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) UUP.

Dengan adanya pasal tersebut, berarti UUP (Undang-Undang Perkawinan) menyerahkan pada ajaran dari agama masing-masing.

Tetapi, dengan adanya pernyataan tersebut, muncul pertanyaan apakah agama yang dianut oleh masing-masing pihak tersebut membolehkan untuk dilakukannya pernikahan beda agama.

Nah, berarti belum ada kejelasan dong mengenai hukum pernikahan beda agama berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia?

Eits..tunggu dulu! Ternyata ada Putusan MA No. 1400 K/Pdt/1986 yang menyatakan bahwa Kantor Catatan Sipil saat itu diperkenankan untuk melangsungkan pernikahan beda agama.

Salah satu contohnya adalah pernikahan antara Andi Vonny Gani P (Islam) dengan Andrianus Petrus Hendrik Nelwan (Kristen). Dengan perkara tersebut berdasarkan pada putusan MA, maka pernikahan beda agama dianggap sah menurut hukum.

Sedangkan hukum pernikahan beda agama dalam syariat Islam berdasarkan Quran dan Hadis sudah jelas dan konkret bahwa perkara itu sangatlah tidak boleh.

Dalam Islam, menikah hukumnya sunah muakad (sangat dianjurkan). Karena menikah termasuk salah satu ibadah kepada Allah dengan menyempurnakan setengah dari agama.

Selain untuk menghasilkan keturunan, menikah juga menghindarkan diri dari perbuatan maksiat serta membuat hati terasa lebih tenteram. Jiah…

Akan tetapi untuk persoalan mengenai pernikahan beda agama, mayoritas ulama dari 4 mazhab, MUI, NU, dan Muhammadiyah telah sepakat bahwa hukumnya haram.

Baca juga:  Mantan Tim Sukses Jokowi-Ahok Ini Bongkar Kejanggalan Isu Perselingkuhan Habib Rizieq

Keharaman mengenai pernikahan beda agama berdasarkan dalil Quran surah Al-Baqarah ayat 221:

“Janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu.”

Dari ayat ini dapat kita pahami bahwa dalam Islam pernikahan beda agama sangatlah tidak boleh (haram). Sehingga apabila ada umat Muslim yang menikah dengan non-Islam hukumnya tidak sah menurut pandangan Islam.

Tetapi, ada juga loh sebagian dari kita mengganggap bahwa perbedaan agama bukanlah pengalang sebuah pernikahan.

Sehingga mereka yang pantang menyerah dalam memperjuangkan cintanya beberapa pasangan yang non-Islam rela pindah agama demi sebuah pernikahan yang sah. Iya toh?  

Nah, dengan perbedaan hukum di Indonesia dan syariat Islam mengenai pernikahan beda agama kita dapat menyimpulkan bahwa pernikahan beda agama hukumnya sah secara hukum di Indonesia dan tidak sah secara hukum syariat Islam.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Iip Latifah

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Iip Latifah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close