Ini 5 Tip agar Bisa Salat Tahajud dari Imam Ghazali

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Salat tahajud adalah satu bentuk penghambaan dalam variasi salat yang dilakukan sesudah tidur dulu meski hanya sebentar. Ibadah ini dikerjakan minimal ketika telah tiba waktu malam, tepatnya selepas salat isya.

Salat tahajud mempunyai banyak keistimewaan. Keistimewaannya pun beragam sesuai dengan kelas kita yang menjalankannya. Di antara keistimewaan yang pasti didapat adalah seperti yang dijanjikan Allah dalam firman-Nya, “Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke satu posisi yang terpuji,” (QS Al-Isra [17]: 79).

Keistimewaan minimal yang kita dapat adalah ketenangan jiwa dalam berkeluh-kesah dan bermunajat menghaturkan semua hajat kita kepada Sang Maha Pencipta. Keistimewaan maksimalnya tentu suatu kenikmatan yang sudah tidak lagi diungkapkan dengan kata-kata.

Hanya saja, untuk memperoleh keistimewaan itu, kita butuh usaha ekstra dalam meningkatkan tingkat demi tingkat kita. Dari yang asalnya tidak pernah melakukan salat tahajud meningkat menjadi pernah, dari yang pernah meningkat menjadi biasa, dari yang biasa meningkat menjadi rutin, bahkan hingga tahap bisa menikmatinya. Syukur-syukur bila kita mampu menghayati dan mengejawantahkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Untuk itu, kita butuh beberapa tip khusus dari para ahli yang sudah terlebih dulu mencapai tingkat yang lebih tinggi daripada tingkat kita. Imam Ghazali, sang hujjah al-Islam, dalam karya monumentalnya, Ihya ‘Ulumid Din, memberikan beberapa tip penting agar dapat melakukan salat tahajud dan menghidupkan waktu malam dengan berbagai variasi ibadah. Berikut 5 tip agar bisa bangun malam dan melaksanakan tahajud, yang 4 di antaranya berasal dari Imam Ghazali:

Baca juga:  Agar Hidup Bahagia, Amalkan 5 Nasihat Pujangga Jawa Ini

1. Tidak Berlebihan Makan dan Minum

Umumnya, orang yang biasa makan dan minum melebihi batas kebutuhannya akan sangat mudah terserang kantuk, untuk kemudian ia tertidur lelap. Pada gilirannya, ia akan kesulitan untuk bisa beranjak bangun dari tempat tidurnya karena sistem kerja tubuh ketika itu terpusat pada bagian perut. Tak ayal, ia tak bisa menyeimbangkan antara porsi tidur dan terjaga.

2. Tidak Terlalu Lelah

Kegiatan atau aktivitas yang berat akan hanya membebankan rasa lelah pada anggota tubuh, di samping akan melemahkan sistem saraf. Bila ini yang terjadi, maka akan sangat mudah kita tertidur pulas dan susah untuk bisa bangun kembali sesuai jadwal kita.

3. Tidur Qailulah

Tidur qailulah adalah tidur yang dilakukan pada waktu siang, umumnya dilakukan sebelum salat zuhur. Tidur di waktu ini juga dikerjakan sendiri oleh Nabi, lalu dianjurkan kepada umatnya untuk membantu memudahkan qiyamul lail, yang merupakan nama lain dari salat tahajud.

Baca juga:  Belajar Praktis Puasa Lahir-Batin dari Ihya Ulumiddin Karya Imam Ghazali

4. Tidak Melakukan Dosa di Siang Hari

Melakukan dosa di waktu siang, karena hal itu dapat mengeraskan hati dan menjauhkan diri dari berdekatan (taqarrub) pada-Nya serta menghalangi dari berbagai faktor yang bisa memudahkan meraih rahmat-Nya.

5. Tidak Tidur Terlalu Larut

Tidur terlalu larut juga dapat menghambat bisa bangun malam. Ini karena tubuh belum cukup waktu istirahatnya. Bagi yang jam tubuhnya telah mengikuti pola istirahat tertentu, tentu saja bangun malam bukan perkara mudah, apalagi bila pola itu tidak memasukkan tahajud sebagai salah satu bagian dalam ritmenya. Intinya, kalau mau tahajud, jangan tidur terlalu larut.

meashaKontributor: Measha | Penulis tetap DatDut.Com
Twitter: @measha

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close