Ini 5 Perempuan Berpengaruh dalam Hidup Nabi

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 1787

Waktu Baca2 Menit, 51 Detik

DatDut.Com – Cerita Nabi Muhammad Saw. tidak akan pernah berhenti dicarakan umat manusia di seluruh dunia. Nabi Muhammad Saw. terlahir dari rahim seorang ibu bernama Aminah. Muhammad Saw. kecil tidak merasakan kasih sayang penuh layaknya anak kecil pada umumnya.

Muhammad Saw. terlahir dalam keadaan yatim. Beliau tidak merasakan kasih sayang ayah, Abdullah, sama sekali. Bunda Aminah wafat enam tahun setelah kelahirannya. Konon nama Muhammad itu pemberian dari kakeknya, agar sosok yang diberi nama tersebut disanjung seluruh umat manusia di dunia.

Sejarah mencatat ada beberapa perempuan yang rela menyusui Muhammad Saw., dan merawatnya hingga beliau remaja. Paling tidak, ini 5 perempuan yang dalam sejarah yang berpengaruh dalam hidup Nabi, dari kecil hingga menikah dengan Khadijah. Berikut ulasannya yang diringkas dari beberapa kitab biografi (Tarajum ar-Ruwat):

1. Tsuwaibah al-Aslamiyah

Tsuwaibah merupakan budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi Muhammad Saw. Abu Lahab memerdekakan Tsuwaibah dari perbudakan karena gembira menyambut kelahiran keponakannya. Namun, menurut riwayat lain, Abu Lahab baru memerdekakan Tsuwaibah setelah Nabi hijrah ke Madinah.

Dalam sejarah, Tsuwaibah tercatat sebagai perempuan yang pernah menyusui Nabi setelah ibu Aminah. Saat itu, kebetulan Tsuwaibah memiliki anak kecil bernama Masruh yang masih menyusui. Konon, Tsuwaibah menyusui Nabi hanya dalam waktu sebentar, sekitar empat bulan.

2. Halimah as-Sa’diyah

Halimah as-Sa’diyah merupakan putri Abdullah bin Harits. Ayah Halimah biasa disebut Abu Dzuaib. Halimah as-Sa’diyah itu ibu susu Nabi Muhammad Saw. Halimah menggantikan posisi Tsuwaibah yang hanya dapat menyusui Nabi Muhammad Saw. hanya dalam waktu empat bulan.

Baca juga:  Ini 5 Pelajaran Berharga dari Kelakar Gus Dur

Saat itu Halimah juga sedang memiliki anak kecil yang masih menyusu, namun susunya tidak keluar banyak. Ketika Muhammad balita menyusu pada Halimah, air susu yang keluar pun banyak, bahkan lebih untuk dua orang anak.

3. Ummu Aiman

Dia adalah Barkah binti Tsa’labah, perempuan berkebangsaan Ethiopia (Habasyah). Dia merupakan budak yang dimerdekakan oleh Abdullah, ayah Rasulullah Saw. Barkah merupakan salah satu perempuan yang berjasa dalam merawat Nabi dari kecil hingga Nabi menikah dengan Bunda Khadijah.

Barkah menikah dengan pria bernama Ubaid bin Zaid al-Khazraji. Pernikahannya dikaruniai seorang anak diberi nama Aiman. Pada akhirnya, Barkah lebih terkenal dengan panggilan Ummu Aiman. Umur tidak ada yang menyangka, Rasulullah justru wafat lima bulan lebih dulu dari Ummu Aiman, sebagaimana disebutkan dalam Usudul Ghabah.

4. Shafiyah binti Abdul Muthalib

Shafiyah binti Abdul Muthalib adalah bibi Nabi Muhammad Saw. dari jalur ayah. Shafiyah merupakan perempuan yang pandai membuat syair sekelas Hasan bin Tsabit. Shafiyah pernah menikah dengan Harits bin Harb pada masa jahiliyah. Namun Harits bin Harb wafat mendahului Shafiyah.

Bibi Nabi ini, menikah lagi dengan Awam bin Khuwailid, kakak bunda Khadijah. Konon, Shafiyah pernah ikut bertempur bersama Nabi Muhammad Saw. pada perang Uhud, dan sempat menumpas beberpa musuh.

Baca juga:  Ini 5 Fatwa Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub yang Berkearifan Lokal dan Tak Berbau Arab

5. Fatimah binti Asad

Fatimah binti Asad itu istri Abu Thalib, paman Nabi dari ayah, yang juga ayah sahabat Ali. Menurut catatan sejarah, Abu Thalib orang yang merawat Nabi Muhammad Saw. setelah ibunya wafat. Ayah Ali ini, merawat Nabi bersama istrinya, Fatimah, dengan tulus dan kasih sayang.

Saat Fatimah wafat, Rasulullah takziah ke rumahnya dan kemudian mengantarkannya ke liang kubur. Setelah kuburan rampung dikeduk dan jasad Fatimah telah diletakkan di dalamnya, Rasulullah masuk ke dalam liang lahad dan berdoa untuk istri Abu Thalib tersebut.

“Allah zat yang menghidupkan dan mematikan. Ia Mahahidup tak akan mati. Ampunilah ibuku (bibi) Fatimah binti Asad, tuntunlah dia menjawab pertanyaan kubur, lapangkanlah peristirahatannya, dengan bantuan perantaraanku dan nabi-nabi sebelumku. Karena Engkau Maha Pengasih” (H.R. Thabrani).

harisPenulis : Ibnu Harish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Harish

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *