Ini 5 Keusilan Santri yang Buat Anda Ingat Masa-masa di Pesantren

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Dunia santri selain penuh keprihatinan dan ketekunan juga diselingi gelak tawa dan humor yang kadang keterlaluan. Kadang akibatnya juga berbahaya. Tapi semua itu mereka terima dalam gelak tawa. Tapi kalau sangat keterlaluan terkadang juga menyebabkan pertengkaran. Lihat saja keusilan yang berikut ini. Anda bisa ukur sampai sebatas mana Anda tak marah kalau dikerjai.

Tetapi, saat nanti para santri sudah berpisah dan kembali ke daerah masing-masing, keusilan itu justru menjadi kenangan terindah yang tak terlupakan. Sewaktu mereka bertemu kembali, cerita keusilan di masa lalu termasuk bumbu humor yang meramaikan pertemuan. Berikut ini 5 contoh keusilan santri yang mengundang tawa:

1. Sayur Sandal

Ini mungkin sangat keterlaluan. Tapi memang ini adalah kisah nyata yang saya dengar sewaktu pengajian di pondok. Dulu, waktu giliran masak saat kehabisan sayuran, ada santri yang mengakali keadaan itu dengan mengiris-iris sandal jepit. Sandal jepit diiris kecil-kecil mirip kulit. Setelah itu lalu dimasak dengan bumbu santan yang sedap.

Masak di dapur yang lampunya agak remang-remang membuat tampilan “sayur kulit” ini semakin tidak jelas. Setelah masak, para santri ini, mengajak rekan-rekan kelompoknya makan seperti biasanya. Merasakan kuah yang sedap plus kenyal-kenyal membuat mereka lahap makan. Tak dikisahkan bagaimana kelanjutannya apakah mereka sakit perut ataukah tidak. Hehehe.

2. Es Sandal

Masih tentang pemanfaatan sandal. Kalau yang ini saya dengar sendiri dari pelakunya yang saat ini sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi berbasis pesantren tahfizh di Jakarta. Semoga ia membaca tulisan ini.

Waktu itu, ia dan rekan sekelas di madrasah diniyah sedang mengadakan mayoran. Mayoran adalah acara masak-masak yang dilakukan santri dan atau makan bersama dengan menu istimewa dan berbeda dari biasanya. Kadang acara seperti itu adalah bagian dari keakraban ustad wali kelas dengan para siswanya. Biasanya pak ustad memberi uang untuk tambahan belanja para santri.

Baca juga:  Masya Allah! Ternyata Ada Juga Pesantren Abal-Abal, Kenali Ini 5 Cirinya

Teman saya ini sedang kebagian jatah untuk membuat minuman es. Air, es, dan serbuk minuman telah dimasukkan ke dalam ember. Iya, ember. Karena tak ada lagi wadah. Saat akan mengaduk ia kebingungan karena tak ada sendok ataupun kayu bersih.

Setelah tengok kiri kanan dan tak ada teman yang melihatnya, ia segera mencopot sandal dan secepatnya mengaduk es dalam ember. Liciknya, ia tak ikut minum es rasa sandal buatannya itu. Oh ya, untungnya menurut si pelaku, Pak Ustad wali kelas tak ikut menikmati es sandal tersebut.

3. Jebakan Sayur Kangkung

Kangkung memiliki rongga dalam batangnya. Jadi kita bisa memasukkan sebutir cabe hijau kecil ke dalamnya. Ya, seperti yang Anda bayangkan. Ketika santri masak sayur kangkung, terkadang ada yang iseng memasukkan sebutir cabe ke dalam lobang batang kangkung itu.

Nanti waktu makan bersama, jebakan itu akan menjadi semacam humor segar bila kedapatan ada yang memakan kangkung dengan jebakan cabe di dalamnya.

4. Nasi Aroma Kentut

Maaf, sebelumnya. Jangan muntah dulu, ya. Hehe. Saya juga dengar kisah ini dari senior. Ada santri yang terkenal sangat kikir bin pelit. Mungkin karena sangat jengkel dengan sifat kikirnya itu, ada yang sampai mengerjai santri ini.

Baca juga:  Santri Juga Bisa Jadi Menteri, Ini 5 Buktinya

Saat menanak nasi, setelah mendidih dan airnya mulai surut, maka api harus dilorot (dikecilkan) dan panci harus ditutup rapat agar nasi benar-benar tanak. Saat itu si kikir harus mencuci sayurannya.

Ketika si kikir pergi, salah satu santri membuka tutup panci tempat nasi si kikir, lalu tanpa berlama-lama ia (maaf) kentut di situ dan segera menutupnya lagi rapat-rapat. Tak ada santri lain tahu apa yang ia lakukan. Akibatnya sungguh fatal. Nasi itu jadi beraroma busuk.

5. Jebakan Rokok

Dari kalangan santri perokok juga ada cerita iseng. Sebatang rokok filter dikeluarkan tembakaunya tanpa mengupas kertasnya. Bagian dalam dikosongkan. Tinggallah bagian pangkal yang ada gabus filternya.

Lalu lobang itu diisi dengan sebutir cabe kering. Kemudian tembakau dimasukkan lagi untuk menutup jebakan itu. Bisa ditebak akibatnya. Orang yang menyalakan rokok itu akan terbatuk-batuk hebat akibat cabe yang terbakar.

nasrudin maimun

Kontributor : Nasrudin | Penggemar martabak dan bakso

FB: Nasrudin El-Maimun

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Nasrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close