Ini 5 Keuntungan Menikah dengan Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah

  • 389
  •  
  •  
  •  
    389
    Shares

DatDut.Com – Sebagian kita mungkin masih asing dengan jurusan PGMI. Kalau di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan ini berada di bawah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). PGMI sendiri singkatan dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Jurusan ini setara dengan jurusan PGSD pada umumnya, tapi tetap ada bedanya. Apa tuh? Bedanya, lulusan PGMI dipersiapkan menjadi calon-calon pendidik di tingkat Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar yang berasaskan nilai-nilai Islam.

Singkatnya, alumni jurusan ini akan jadi calon guru Madrasah Ibtidaiyah. O iya, tiap hari kami diajari untuk mendidik anak orang untuk jadi berpengetahuan dan berakhlak mulia. Nah, kalau anak orang saja kami didik dengan baik, apalagi anak kita nanti, Bang! Aihh. Camkan ini, Bang! Selain soal didik-mendidik, ini keuntungan lain, kalau Abang menikah dengan kami, sang calon guru Madrasah Ibtidaiyah!

1. Berwawasan Luas

Sebelumnya, bukan berarti jurusan lain tidak berwawasan luas, loh ya. Akan tetapi, berbeda dari jurusan lain yang mempelajari suatu ilmu secara mendalam, mahasiswa PGMI justru mempelajari ilmu secara meluas.

Siapa bilang menjadi calon guru MI itu gampang, buktinya ketika kuliah mahasiswa PGMI disuguhkan aneka mata kuliah gado-gado alias campur-campur. Ada Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PKn, Psikologi, Filsafat, dan lain-lain. Bahkan ada mata kuliah keislaman seperti Studi islam, Alquran-Hadis, Fiqh, Aqidah akhlak, dan Bahasa arab. Keren, kan!

Baca juga:  UIN Jakarta Ranking 6 Sitasi Nasional Google Scholar dan Rangking 1 Webometrics PTKIN

Jadi, bukan hanya ilmu-ilmu umum saja yang dipelajari, tapi juga ilmu-ilmu agama. Kebayang dong bagaimana rasanya jika kuliah di jurusan PGMI, ngobrol sama siapa pun bisa nyambung dan mengasyikan. Diajak ngobrol serius dan kritis nyambung, diajak diskusi keagamaan juga nyambung. Ini poin penting, Bang!

2. Menjadi Pribadi yang Menyenangkan

Just info, perkuliahan di jurusan PGMI itu sangat mengasyikan. Ada tepuk tangan, nyanyi, menggambar, dan lain-lain. Meriah deh pokoknya. Di kelas nggak akan merasa jenuh atau kepingin bolos.

Iyalah, setiap harinya ada saja yang membuat rindu dan ingin bertemu. Entah itu teman-teman kuliah yang seru atau dosen-dosen yang setiap saat memberikan strategi dan metode yang asyik saat belajar.

Secara tidak langsung mahasiswa PGMI merasa bahagia setiap harinya, tugas yang menumpuk tak jadi masalah karena dikerjakan dengan senyuman. Otomatis mahasiswa PGMI dapat menjadi pribadi yang menyenangkan dan teman bergaul yang asyik. Apalagi hanya sekadar jadi pendamping hidup, Bang! Tul, gak?!

Baca juga:  Alhamdulillah! Pemerintah Resmi Dirikan Universitas Islam Internasional Indonesia

3. Mengerti tentang Dunia Anak-anak

Mahasiswa PGMI dekat dengan dunia anak-anak. Sebab nantinya mahasiswa PGMI akan terjun langsung dalam mencerdaskan anak bangsa khususnya anak-anak dalam rentang usia 7-12 tahun. Pada dasarnya anak-anak tersebut memiliki keunikan tersendiri.

Untuk itu mereka membutuhkan sosok guru yang kelak dapat mengerti dunia mereka, yang tidak hanya mengajarkan mereka berbagai pelajaran, tapi juga dapat menjadi teman belajar yang memahami dunia mereka.

Mahasiswa PGMI dididik untuk dapat menyelami dunia anak-anak, mengikuti pola pikir mereka dan mengerti apa yang mereka inginkan.

Chitra Sari Nilalohita

Chitra Sari Nilalohita

Mahasiswi PGMI UIN Syarif Hidayatulah Jakarta, pecinta kucing dan bunga.
Chitra Sari Nilalohita

One thought on “Ini 5 Keuntungan Menikah dengan Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah”

  1. Ping-balik: PGMI di mata mahasiswa – PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *