Kampus

Ini 5 Keuntungan Menikah dengan Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Sebagian kita mungkin masih asing dengan jurusan PGMI. Kalau di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan ini berada di bawah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). PGMI sendiri singkatan dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Jurusan ini setara dengan jurusan PGSD pada umumnya, tapi tetap ada bedanya. Apa tuh? Bedanya, lulusan PGMI dipersiapkan menjadi calon-calon pendidik di tingkat Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar yang berasaskan nilai-nilai Islam.

Singkatnya, alumni jurusan ini akan jadi calon guru Madrasah Ibtidaiyah. O iya, tiap hari kami diajari untuk mendidik anak orang untuk jadi berpengetahuan dan berakhlak mulia. Nah, kalau anak orang saja kami didik dengan baik, apalagi anak kita nanti, Bang! Aihh. Camkan ini, Bang! Selain soal didik-mendidik, ini keuntungan lain, kalau Abang menikah dengan kami, sang calon guru Madrasah Ibtidaiyah!

1. Berwawasan Luas

Sebelumnya, bukan berarti jurusan lain tidak berwawasan luas, loh ya. Akan tetapi, berbeda dari jurusan lain yang mempelajari suatu ilmu secara mendalam, mahasiswa PGMI justru mempelajari ilmu secara meluas.

Siapa bilang menjadi calon guru MI itu gampang, buktinya ketika kuliah mahasiswa PGMI disuguhkan aneka mata kuliah gado-gado alias campur-campur. Ada Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PKn, Psikologi, Filsafat, dan lain-lain. Bahkan ada mata kuliah keislaman seperti Studi islam, Alquran-Hadis, Fiqh, Aqidah akhlak, dan Bahasa arab. Keren, kan!

Jadi, bukan hanya ilmu-ilmu umum saja yang dipelajari, tapi juga ilmu-ilmu agama. Kebayang dong bagaimana rasanya jika kuliah di jurusan PGMI, ngobrol sama siapa pun bisa nyambung dan mengasyikan. Diajak ngobrol serius dan kritis nyambung, diajak diskusi keagamaan juga nyambung. Ini poin penting, Bang!

2. Menjadi Pribadi yang Menyenangkan

Just info, perkuliahan di jurusan PGMI itu sangat mengasyikan. Ada tepuk tangan, nyanyi, menggambar, dan lain-lain. Meriah deh pokoknya. Di kelas nggak akan merasa jenuh atau kepingin bolos.

Baca juga:  Untuk Mengkaji Alquran, Belajarlah di 5 Kampus Ini

Iyalah, setiap harinya ada saja yang membuat rindu dan ingin bertemu. Entah itu teman-teman kuliah yang seru atau dosen-dosen yang setiap saat memberikan strategi dan metode yang asyik saat belajar.

Secara tidak langsung mahasiswa PGMI merasa bahagia setiap harinya, tugas yang menumpuk tak jadi masalah karena dikerjakan dengan senyuman. Otomatis mahasiswa PGMI dapat menjadi pribadi yang menyenangkan dan teman bergaul yang asyik. Apalagi hanya sekadar jadi pendamping hidup, Bang! Tul, gak?!

3. Mengerti tentang Dunia Anak-anak

Mahasiswa PGMI dekat dengan dunia anak-anak. Sebab nantinya mahasiswa PGMI akan terjun langsung dalam mencerdaskan anak bangsa khususnya anak-anak dalam rentang usia 7-12 tahun. Pada dasarnya anak-anak tersebut memiliki keunikan tersendiri.

Untuk itu mereka membutuhkan sosok guru yang kelak dapat mengerti dunia mereka, yang tidak hanya mengajarkan mereka berbagai pelajaran, tapi juga dapat menjadi teman belajar yang memahami dunia mereka.

Mahasiswa PGMI dididik untuk dapat menyelami dunia anak-anak, mengikuti pola pikir mereka dan mengerti apa yang mereka inginkan.

Dengan begitu, anak-anak didik tidak kehilangan hak-hak mereka untuk belajar atau merasa bahwa mereka belajar dengan paksaan, justru  mereka akan mencintai pelajaran dan tertarik untuk mempelajari hal-hal yang baru. Duh, istri manakah yang lebih indah daripada mahasiswa PGMI, Bang!

4. Menjadi Pribadi yang Terencana

Mahasiswa PGMI sudah akrab dengan Rencana Kegiatan Pembelajaran atau yang dapat disingkat dengan sebutan RPP. Sudah bukan menjadi barang baru lagi, RPP sudah seperti makanan sehari-hari bagi mahasiswa PGMI.

Berbagai persiapan panjang disusun secara terencana ketika ingin menyampaikan sebuah pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Mahasiswa PGMI dituntut untuk membuat sebuah perencanaan yang matang sebelum hendak mengajar.

Baca juga:  Ketika Mahasiswa Terjebak pada Gaya Hidup, Nilai, dan Tuntutan Cepat Kerja

Dari mulai menentukan tema, subtema, menurunkan indikator dari kompetensi dasar, materi pembelajaran, langkah-langkah, metode yang digunakan, media yang relevan, sampai pada instrumen penilaian yang meibatkan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Bayangkan bagaimana perencanaan yang dilakukan oleh mahasiswa PGMI hanya untuk melaksanakan satu kali pembelajaran? Lalu bagaimana dengan pembelajaran yang berlangsung selama setiap hari? Ckck, tuh kan, pembelajaran saja direncanakan dengan sebaik mungkin, apalagi masa depan bersama Abang! *Ups…

5. Menjadi Calon Istri atau Suami Idaman

Nah yang terakhir ini bisa dibilang kompilasi dari poin-poin di atas. Mahasiswa PGMI umumnya memiliki potensi untuk menjadi pasangan hidup yang ideal dan idaman.

Setiap hari, mahasiswa PGMI mengawali dengan taddarus Alquran dan menghapalnya sebelum memulai perkuliahan, sebagai bentuk pembiasaan agar nanti dapat melahirkan anak didik yang cinta Alquran.

Ada beberapa hal lagi yang membuat mahasiswa PGMI layak dijadikan pasangan hidup, di antaranya adalah sifat sabar dan penyayang yang nantinya akan terbawa sampai jenjang pernikahan. Indah banget kan, punya istri atau suami guru MI nanti, penyabar, dan sayang anak-anak.

Selain itu, kerapihan juga menjadi bahan pertimbangan, mahasiswa PGMI sudah terbiasa berpenampilan rapih, berbusana sopan dan islami saat hendak kuliah.

Kebiasaan tersebut secara tidak langsung akan terbawa sampai lulus dan ketika telah memiliki pasangan hidup nantinya. Tuh kan, pakaian saja diperhatikan, apalagi kamu. *Eh…

Chitra Sari Nilalohita

Chitra Sari Nilalohita

Mahasiswi PGMI UIN Syarif Hidayatulah Jakarta, pecinta kucing dan bunga.
Chitra Sari Nilalohita

One thought on “Ini 5 Keuntungan Menikah dengan Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah”

  1. Ping-balik: PGMI di mata mahasiswa – PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *