Ini 5 Kerendahan Hati Nabi yang Harus Kamu Teladani

  • 11
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

DatDut.Com – Keagungan budi pekerti Rasulullah Saw. tidak akan habis ditulis tinta sebanyak air di laut.

Sosok pemimpin yang dikagumi umat Muslim di seluruh dunia ini, menaruh banyak kesan di benak para pengagumnya.

Hatinya lembut bagaikan sutra. Perangainya yang mulia membuat hati para kafir Quraish terpesona memeluk Islam.

Kendati diagung-agungkan orang-orang di masanya, Nabi Saw. tetap selalu merasa rendah hati mengikuti perintah Allah dalam Alquran. Tidak ada sedikit pun kesombongan di hatinya yang bersih dan suci itu.

Nah, kerendahan hati yang dimiliki sosok pemimpin agung ini, seharusnya dapat diteladani oleh kita para umatnya.

Syekh Muhammad Ratib an-Nabulisi, seperti dikutip dari Muhammad-pbuh.com, menuliskan beberapa kisah kerendahan hati Nabi Saw. yang patut ditiru umatnya.

Berikut 5 teladan kerendahan hati Nabi Saw. yang saya sarikan dari tulisan Syekh Muhammad Ratib tersebut:

1. Menjahit Baju dan Mengesol Sendalnya Sendiri

Mungkin saat ini Anda tidak dapat membayangkan sosok seorang presiden menjahit baju dan mengesol sandal atau sepatunya sendiri.

Seorang presiden pasti selalu difasilitasi lengkap oleh negara. Karenanya, seorang presiden tidak perlu repot-repot mengerjakan pekerjaannya sendiri.

Tidak jarang sosok pemimpin yang keki melakukan hal remeh-temeh sendiri. Mereka lebih memilih menyewa asisten pribadi untuk melakukan hal tersebut.

Hal ini tidak terjadi dalam diri Rasulullah Saw. Walaupun beliau memiliki pelayan setia, Nabi tetap mau menjahit baju dan mengesol sandalnya sendiri.

Baca juga:  Syekh Abdul Qadir al-Jailani di Mata Ibn Taymiyah, Ibn Katsir, dan Para Ulama Besar

Aisyah menuturkan bahwa Nabi Saw. pernah menjahit baju dan sendalnya sendiri. Selain itu, Rasulullah Saw. juga tidak sungkan mengerjakan pekerjaan rumah membantu istrinya (HR Bukhari dan Ahmad).

2. Tidak Malu Menggunakan “Kendaraan Kelas Bawah”

Secara umum hampir sebagian besar pejabat negara, menginginkan fasilitas mewah yang diberikan oleh negara. Bahkan mungkin ada sebagian pejabat negara ini, malu menggunakan mobil yang tidak mewah.

Hal ini tidak terdapat dalam sosok Rasulullah Saw. Kuda merupakan kendaraan mewah yang terdapat pada masa Rasulullah Saw. Sementara itu, keledai merupakan kendaraan sederhana yang digunakan rakyat kelas bawah.

Nah, Rasulullah Saw. tidak malu menggunakan keledai sebagai kendaraan rakyat kelas bawah. Ini menunjukkan kepada kita bahwa harta yang kita miliki tidak patut dibangga-banggakan pada orang lain.

Kendaraan hanyalah fasilitas yang harus digunakan untuk kemaslahatan duniawi maupun ukhrawi yang bernilai ibadah.

3. Meminta Doa pada Sahabatnya

Sesama sahabat tentu harus saling mendoakan dan menasihati satu sama lain. Tujuannya untuk menjaga tali silaturrahmi dan selalu berada dalam lindungan Allah Swt.

Sosok Rasulullah Saw. yang telah dijamin masuk surga tidak malu meminta doa pada para sahabatnya.

Umar menceritakan bahwa suatu saat dirinya izin kepada Nabi Saw. untuk melaksanakan ibadah umrah. Pada saat itu, Nabi Saw. memohon doa pada Umar. “Jangan lupa doakan saya, ya Umar,” pinta Nabi Saw. pada Umar (HR Abu Daud).

Baca juga:  Ternyata 5 Ulama Produktif dengan Karya Monumental Ini Jomblo hingga Akhir Hayat!

4. Perhatian pada Rakyat Kecil

Kebiasaan baik yang selalu dilakukan Rasulullah Saw. itu menjenguk sahabatnya yang sakit.

Rasulullah Saw. tidak pernah pilih-pilih untuk menjenguk sahabatnya yang sakit. Kaya atau miskin, beliau akan selalu mengunjungi dan mendoakannya.

Rasulullah Saw. merupakan orang yang sangat peduli terhadap orang-orang fakir dan miskin yang hidup pada masanya.

Bahkan Rasulullah Saw. pernah berpesan bahwa seseorang yang menghidupi anak-anak yatim akan mendapatkan ganjaran yang sangat mulia, yaitu tempat terdekat dengan Nabi yang bagaikan dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.

5. Bergaul dengan Orang-orang Miskin

Nabi Saw. merupakan keturunan suku bangsawan Arab, yaitu suku Quraisy. Sebagai keturunan bangsawan, Nabi Saw. tetap rendah hati dan mau bergaul dengan orang-orang fakir dan miskin.

Bahkan Nabi Saw. tidak sungkan untuk makan dan minum bersama mereka dalam satu wadah secara bergantian. Nabi Saw. menolak untuk disediakan tempat makanan atau minuman spesial.

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi

Latest posts by Redaksi (see all)

  •  
    11
    Shares
  • 11
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close