Pesantren

Ini 5 Kelebihan Pondok Pesantren Modern

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Pondok Pesantren Modern merupakan sebuah model institusi pendidikan yang berupaya memadukan tradisionalitas dan modernitas pendidikan. Yaitu menggabungkan antara ilmu pendidikan umum dan ilmu agama Islam. Dengan menggunakan sistem pengajaran formal ala klasikal (pengajaran di dalam kelas).

Di mana kurikulum terpadu diadopsi dengan penyesuaian tertentu. Dikotomi ilmu agama dan umum yang diajarkan dieliminasi. Kedua bidang ilmu ini sama-sama diajarkan, namun dengan proporsi pendidikan agama lebih mendominasi.

Pada tulisan sebelumnya telah dipaparkan beberapa kelebihan Pondok Pesantren Tradisional (Baca: 5 Kelebihan Pondok Pesantren Salaf/Tradisional). Meski diakui, setiap institusi pendidikan pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Paling tidak, ini 5 kelebihan Pondok Pesantren Modern yang perlu Anda tahu.

1. Mahir Percakapan Bahasa Asing

Pondok Pesantren Modern lebih menekankan pada kemampuan berbahasa asing, Arab dan Inggris. Para santri pada umumnya ditekankan untuk membiasakan berinteraksi menggunakan bahasa asing, tidak hanya untuk bahasa pengantar proses belajar-mengajar saja.

Untuk membantu program tersebut para santri terbiasa menghafalkan kosa kata bahasa asing yang langsung dipraktikkan dalam percakapan sehari-hari sehingga mereka akan terbiasa dan tidak cepat lupa. Program ini biasanya diawasi oleh organisasi intra pondok, yaitu Departemen Pengembangan Bahasa, yang mengontrol penggunaan bahasa percakapan yang digunakan para santri.

2. Memiliki Bermacam-macam Ekstrakulikuler

Guna mengembangkan kreativitas dan potensi dalam diri santri, Pesantren Modern memiliki bermacam-macam ekstrakulikuler, seperti pramuka, komputer, seni beladiri, marching band, olahraga, dsb.

Baca juga:  Pesantren Tebuireng, Tempat Para Ulama dan Guru Bangsa Belajar Agama, Ini Profilnya

Jadi, jangan kaget kalau misalnya ada Pesantren Modern yang mengirimkan kontingen pramuka untuk ikut dalam ajang Jambore Internasional. Di samping itu, guna mengimbangi intelektualitas santri, biasanya mereka juga dibekali dengan ilmu komputer.

Institusi pendidikan pesantren ini juga tidak melarang santrinya mempelajari alat musik, loh. Mereka bebas mengekspresikan diri dengan mendalami berbagai seni musik yang mereka sukai, karena itulah biasanya para santri Pondok Modern ini banyak yang pintar memainkan alat musik, misalnya piano. Nah, kalau berbicara soal musik, marching band biasanya cukup dikenal oleh masyarakat sebagai ciri khas grup musik pondok modern.

3. Memiliki Sarana Olahraga yang Cukup Lengkap

Beberapa Pondok Pesantren Modern biasanya memiliki sarana olahraga yang cukup lengkap. Seperti: Lapangan sepak bola, basket, bulu tangkis, kolam renang, dsb. Karena di sini para santri diharapkan memiliki kesehatan jasmani, selain kesehatan spiritual.

Dalam perkembangannya, kegiatan olahraga ini juga diarahkan ke ajang kompetisi antar sekolah. Sebagai penunjang kegiatan ini, biasanya disiapkan juga guru olahraga sebagai pembimbing yang melatih mereka dalam ajang kompetisi olahraga tersebut.

4. Dituntut Belajar Berorganisasi

Pesantren seperti miniatur pemerintahan negara, ada presiden serta para menteri dan MPR yang membantu para dewan guru dan pengasuh menjalankan perputaran kegiatan pesantren sehari-hari. Sebab, setiap santri pasti akan terpilih sebagai pengurus pusat, pengurus cabang, atau pengurus organisasi ekstrakulikuler.

Baca juga:  Nazham Baiquniyah di Upacara 17 Agustusan Darussunnah

Sebagaimana proses pemilihan pemimpin Indonesia, Pondok Modern juga melaksanakan Pemilu serta Rapat Paripurna dan Rapat Dewan Pengurus. Selain itu, saat diadakan rapat usai Pemilu, setiap kelas diharuskan mengirimkan delegasi untuk mengawal berjalannya musyawarah guna merumuskan peraturan dan penetapan AD/ART yang akan disepakati bersama selama masa pemerintahan armada pemimpin terpilih.

5. Memiliki Laboratorium Komputer, MIPA, dan Bahasa

Beberapa Pondok Pesantren Modern juga melengkapi fasilitasnya dengan bermacam jenis Laboratorium, untuk mendukung pembelajaran ilmu umum yang mereka masukkan dalam kurikulum sekolah, seperti Laboratorium MIPA.

Laboratorium bahasa asing untuk melatih kemampuan bahasa para santri, yang mana diharapkan mereka bisa berbahasa asing sefasih lidah pemilik bahasa tersebut.

Untuk laboratorium komputer, selain sebagai penunjang kegiatan ekstrakulikuler komputer, juga untuk mempraktekkan materi pelajaran komputer yang didapat di kelas. Jadi, diharapkan proses belajar menjadi lebih efektif dengan adanya metode praktikum yang lakukan di laboratorium-laboratorium tersebut.

 

Neneng Maghfiro

Neneng Maghfiro

Alumni Fakultas Dirasah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan International Institute for Hadith Sciences Darus-Sunnah Jakarta.
Neneng Maghfiro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *