Ini 5 Hal yang Bikin Jumatan Kamu Tak Berpahala

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Pada masa Jahiliyah, masyarakat Arab belum mengenal hari Jumat. Mereka menyebutnya ‘Arubah. Setelah Islam datang, barulah masyarakat Arab mengenal Jumat. Karenanya, Jumat memiliki arti penting dalam Islam. Imam Ibnu Hazm dalam al-Muhalla mengatakan bahwa hari Jumat dinamakan demikian dalam Islam karena masyarakat Arab Islam berkumpul di hari tersebut untuk melaksanakan salat. Pendapat ini juga diamini oleh Ibnu Kasir dalam karyanyan, Tafsir Ibn Katsir. Menurutnya, Jumat merupakan hari di mana masyarakat Islam berkumpul di masjid-masjid agung.

Jadi, secara bahasa Jumat itu berarti diambil dari kata jama’a, yang artinya mengumpulkan. Wajar saja bila mazhab Syafi’i berpendapat bahwa salat Jumat itu harus dihadiri minimal oleh 40 orang yang memenuhi kriteria, seperti orang dewasa, sehat akal, balig, penduduk setempat, dan lain sebagainya yang bisa dirujuk dalam kitab-kitab fikih mazhab Syafi’i. Bahkan Jumat itu disebut dengan sayidul ayyam, pemimpin hari. Nah, karena begitu agungnya hari Jumat, Nabi Saw. mengingatkan umatnya agar tidak menyia-nyiakan hari tersebut, apalagi saat salat Jumat dilaksanakan. 5 hal di bawah ini dapat membuat ibadah Jumat kamu kurang berarti. Karenanya, perhatikanlah baik-baik.    

1. Ngobrol Waktu Khotbah

Salat Jumat memang merupakan tempat berkumpul umat Islam di suatu masjid. Tapi perkumpulan tersebut bukan untuk mengobrol, apalagi saat khatib sedang menyampaikan khotbahnya. Sebaiknya, jika Anda salat Jumat jangan bersama teman apabila Anda tidak dapat menahan diri untuk ngobrol. Kalau Anda bergegas menuju masjid untuk salat Jumat sendiri mungkin Anda bisa lebih khusyuk berzikir di dalam masjid. Ingat, Nabi pernah bersabda, “Ketika Anda berbisik-bisik dengan teman, padahal imam sudah berdiri menyampaikan khotbahnya, maka Jumatan Anda itu sia-sia” (HR Bukhari). Artinya, salat Jumat kita sama saja tidak berpahala.

Baca juga:  Ayat Mutasyabihat dan Keyakinan yang Benar terkait Allah Bertempat atau Tidak

2. Mainan HP

Menggunakan sesuatu tidak pada tempatnya merupakan perbuatan zalim yang terkadang tidak disadari pelakunya. Ini juga terjadi saat Salat Jumat. Sebagian orang tetap asyik mainan HP, sms-an bersama teman, chating-an, dan lain sebagainya. Padahal salat Jumat sudah berlangsung. Di sisi lain, Allah telah mengingatkan umat Islam, “Ketika panggilan Jumat telah dikumandangkan, maka fokuslah kalian berzikir pada Allah. Bagi yang sedang bekerja, berdagang, hentikan dulu aktivitas kalian” (QS al-Jumuah [62]: 9).

Memang, terkadang rasa menjenuhkan terjadi bila khatib yang khotbah tidak menyampaikan tema yang kekinian, atau bahkan isi khotbahnya berupa cacian, makian, dan berisi ajakan provokatif. Tapi mungkin kamu lebih baik membaca salawat atau zikiran lainnya di dalam hati daripada mainan HP.

3. Telat Datang ke Masjid

Nabi menjajikan pahala tertentu bagi Muslim yang bergegas menuju salat Jumat secepat mungkin. Bahkan “para Malaikat itu sudah duduk di pintu-pintu masjid ketika hari Jumat tiba. Malaikat mulai mencatat orang-orang Islam yang datang ke masjid” (HR Nasai). Yang datang lebih dulu tentu mendapat pahala lebih besar dari yang datang belakangan. Nabi menyebutkan pahala orang yang datang salat Jumat dengan ilustrasi hewan-hewan di tanah Arab. Nabi menyebut unta, sapi, kambing, ayam, dan bahkan itik.

Bagi orang-orang yang sudah sepuh dan sudah tidak bekerja, sebaiknya datang Jumat sepagi mungkin. Mereka bisa iktikaf terlebih dahulu. Namun, bagi orang yang masih memiliki tanggung jawab bekerja untuk mencari nafkah, sebaiknya datang ke masjid beberapa menit sebelum khatib memulai khotbahnya.

4. Tidur Waktu Khotbah

Baca juga:  Penjelasan Lengkap tentang Aurat Laki-laki dan Wanita sesuai Pendapat Empat Mazhab

Keadaan perut kenyang biasanya mudah mengantarkan seseorang untuk mengantuk dan kemudain tidur. Kalau Anda tidur, tentu tidak mendapatkan siraman rohani dari khotib yang sedang menyampaikan khotbahnya. Yang masih dalam keadaan sadar dan berbisik-bisik dengan temannya saja tidak berpahala, apalagi yang tidur lelap saat mutiara-mutiara hikmah disampaikan oleh khatib. Karenanya, tundalah makan siang Anda sampai selesai salat Jumat. Hal ini mungkin dapat membantu Anda meminimalisasi kantuk yang menggangu ibadah salat Jumat Anda.

5. Nyuri Sendal

Salat itu merupakan sarana yang Allah berikan pada manusia agar dapat menjaga dirinya berbuata sesuatu yang dilarang dalam agama, termasuk mencuri. Innasshalata tanha ‘anil fahsya wal munkar, salat itu menjadi sarana untuk menghindari perbuatan dosa dan munkar.

Bila kita salat, apalagi salat Jumat, tapi perilaku kita tidak mencerminkan seperti tujuan yang disebutkan di atas, berarti kita harus bertanya pada diri kita pribadi, “Sudah benarkah salah yang kita lakukan?” Karenanya, kita harus waspada dan prihatin bila salat yang kita lakukan selama ini tidak diterima di sisi Allah? Jangan-jangan salat yang kita lakukan hanyalah formalitas belaka?! Oleh karena itu, perbaikilah salat kita sejak dini.

harisPenulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Kharish

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi

Latest posts by Redaksi (see all)

Close