Ini 5 Fakta tentang Thoriq Alkatiri, Wasit FIFA di Piala Presiden

  • 1
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

DatDut.Com – Nama Thoriq Alkatiri selalu menjadi langganan dalam ajang-ajang sepak bola bergengsi di Tanah Air, tak terkecuali ajang Piala Presiden 2018.

Dia tidak hanya dipercaya menjadi wasit di ajang pembuka Piala Presiden kali ini, tapi juga di laga final. Nah, bila Anda ingin tahu siapa Thoriq Alkatiri, baca 5 penjelasan di bawah ini:

1. Wasit Muda Berprestasi

Thoriq Alkatiri mengawali karirnya di dunia sepak bola bukanlah sebagai wasit. Pria keturunan Arab ini pernah mewakili Purwakarta di Pialan Suratin U-17. K

arena cedera, pria kelahiran 1988 ini, memilih untuk menjadi wasit, dan memulai kursus sebagai pelatih sejak tahun 2006, seperti dikutip Viva.co.id.

Thoriq memimpin pertandingan sebagai wasit di divisi utama Liga Indonesia sejak tahun 2012. Artinya, usianya saat itu baru 24 tahun, dan menjadi wasit termuda di antara wasit-wasit lain di divisi utama Liga Indonesia.

Pada tahun 2013, Alkatiri dinobatkan sebagai wasit terbaik kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013/2014 edisi Februari versi Komite Media PSSI, seperti dikutip Antaranews.com.

2. Memiliki Sertifikasi FIFA

Wasit muda asal Purwakarta yang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai wasit terbaik dalam ajang Piala Jenderal Sudirman ini, berhasil mendapatkan sertifikat FIFA pada tahun 2014.

Baca juga:  Pemuda Jambi Ini Jadi Juri Bersama Pendiri Google dan Whatsapp di Ajang Internasional

Artinya, pria lulusan Universitas Pendidikan Indonesia ini, sudah berhak memimpin laga-laga internasional seperti The Asian Football Confederation (AFC) bila lolos dalam kualifikasi yang ditentukan FIFA.

3. Sekilas tentang Marga Alkatiri

Alkatiri merupakan salah satu marga Arab Yaman. Dalam bahasa Arab, Alkatiri ditulis dengan al-katsiri.

Marga ini merujuk pada salah satu tokoh pembesarnya, yaitu Katsir bin Malik. Agar dalam bahasa Indonesia lebih mudah diucapkan, maka berubah menjadi katir, bukan katsir.

Marga Katsir merupakan penduduk asli Yaman yang bukan berasal dari keturunan Rasulullah Saw. Sementara marga seperti al-Kaf, al-Habsyi, al-Atas, dsb, itu merupakan marga Arab yang nasabnya bersambung pada Nabi Saw.

4. Mendapatkan Hadiah

Pria yang baru nikah pada tahun 2014 ini, mendapatkan hadiah sebesar seratus juta rupiah karena menjadi wasit terbaik pada Piala Jenderal Sudirman 2016.

Ini artinya, Alkatiri telah mendapat dua penghargaan sebagai wasit terbaik, sekaligus wasit termuda.

Baca juga:  Belajar Etos Menulis Kitab dari Kiai Sahal Mahfudz

Selain Alkatiri, pemain terbaik dan top skor pada Piala Jenderal Sudirman ini diraih dua pemain asal Mitra Kukar, Yanto Basna, dan Patrick Dos Santos Cruz, pemain berkewarganegaraan Brazil. Keduanya juga mendapatkan hadiah yang sama dengan Alkatiri.

5. Langganan Jadi Wasita Ajang Penting 

Walaupun usianya muda, namun jam terbang Thoriq di ajang-ajang sepakbola bergengsi di Tanah Air, lebih banyak dibanding wasit-wasit yang lain. Ketegasan dan integritasnya dalam memimpin di lapangan, membuatnya dipercaya.

Selain di ajang Piala Presiden 2018, ia pernah mendapat sorotan dan simpati publik pada saat memimpin Piala Jenderal Sudirman beberapa tahun lalu. Ini tentu saja karena prestasinya dalam memimpin di lapangan hijau.

 

Komentar

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    1
    Share
  • 1
  •  
  •