Ini 5 Ekspresi Cinta Nabi pada Para Istrinya

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Nabi Muhammad Saw. sosok yang selalu menjadi panutan umat Muslim di dunia. Umat Muslim meniru Nabi dalam segala permasalahan, dari konsep bernegara sampai permasalahan kecil yang terkadang diabaikan umatnya sendiri. Tentu sebagai sosok panutan, Nabi dapat “menjelma” dalam berbagai hal.

Terkadang Nabi menjadi sosok seorang pemimpin, sosok ayah, sosok suami, dan sosok sahabat yang baik. Sebagai sosok suami, Hadis Nabi merekam banyak kisah yang mendeskripsikan ekspresi cinta Nabi pada para istrinya. Paling tidak, 5 ekspersi cinta Nabi di bawah ini, menggambarkan bahwa Nabi sosok suami yang baik hati yang perlu diteladani para suami. Berikut uraiannya:

1. Setia Hingga Akhir Hayat

Aisyah, istri Nabi, istri Nabi yang paling cemburu pada almarhumah Khadijah. Walaupun sudah meninggal, Nabi seringkali menyebut-nyebut Khadijah dalam kenangan-kenangannya sehari-hari bersama Khadijah. “Aku tidak pernah cemburu pada istri-istri Nabi yang lain seperti cemburuku pada Khadijah. Nabi seringkali memuji-muji Khadijah di depan saya. Bahkan, ketika Nabi menyembelih kambing, pasti keluarga-keluarga Khadijah selalu mendapat bagian daging kambing tersebut,” (HR Turmudzi).

Begitulah ekspresi cinta Nabi pada Khadijah. Walaupun sudah meninggal, nama Khadijah selalu terkenang dalam benak Nabi. Bagaimana tidak, Khadijah itu wanita pertama yang menyatakan beriman pada Nabi (Baca: 5 Bukti Islam Muliakan Perempuan).

2. Tidak Segan Membantu Istri

Pekerjaan rumah tangga yang terkadang tabu dilakukan sebagian suami, justru Rasulullah tidak segan-segan melakukannya karena ingin membantu istrinya. Tidak ada kata gengsi dalam diri Nabi untuk membantu istrinya di dapur atau pekerjaan istrinya yang lain. Diriwayatkan dari Aswad yang bertanya pada Aisyah, “Apa yang Nabi kerjakaan saat di rumah, Bu Aisyah?” “Nabi selalu membantu menyelesaikan perkejaan rumah. Ketika waktu salat datang, baru Nabi keluar sebentar untuk Salat,” jawab Aisyah (HR Bukhari).

Baca juga:  Lakukan 5 Hal ini Saat bulan Muharram

Nah, jadi sebagai suami kita harus ringan tangan membantu pekerjaan istri di rumah. Apalagi, misalnya, istri sudah seharian lelah mengurus anak atau pekerjaan rumah lainnya. Jadi jangan lagi ada perkataan, “Ini pekerjaan saya dan ini pekerjaan kamu,” pada istri.

3. Panggilan Mesra

Nabi itu tipe suami yang romantis. Nabi tidak segan memanggil “sayang” pada istrinya. Nabi sering kali menanggil Aisyah dengan sebutan humaira, panggilan sayang Nabi pada Aisyah. Istri siapa yang tidak senang dimanja, dipanggil mesra, dan diperlakukan terhormat?

Karenanya, perilaku, tutur kata, dan perbuatan suami yang dapat membuat hati istri senang itu bernilai pahala. Bahkan Rasulullah Saw. bersabda, “Semua perbuatan yang tidak berkaitan dengan mengingat Allah itu tidak bernilai ibadah, kecuali empat hal yang di antaranya itu bersenda gurau bersama istri (HR Thabrani).

4. Tidak Menuntut Istrinya untuk Selalu Meladeninya

Istri kita hanyalah manusia biasa yang memiliki ketidakmampuan mengerjakan sesuatu di luar batas kemampuannya. Sebagai suami, kita harus menghilangkan paradigma bahwa semua pekerjaan rumah itu harus dikerjakan semua oleh istri. Apalagi kita belum mampu menyewa asisten rumah tangga untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Baca juga:  Felix Siauw: Tidak Ada Dalil Nasionalisme, Ini 5 Bantahannya

Nah, Rasulullah Saw., saja mencontohkan sendiri bahwa beliau pernah menjahit pakaiannya sendiri, mengesol sendalnya sendiri, tanpa meminta bantuan pada istrinya. Setiap pekerjaan yang dapat Nabi kerjakan sendiri pasti beliau tidak sungkan-sungkan untuk melakukannya. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh meminta tolong pada istri. Namun titik tekannya itu kita sebagai suami tidak boleh memperlakukan istri seenaknya.

5. Bermusyawarah dengan Istri

Sebagai pasangan suami-istri, tentu setiap berita senang dan susah harus ditanggung bersama-sama. Ketika suami sedang menghadapi problem, hargailah istri dengan dimintai pendapatnya. Barangkali dengan pendapat yang diberikan istri dapat menjadi solusi.

Selain dikenal dengan pribadi yang santun dan lembut pada para istrinya, Rasulullah Saw. juga tidak segan-segan meminta pendapat istri-istrinya dalam memecahkan persoalan tertentu. Konon, Nabi pernah meminta pendapat Umi Salamah terkait permasalahan yang terjadi saat Perang Hudaibiyah.

harisPenulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Harish

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close