Ingin Cepat Sukses? Ini Tip Meraih Kesuksesan Sesuai Ajaran Nabi Muhammad

  • 5
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares

DatDut.Com – Saya yakin setiap orang pasti ingin sukses. Tidak ada satu pun yang ingin gagal. Saya, kamu, dia, dan semuanya. Kesuksesan adalah cita-cita kita sejak kecil. Sejak kita menyadari kalau kita ada. Aktivitas yang kita lakukan sekarang pun hanya karena ingin sukses. Betul? Kita sekolah, kita kuliah, kita kerja, dan seterusnya, tujuannya hanya satu: ingin sukses.

Ternyata, Islam ingin umatnya sukses. Islam ingin umatnya luar biasa. Bukan menjadi orang biasa-biasa saja. Tidak percaya? Coba tengok hadis berikut:

اَلْمُؤْمِنُ القَوِيُ خَيْرُ وَأَحَبَّ إِلَى الله مِنَ المُؤْمِن الضَعِيْفِ وَفِيْ كُلٍّ خَيْرٌ اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِالله وَلَا تَعْجِزْ وَإِنْ أَصابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلتُ كَانَ كَذَا وَكَذا وَلَكِنْ قُلْ : قَدَّرَ الله وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ “لَوْ” تفتح عَمَلَ الشَيْطان

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Tapi, keduanya sama-sama baik. Berusahalah meraih sesuatu yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah kepada Allah, dan jangan lemah. Jika sesuatu menimpamu, maka jangan kau katakan, ‘Andai saya melakukan ini, maka akan begini dan begini,’ tapi katakanlah, ‘Allahlah yang mentakdirkannya. Apa yang Allah kehendaki, pasti terjadi.’ Sebab, kata ‘andai’ membuka (memberi kesempatan) pada godaan setan.” (HR Muslim)

Menurut Qadhi Iyad dalam kitabnya Ikmalul-Mu’allim, maksud “kuat” di hadis itu bisa diartikan “kuat badan”. Jadilah kuat untuk rajin beribadah. Bisa juga diartikan “kuat hati”. Hati tangguh. Jadilah semangat untuk berusah, berjihad, dan sabar atas kesulitan. Bisa juga diartikan “kuat dengan harta”. Jadilah orang yang berkontribusi pada agama lewat hartanya.

Baca juga:  Ini Sindiran dan Kode Keras dari Nabi untuk Para Jomblo

Dengan penjelasan di atas, saya memahami bahwa yang dimaksud “kuat” dalam hadis di atas adalah sukses. Sukses dalam segala bidang sehingga menjadi orang yang “kuat”. Maka arti sederhana di atas menjadi: “orang mukmin yang sukses lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari pada orang mukmin yang tidak sukses”. Mantap bukan? Orang sukses dicintai Allah. Tentunya, sukses dunia dan akhirat.

Lalu bagaimana caranya sukses? Kita tengok kalimat berikutnya. Ada tiga tip agar kita sukses. Pertama, ihrish ala ma yanfa’uka, berusahalah meraih sesuatu yang bermanfaat untukmu. Kalau ingin sukses, maka kita hanya melakukan yang bermanfaat saja.

Kalau tidak manfaat buang. Hidup ini sangat singkat untuk kita buat yang sia-sia. Ingat ya! Bukan sekadar mengerjakan yang bermanfaat saja, tapi raih sesuatu. Tidak pernah puas. Setelah satunya selesai, mulai lagi, mulai lagi, dan seterusnya.

Kedua, ista’in billah. Minta tolong kepada Allah. Setelah kita berusaha ingin meraih sesuatu yang bermanfaat, jangan lupa kita berdoa. Minta kepada Allah. Allah Maha Pemberi. Kalau kita minta, pasti diberi. Meski caranya memberinya berbeda.

Orang bijak mengatakan, “Berusaha tanpa doa itu sombong. Doa tanpa usaha itu bohong.” Maka, setiap selesai salat, saat tengah malam, dan di waktu-waktu yang lain, kita minta kepada Allah. Dengan hati tulus, dengan hati yang sungguh-sungguh. Kalau perlu, kita nangis. Bisa juga kalau ada waktu, kita ke makam para wali. Kita tawasul. Mungkin dengan berkah mereka, doa kita cepat diijabahi.

Baca juga:  Bila Saat Salat Saja Hatimu Masih Resah dan Tidak Khusyuk, Mungkin Kamu Butuh 5 Tip Ini

Ketiga, la ta’jiz. Jangan lemah. Kita tidak boleh lemah. Harus semangat dan optimis. Kita pasti sukses. Jika ada rintangan menghadang, kita terjang. Ada masalah yang menghampiri, kita hadapi. Jangan takut. Kita harus kuat. Tidak boleh lemah. Bisa? Pasti bisa. Orang lain lho bisa, masa kita tidak? Semangat. Tidak boleh malas berusaha, tidak boleh malas berdoa.

Yang terakhir, apa pun hasilnya kembalikan kepada Allah. Katakan, “Allah yang mentakdirkan.” Kata guru saya dulu di pesantren, “Kita hanya berusaha, terserah Allahlah hasilnya.” Tapi, jangan hawatir. Allah adil kok. Yang semangat, pasti berbeda dengan yang tidak. Yang bekerja, pasti berbeda dengan yang tidak. Tidak ada kapal laut yang berjalan di darat kan? Allah adil. Al-ajru biqadrit ta’ab. Balasan sesuai kadar lelahnya. Insyaallah, semoga!

 

 

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

A Saifuddin Syadiri

Mahasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya. Asal Bangkalan Madura. Pernah
*nyantri* di Pondok Pesantren Sidogiri. Aktivis HMASS (Harakah Mahasiswa
Alumni Santri Sidogiri) Surabaya.
A Saifuddin Syadiri
  •  
    5
    Shares
  • 5
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close