Ini 5 Ilmuwan Abbasiyah Penyumbang Peradaban Dunia

  • 22
  •  
  •  
  •  
    22
    Shares

DatDut.Com – Bani Abbasiyah merupakan rezim berbasis dinasti yang pusat pemerintahannya berada di Baghdad. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132H (750 M) hingga 656 H (1258 M).

Pada masa Bani Abbasiyah, ilmu pengetahuan berkembang pesat. Mulai dari bidang astronomi, kedokteran, kimia, matematika, dan filsafat. Di setiap bidang ilmu pengetahuan tentu saja ada tokoh yang mempeloporinya. Siapa saja tokoh itu? Berikut 5 ilmuwan pada masa Bani Abbasiyah yang paling berpengaruh:

1. Musa Ibrahim Al-Fazari (796-806 M)

Al-Fazari adalah seorang ahli astronomi yang dimandati oleh Khalifah Al-Manshur untuk meenerjemahkan naskah astronomi dari India yang berjudul Brahmasoutrasidanta. Hasil terjemahannya itu berjudul Al-Magest.

Risalah ini mengalami dua kali penyempurnaan. Melalui karya itu pula, para astronom muslim pada masa ini berhasil menciptakan teropong bintang dengan peralatan lengkap di kota Yundhisyapur, Iran. Selain ahli di bidang astronomi, beliau juga ahli di bidang matematika dan astrologi.

Baca juga:  Ini Etos dan Kecintaan Ibnu Sina pada Ilmu Pengetahuan

2. Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina (980-1037 M)

Ibnu Sina merupakan ilmuwan muslim pada masa Bani Abbasiyah yang mumpuni di bidang kedokteran. Salah satu karya yang termasyhur adalah al-Qanun fi Thibb yang menjadi rujukan utama dalam bidang kedokteran selama berabad-abad.

Ibnu Sina dikenal dengan nama Avicenna di dunia Barat dan dijuluki sebagai “Bapak Pengobatan Modern”. Karyanya di Barat dikenal dengan nama the Canon of Medicine.

3. Abu Musa Jabir bin Hayyan (750-803 M)

Jabir bin Hayyan atau dikenal dengan Geber di dunia Barat merupakan salah satu tokoh pada masa Bani Abbasiyah yang ahli di bidang kimia. Salah satu karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Ingris, yaitu kitab al-Kimya dalam bahasa Inggis menjadi The Book of the Composition of Alchem.

Sebelum menjadi ahli kimia beliau berguru kepada Barmaki Vizier pada masa pemerintahan Harun ar-Rasyid. Salah satu penemuannya yang masih digunakan sampai sekarang adalah “Hukum Perbandingan Tetap”,  yaitu kuantitas suatu zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi.

Baca juga:  Karamah Mbah Kiai Syafa'at, Ulama Karismatik Banyuwangi, Pendiri Pesantren Darussalam Blokagung

4. Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (780-850 M)

Al-Khawarizmi merupakan matematikawan muslim yang mengabdikan diri sebagai dosen di sekolah kehormatan yang terletak di Baghdad. Beliau adalah penemu angka mulai dari nol sampai sepuluh. Beliau adalah salah satu ilmuwan muslim yang menjadi tonggak kekuatan Timur pada masanya.

Maftukhatul Inayah

Maftukhatul Inayah

Mahasiswa Program Studi Tarjamah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta asal Martapura. Aktif berorganisasi dan kegiatan tulis-menulis.
Maftukhatul Inayah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *