Ibu Rumah Tangga Bukan Pengangguran

  • 27
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares

DatDut.Com – Menjadi istri itu mudah-mudah susah ya, banyak orang bilang menjadi istri tanpa kerja di luar rumah itu sama dengan pengangguran. Enak sekali bicaranya.

Seolah-olah mereka menutup mata dari kenyataan, bahwa istri rela memotong waktu tidurnya, bangun pagi-pagi lebih awal dari anak-anak dan suami. Tidak lain untuk menyiapkan apa-apa yang menjadi keperluan mereka. Dan ketika mereka sudah bangun, semua rapi, bersih. Semua siap untuk dinikmati.

Istri selalu ingin apa pun pekerjaan di rumah terlihat sempurna. Tidak ingin, jika orang-orang yang dicintainya terbangun dengan perut kosong. Rumah berantakan dan kotor. Cucian numpuk, piring-piring, gelas, pakaian.

Meski sebenarnya itu adalah kewajiban seorang suami. Tapi dia ridha melakukan semuanya, meringankan tugas suami dan membiarkannya lebih banyak menikmati waktu istirahat. Belum lagi repot mengurus anak, apalagi jika anaknya masih bayi. Tentu lebih repot lagi.

Jika begitu, boleh saya mengatakan? Salah, jika ada yang bilang suami membantu istri memasak misalnya, padahal memang itu kewajiban seorang suami. Malah, jika yang memasak itu istri, suamilah yang sebenarnya terbantu menunaikan kewajibannya.

Baca juga:  Istri Juga Butuh Panggilan Sayang

Seperti ini pun, adakah seorang suami yang berterima kasih kepada istrinya? Atau sesekali istri mengeluh malah dibilang tidak bersyukur? Menyedihkan!

Istri yang memilih menjadi ibu rumah tangga saja, bukan pengangguran. Banyak hal yang dilakukannya di rumah untuk membahagiakan orang-orang yang dicintainya. Suami, anak-anak. Meski kadangkala dia sendiri sedang kurang sehat, lagi capek dan ingin sekali merebahkan diri. Jika saat itu dibutuhkan dan perlu mengerjakan sesuatu, dia berupaya melakukannya

Belum lagi di zaman secanggih ini, teknologi juga dapat dimanfaatkan oleh para istri untuk membantu suaminya mencari tambahan uang di rumah. Seperti tidak bekerja, tapi bukan pengangguran.

Saya pernah kesal juga, ketika seseorang mengatakan saya ini tidak bekerja. Tidak masalah bermalam-malam mengurus anak, padahal saya ini juga bukan pengangguran. Ya, mengurus anak itu apa bukan sebuah pekerjaan juga?

Tidak apa, mungkin saya harus berlapang dada dan memaafkan orang semacam ini ya.

Yang aneh bagi saya, jika yang mengatakan hal seperti itu adalah seorang perempuan. Mungkin karena dia kerja, wanita karir. Jadi dapat berkata demikian dengan seenaknya sendiri.

Atau mungkin dia memang telah dienakkan dengan asisten rumah tangga, ya wajar saja. Tidak terlalu lelah mengurus apa-apa yang ada di rumah. Tahu-tahu beres, dan dia tinggal menyelesaikan sisanya.

Baca juga:  Ini 8 Manfaat dan Hikmah Mengapa Wanita Menstruasi Setiap Bulan

Tapi, tidak semua wanita karir seperti itu, banyak juga yang masih mampu bekerja di luar rumah, sekaligus mengerjakan urusan di dalam rumah. Dengan pengaturan waktu yang keren.

Andai saja, orang yang pernah berkata seperti itu kepada saya pun tahu. Dulu jauh sebelum menikah, saya juga seorang pekerja keras. Dan pada akhirnya harus hidup bersama suami, seperti ini. Melepas semua dan menjadi istri. Menjadi ibu untuk anak-anaknya. Mengabdi dengan sebaik-baiknya.

Karena, bukankah suami adalah jembatan seorang istri menuju surgaNya? Mm … istri yang memilih menjadi ibu rumah tangga? Dia bukan pengangguran kok. Seperti saya.

 

Komentar

Windarti

Ibu rumah tangga yang nyambi jadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka.

Latest posts by Windarti (see all)

  •  
    27
    Shares
  • 27
  •  
  •  

One thought on “Ibu Rumah Tangga Bukan Pengangguran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *