Hikmah Rasulullah Menikah dengan Bunda Aisyah

  • 24
  •  
  •  
  •  
    24
    Shares

DatDut.Com – Belum lama ini Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah menyelenggarakan Sarasehan Hadis Nasional bertemakan “Merawat Tradisi Melalui Hadis Nabi.”

Ada tiga pembicara yang diundang: Prof. Dr. H. Idri, M.Ag, guru besar ilmu hadis UIN Surabaya, K.H Cholil Nafis, Lc, MA, Ph.D, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, dan ustad Andi Rahman, Lc, MA yang tak lain adalah dosen Darus-Sunnah sendiri. Namun, pemateri kedua, K.H. Cholil Nafis rupanya tak dapat menghadiri acara ini karena suatu uzur.

Banyak hal diperbincangkan dalam sarasehan hadis ini. Salah satunya adalah banyaknya hadis yang berasal dari ibunda Aisyah RA.

Jika melihat kitab-kitab hadis primer, banyak sekali hadis yang bermuara pada Siti Aisyah, terutama dalam hal-hal yang menyangkut pribadi, yang mana tidak semua sahabat dapat melihat maupun mendengarnya.

Baca juga:  Agar Tidak Gunakan Hadis Palsu terkait Maulid Nabi, Baca 5 Uraian Ini

Wajar jika ibunda Aisyah menempati peringkat ke-4 periwayat hadis terbanyak dengan jumlah 2.210 hadis setelah Abu Hurairah r.a. (5.374 hadis), Ibnu Umar (2.630 hadis), dan Anas (2.276 hadis).

Diskusi lainnya mengenai hikmah Rasulullah Saw menikah dengan Siti Aisyah r.a. sebagai istri yang paling muda di antara istri-istri Rasulullah. Dalam hal ini, umat islam dapat mengambil ibrah dan manfaat yang sangat banyak sekali.

Contohnya dalam masalah mandi besar, ketika para sahabat menanyakan perihal bagaimana Nabi mandi besar, maka yang kita dapatkan kebanyakan hadisnya diriwayatkan oleh Siti Aisyah.

Mengapa bisa begitu? Andi Rahman mengatakan bahwa Aisyah adalah istri Rasulullah yang paling muda, pandai, dan cerdas dari yang lainnya. Faktor lainnya adalah karena beliau belum terlalu sepuh,yang menjadikan informasi pribadi terkait Rasulullah Saw dapat diungkap.

Baca juga:  Selain Najis, Islam Mengharamkan Daging Babi karena Ada Penyakit dan Cacing Ini

Ini bisa dipahami karena jika bertanya kepada seorang yang sudah sepuh, biasanya mereka canggung untuk membicarakan perihal yang menyangkut masalah pribadi.

Komentar

Amin Nurhakim

Amin Nurhakim

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta dan mahasantri Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darussunnah. Pecinta kopi pagi.
Amin Nurhakim
  •  
    24
    Shares
  • 24
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *