Tentang Hari Buruh (May Day), Ini 5 Fakta Sejarah dan Hal Uniknya

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Demonstrasi dan aksi para buruh selalu mewarnai peringatan May Day atau Hari Buruh Sedunia. Bukan hanya di Indonesia, tetapi banyak negara di belahan dunia juga diwarnai aksi para kaum pekerja yang memperjuangkan hak-hak mereka.

Hari Buruh Sedunia telah mengalami perjalanan sejarah yang panjang sejak pertama kali disuarakan. Kaum pekerja yang lebih sering diperlakukan tidak sewajarnya bersatu menyuarakan tuntutannya untuk lebih dimanusiakan.

Seiring perkembangan zaman, perubahan gaya hidup, aksi demo para buruh pun tak lepas dari hal-hal aneh yang mencengangkan. Bahkan, bisa dikatakan tidak sesuai dengan tuntutan yang mereka suarakan. Nah, apa saja fakta sejarah tentang May Day atau hari buruh sedunia? Berikut ini fakta sejarah dan hal uniknya, yang dirangkum dari berbagai sumber:

[nextpage title=”1. Tokoh Pencetus”]

1. Tokoh Pencetus

Pada tahun 1806 terjadilah demo buruh yang pertama kali oleh pekerja Cordwainers. Dari peristiwa itu terungkap fakta bahwa mereka harus bekerja 19 sampai 20 jam sehari. Meskipun demo itu menggiring para pengorganisirnya ke meja pengadilan, tetapi perjuangan kaum pekerja Amerika Serikat untuk mengurangi jam kerja tetap menjadi agenda utama.

Adalah Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey, yang dianggap sebagai pencetus gagasan untuk menghormati kalangan pekerja. Bersama 100.000 pekerja, McGuire pada tahun1872 melakukan demo besar-besaran menuntut pengurangan jam kerja. Ia juga terkenal dengan sebutan “pengganggu ketenangan masyarakat” karena usahanya melobi pemerintah kota agar menyediakan pekerjaan bagi pengangguran dan memberikan uang lembur.

2. Organisasi Buruh Pertama

Organisasi buruh pertama kali berhasil dibentuk pada tahun 1881. Juga dimotori oleh McGuire yang saat itu pindah ke St. Louis, Missouri. Organisasi itu bernama United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America, dan McGuire menjabat sebagai Sekretaris Umum. Anggotanya adalah para tukang kayu di Chicago. Ide mendirikan organisasi berdasarkan bidang keahlian ini akhirnya menyebar ke berbagai negara lain. Salah satu rencana organisasi ini adalah menjadikan hari Senin pertama bulan September sebagai hari libur.

Baca juga:  Ini Ngabuburit Syar'i dan No Maksiat! Nunggu Buka Puasa dengan Salah Satu dari 5 Kegiatan Ini

[nextpage title=”3. Peristiwa Berdarah Pertama”]

3. Peristiwa Berdarah Pertama

Sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat pada tanggal 1 Mei 1886 melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut pengurangan jam kerja. Mereka menuntut pemberlakuan 8 jam kerja dalam sehari. Begitu besarnya demo ini hingga berlangsung selama 4 hari.

Bukannya mendapat respons baik, pada tanggal 4 Mei 1886, Polisi Amerika justru menembaki para demonstran yang sedang melakukan pawai. Ratusan orang tewas dan para pemimpin demonstran ditangkap dan dihukum mati. Sebelum peristiwa itu, juga terjadi pemogokan para buruh di berbagai negara.

1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Sedunia pada Juli 1889 saat Kongres Sosialis Dunia di Paris. Penetapan tanggal itu untuk memperingati insiden berdarah 1 Mei 1886 di AS. Kongres tersebut menghasilkan resolusi yang isinya, “Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu di mana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.

Selanjutnya, sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh dan dikenal dengan istilah May Day. Hari Buruh diperingati di berbagai negara oleh kaum buruh meski di antaranya banyak yang mendapat tekanan dari pemerintah.

[nextpage title=”4. Peringatan May Day di Indonesia”]

4. Peringatan May Day di Indonesia

May Day pertama kali diperingati di Indonesia pada 1 Mei 1920. Sumber lain mengatakan, peringatan May Day di Indonesia pertama kali oleh ratusan anggota Serikat Buruh Kung Tang Hwee Koan di Surabaya pada 1 Mei 1918. Hingga 1926, sebelum pecahnya perjuangan bersenjata, peringatan Hari Buruh selalu dilakukan.

Usai perang kemerdekaan, di masa kepemimpinan Presiden Soekarno, tanggal 1 Mei merupakan hari libur untuk memperingati Hari Buruh. Selanjutnya, selama masa Orde Baru, peringatan hari buruh ditiadakan. Hal ini dikarenakan gerakan kaum buruh di Indonesia selalu identik dengan ideologi komunis yang sejak 1965 diharamkan hidup di Indonesia.

Baca juga:  Ini 5 Negara dengan Hutan Terluas yang Terancam

Di masa orde baru pula, peringatan May Day dikategorikan tindakan subversif yang bisa berakibat penjara. Sebenarnya hal ini tidak tepat, karena peringatan May Day juga diperingati negara-negara lain di dunia yang tidak menganut paham komunis. Baru setelah berakhirnya Orde baru, peringatan May Day kembali dirayakan oleh pekerja di Indonesia meski tidak ditetapkan sebagai hari libur.

[nextpage title=”5. Hal Unik dan Aneh dalam Demo Buruh Indonesia”]

5. Hal Unik dan Aneh dalam Demo Buruh Indonesia

Ada saja hal unik yang mewarnai demonstrasi para buruh. Kadang tidak sesuai dengan tuntutan mereka yang meminta peningkatan upah karena tidak mencukupi kebutuhan. Namun, seperti dilansir beberapa media, ada buruh yang berdemo dengan membawa sepeda motor dan helm mahal. Seperti pernah dilansir Merdeka, salah satu demonstran yang menaiki motor mahal yang akhirnya di-bully di medsos.

Ada juga aksi buruh pada bulan November 2013 yang menyisakan lelucon. Metro melansir gambar sekelompok gadis yang berfoto dengan menggunakan HP canggih. Banyak juga media di lapangan yang menemukan bahwa banyak sekali buruh yang menggunakan ponsel atau gadget selevel Samsung Galaxy S3 yang tentu bukan barang murahan.

Hal itu jelas bertentangan dengan apa yang mereka suarakan. Menyuarakan peningkatan upah karena tidak mencukupi kebutuhan, tapi ternyata yang ditampakkan adalah gaya hidup mewah. Jelas gaji UMR tidak akan cukup kalau untuk mencicil motor selevel Ninja.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Nasrudin