Habib Rizieq Pun Pernah Divonis Syiah, Ini 5 Bantahan Telaknya!

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Ternyata tokoh Islam yang paling berpengaruh saat ini, juga tak luput dari tuduhan sebagai penganut Syiah. Habib Rizieq yang berada di balik kesuksesan Aksi 212 dan Imam Besar FPI ini dituduh Syiah.

Bermula dari beredarnya foto Habib Rizieq Syihab bersama beberapa tokoh Syiah, isu tersebut berhembus sejak tahun 2013. Dengan adanya foto itu, kalangan yang gampang menuduh semakin yakin bahwa mereka benar karena sudah punya bukti.

Kelompok penebar tuduhan Syiah juga ada yang begitu rajin mengawasi tingkah laku seorang Habib Rizieq dan meneliti bagian mana dari setiap ceramahnya yang pantas dijadikan bukti bahwa ia adalah Syiah.

Ini bisa terlihat bagaimana tuduhan sebagai Syiah, yang di tahun 2013 sudah diklarifikasi oleh Habib Rizieq, kembali dibuka dengan mendatangkan “bukti” baru.

Seperti dimuat dalam Headlineislam.com, pada Oktober 2015 lalu. Dalam situs itu, selain mengajukan bukti dengan video ceramah, kembali disodorkan foto yang sebenarnya telah diklarifikasi 2 tahun lalu.

Membantah segala tuduhan atas dirinya, berikut 5 tanggapan Habib Rizieq Syihab atas tuduhan bahwa dirinya penganut Syiah:

[nextpage title=”1. Menantang Mubahalah”]

1. Menantang Mubahalah

Dalam setiap kesempatan, Habib Rizieq mengatakan bahwa dirinya dan ormas yang dipimpinnya menganut paham Ahlussunnah wal jamaah yang bermazhab fikih mengikuti Imam Syafi’i, dan mengikuti mazhab teologi Imam Asy’ari.

Bahkan dengan keras, ia menantang semua orang yang menuduhnya sebagai Syiah untuk melakukan mubahalah (meminta turunnya laknat atas pihak yang berdusta atau zalim antara dua orang yang berselisih).

“Saya tantang semua orang-orang yang mengatakan saya Syiah. Bahkan saya tantang mereka mubahalah. Saya tantang dimanapun Anda berada, mari kita mubahalah. Kalau Anda benar bahwa saya Syiah, saya dilaknat oleh Allah, mati dalam keadaan hina,” katanya.

“Tapi kalau saya yang benar, saya bukan Syiah, Anda memfitnah, Anda yang dilaknat Allah mati dalam keadaan hina,” ujarnya dalam acara tabligh akbar di komplek Gedung Syari’ah dan Masjid Mujahidin, Banyuanyar, Solo, seperti dilansir Muslimdaily.net pada (11/11/13).

Baca juga:  Ini Kenangan Ketika K.H. Hasyim Muzadi dan Habib Rizieq Bertemu

[nextpage title=”2. Klarifikasi Foto Bersama Ulama Syiah”]

2. Klarifikasi Foto Bersama Ulama Syiah

Penjelasan tentang foto yang beredar itu sebenarnya sudah disampaikan kepada Suara Islam Online pada (19/11/13). Foto tersebut adalah foto Habib Rizieq bersama rombongan delegasi ke Iran, Mei 2006 dalam rangka meninjau program nuklir di sana.

Dengan rinci ia menyebutkan bahwa orang-orang dalam foto tersebut adalah Ayatullah Ali Tashkiri, ulama Iran yang mewakili Iran dalam dialog internasional Suni-Syiah. Kemudian ada ulama Suni dari mazhab Hanafi yang ia lupa namanya.

Selanjutnya ada Dr. Abdul Mu’thi selaku Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah saat itu. Ada pula Usman Shahab, ustaz Syiah di Indonesia. Lalu ada Imam Addaruquthni yang merupakan tokoh muda Muhammadiyah dan Sekretaris Umum Dewan Masjid Indonesia. Dalam foto itu ada juga Haddad Alwi, lalu Ir. H. iqbal Salim, salah satu ketua PBNU.

[nextpage title=”3. Komentar Habib Rizieq”]

3. Komentar Habib Rizieq

Menjawab orang yang menuduhnya Syiah dengan bukti foto tersebut, Habib Rizieq menjelaskan bahwa yang melakukan tuduhan itu adalah orang bodoh dan kekanak-kanakan.

Ia menegaskan, “Foto ana dengan ulama Wahabi ada, dengan para pendeta ada, dengan rahib ada, dengan preman ada juga, dengan LDII pun ada, dengan Ahmadiyah saat dulu dialog ada juga, bahkan dengan monyet pun ada saat ana ke Kebun Binatang Ragunan. Apa itu semua berarti ana golongan mereka??”

[nextpage title=”4. Tujuh Tahun di Arab Saudi”]

4. Tujuh Tahun di Arab Saudi

Di kesempatan lain, Habib Rizieq mengungkapkan bahwa dirinya di Iran hanya tujuh hari saja. Sedangkan ia pernah mukim di Arab Saudi justru selama 7 tahun. Kenapa ia tidak dituduh sebagai Wahabi juga?

“Wah! Wartawan tanya, “Anda betul 7 hari ke Iran?” Saya jawab, “betul.” “Ini berarti Anda Syiah dong?” Saya balikin, “Dulu saya 7 tahun di Saudi kenapa gak dibilang Wahabi?!”

Yang 7 hari dibilang Syiah, yang 7 tahun nggak ngomong. Betul?!!” kisahnya dalam acara haul di Masjid al-Awwabin, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Mei 2015 lalu, seperti dilansir Muslimmedianews.com.

Baca juga:  Benarkah Orang yang Simpati pada FPI dan Masih Salafi Itu Karena Kurang Baca?

[nextpage title=”5. Dituduh Syiah karena Ceramah”]

5. Dituduh Syiah karena Ceramah

Stigma “orang yang tidak tegas mengkafirkan Syiah adalah Syiah” diterapkan untuk memvonis Habib Rizieq sebagai Syiah baru-baru ini.

Dalam situs Headlineislam.com tersebut, selain kembali mengungkit foto Habib Rizieq tahun 2006, juga ditampilkan video pengajian Habib Rizieq di TVRI.

Anehnya, dalam video itu perkataan Habib Rizieq sebenarnya hanyalah jawaban dari pertanyaan, apakah mungkin melahirkan generasi Muslim baru yang bukan Syiah juga bukan Suni.

Jawaban yang disampaikan, yang diklaim sebagai bukti tambahan Syiahnya Habib Rizieq, nampaknya adalah kata-kata penjelasan bahwa jika seseorang merujuk kepada kitab-kitab Suni maka dia adalah golongan Suni.

Tetapi bila seseorang merujuknya kepada kitab-kitab Syiah, maka ia termasuk golongan Syiah. Keduanya tidak bisa dicampur adukkan dan biarlah berjalan sendiri-sendiri sebagaimana mestinya.

Ya, hanya bagian itulah yang membahas Suni-Syiah. Hal itu dianggap sebagai tindakan tidak tegas atau tidak mau tegas mengatakan Syiah sesat, dan menyamakan Syiah dengan Suni. Ini standar yang aneh dan tidak cerdas.

Terakhir, hendaknya kita waspada terhadap isu dan tuduhan yang beredar dan selalu menggiring opini bahwa ulama A Syiah, ulama B pendukung Syiah. Karena telah nyata hal itu datang dari oknum yang senang memecah belah umat Islam Indonesia.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close