Gagal Move On, Ini 5 Nasihat Ahli Tasawuf

  • 101
  •  
  •  
  •  
    101
    Shares

DatDut.Com – Siklus kehidupan itu selalu berputar hari demi hari. Senang dan susah dalam hidup itu biasa. Kadang kita dihargai orang, dan dalam waktu yang sama kita juga sering disakiti yang lain. Hari ini kita menjabat pimpinan, bisa saja besok jadi bawahan lagi. Sekarang kita kaya, mungkin dulu kita pernah miskin. Itulah kehidupan dunia, rotasinya berputar begitu cepat, secepat nafas berhembus.

Perputaran tersebut terkadang tidak kita sadari, sehingga tidak jarang dari kita yang sulit move on saat menghadapi masa-masa kesulitan dan kegagalan dalam hidup. Bahkan sebagian orang merasa yakin bahwa jabatan dan kekayaan itu segalanya dalam kehidupan ini. Nah, 5 nasihat ini yang disarikan dari beberapa mutiara kata Syekh Ibn Athaillah dalam al-Hikam. Semoga untaian kata-kata sufi ini dapat membuka hati kita yang sulit move on.

1. Tidak Menerima Takdir

Ibnu Athaillah dalam al-Hikam mengingatkan kita dengan mutiara katanya, sawabiqul himam la tukhriq aswaral aqdar, ‘besarnya ambisi seseorang tak dapat merobohkan tembok takdir yang kokoh’. Bila Anda penganut paham Ahli Sunah dalam berakidah, tentu Anda pasti ingat, Rukun Iman yang keenam itu percaya, yakin, bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini atas kada dan kadar Allah Swt.

Karenanya, berusahalah selalu meyakinkan bahwa setiap kejadian manis maupun pahit itu ada hikmah di baliknya yang harus kita petik. Tidak usah gusar dan gundah. Amalkanlah kepercayaan Rukun Iman itu dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tidak Punya Keyakinan Semua Itu Anugerah Tuhan

Tanamkanlah dalam jiwa Anda, anak, keluarga, saudara bahwa semua keberhasilan yang kita gapai itu bukan semata-mata karena kecerdasan dan kemampuan kita. Yakinkan pada diri Anda bahwa keberhasilan itu anugerah Allah.

Baca juga:  Ampuh Tapi Jarang yang Tahu, Ini 9 Trik Browsing yang Bikin Hasil Pencarianmu Lebih Akurat

Syekh kelahiran Iskandaria, Mesir ini, menasihati kita dengan mutiara kata-katanya, min ‘alamatil i’timad ‘alal ‘amal, nuqshan ar-raja’ ‘inda wujud az-zalal, ‘salah satu tanda menganggap keberhasilan yang Anda raih itu hanya jerih payah Anda semata adalah putus harapan saat gagal menimpa’.

Pada umumnya, kita beranggapan bahwa kesuksesan yang kita capai itu usaha dan kerja keras kita semata, tanpa campur tangan Tuhan. Padahal saat kita gagal justru malah menyalahkan Tuhan. Nah, saat kita sulit move on dari posisi nyaman yang kita dapatkan sebelumnya, berarti kita belum meyakinkan bahwa apa yang kita dapat semua ini semata anugerah dari Allah Swt.

3. Jangan Berteman dengan Orang Suka Memprovokasi

Saat Anda sulit move on, carilah teman yang dapat memotivasi Anda. Bisa orangtua, teman, dosen, kiai, usatz, saudara, keluarga, atau bahkan tetangga. Anda harus langsung hindari teman-teman yang saat Anda sulit move on, justru dia malah memprovokasi Anda.

La tashab man la yunhidhuka haluhu wa la yadulluka ‘ala Allah maqaluhu, ‘jangan berteman dengan orang yang sepak terjangnya tidak membuatmu termotivasi dan perkataannya tidak mengarahkanmu di jalan Allah’. Ini nasihat murid Abu Abas al-Mursi terkait pilih teman.

4. Menyibukkan Diri dengan Sesuatu yang Baru

Menyibukkan diri pada sesuatu yang baru mungkin menjadi salah satu solusi jitu Anda melupakan keterpurukan, kegagalan, dan kegelisahan yang menimpa Anda. Apalagi Nabi pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk sesamanya.”

Baca juga:  Ini 5 Cara Hidup Hemat Ala Mahasiswa

Kerjakanlah apa saja yang Anda bisa untuk umat. Tidak usah malu, apalagi gengsi. Bermanfaat untuk umat itu tidak harus menduduki jabatan tertentu, tidak harus mempunyai uang banyak. Petiklah setiap kejadian yang menimpa Anda sebagai pelajaran berharga.

5. Terlalu Fokus Pada Kehilangan

Saya ingatkan sekali lagi, semua kesuksesan dan keberhasilan yang kita raih itu anugerah dari Allah. Galau saat Anda tertimpa musibah dan kegagalan itu suatu hal yang wajar. Yang tidak wajar itu bila Anda meratapi musibah dan kegagalan tersebut tanpa ingin bangkit menuju hal yang lebih baik.

Karenanya, Anda tidak perlu memamerkan keberhasilan Anda pada orang lain kalau itu bertujuan ujub. Bisa jadi saat Anda gagal atas capaian berikutnya, orang akan mencibir dan mencemooh Anda. Kecuali, Anda niatkan memperlihatkan keberhasilan pada orang lain untuk memotivasi dan rasa syukur pada Allah atas capaian yang telah Anda dapat tadi.

ibnu kharish1Penulis : Ibnu Kharish | Penulis Tetap Datdut.com

Fb : Ibnu Harish

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga.
Redaksi
  •  
    101
    Shares
  • 101
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close