Membongkar 5 Fakta di Balik Situs NU Garis Lurus yang Meresahkan Nahdliyin

  • 324
  •  
  •  
  •  
    324
    Shares

DatDut.Com – Fenomena NU Garis Lurus (NUGL) banyak menyita perhatian kalangan khususnya warga NU sendiri. Ada kalangan yang merasa mendapat pencerahan dengan tulisan dalam website NUGL. Perhatian pembaca juga tertuju pada tiga tokoh yang dijadikan ikon dalam website nugarislurus.com. Mereka adalah K.H. Luthfi Bashori yang diklaim sebagai Imam Besar, K.H. Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya) sebagai Rais ‘Am, dan K.H. Muhammad Idrus Ramli sebagai Ketua Umum.

Beberapa waktu lalu, website NUGL menuai hujatan dari nitizen karena memuat berita hoax tetang penggantungan penyair iran. Selain itu, tulisan-tulisan di website tersebut banyak yang terindikasi mengadu domba antartokoh NU. Sebenarnya ada apa dengan NUGL? Benarkah para tokoh yang dijadikan ikon tersebut benar-benar tokoh NUGL? Patutkah NUGL dijadikan rujukan berita? Berikut 5 fakta tentang NUGL yang patut Anda ketahui:

[nextpage title=”1. Siapakah Admin NU Garis Lurus?”]

1. Siapakah Admin NU Garis Lurus?

NUGL tidak pernah mencantumkan siapa admin yang berada di balik website itu. Padahal, berita dan artikel yang dimuat membuat semua orang bereaksi. Entah yang sependapat maupun yang tersengat. Tentunya mereka akan minta kejelasan dari sang admin atau pimpinan redaksi. Ternyata semuanya serba tak jelas.

Salah satu sumber yang menjelaskan siapa admin website NUGL adalah wawancara dari pengelola Hidayatullah.com yang menyatakan berhasil menemui pengelola website NUGL. Pada wawancara itu, pengelola website NUGL mengaku sebagai anak-anak muda yang resah melihat penyelewengan para pengurus NU. Terkuak pula inisial pengelola website NUGL adalah EL RMR.

Di kesempatan lain, admin Fanpage (FP) NUGL pernah sedikit membuka jati diri. Saat gerah karena banyak tuduhan bahwa gerakan NUGL adalah Wahabi, Syiah, atau Khawarij, admin FP ini membantah. Sebagaimana dikutip oleh Muslim Media News, admin FP tersebut mengatakan dirinya adalah salah satu pengurus PCINU, putra salah satu Dewan Syuro NU, Alumni PP. Al-Anwar. Saat ini ia sedang belajar di Ribat Tarim di bawah Kemuzdiran Sulthanul Ulama Habib Salim As-Syatiri, dan sering melakukan amaliah NU semisal Maulid dan ziarah kubur. Hanya saja, postingan pernyataan ini telah dihapus dari FP NUGL.

Selaras dengan pengakuan itu, Ustad Idrus Ramli juga pernah menyatakan bahwa situs NUGL adalah buatan anak-anak Jawa Tengah alumni Sarang.

[nextpage title=”2. Hubungan dengan K.H. Luthfi Bashori”]

2. Hubungan dengan K.H. Luthfi Bashori

Dalam situs resminya, Pejuangislam.com, K.H. Luthfi Bashori beberapa kali menegaskan bahwa dirinya tidak ada sangkut paut dengan FP, blog, dan situs yang mengatasnamakan NUGL. Sebagai orang pertama yang mencetuskan istilah tersebut, K.H. Luthfi Bashori tampaknya merasa bahwa gerakannya akan disalahgunakan oleh sebagian orang.

Baca juga:  Jangan Seret Islam Nusantara dalam Perlawanan terhadap Propaganda Anti-Arab

Selain menegaskan dirinya tidak ada hubungan dengan website lain yang mengatasnamakan NUGL yang digagasnya, kini website Pejuang Islam tidak lagi mencantumkan kata NU Garis Lurus dalam tagline-nya. Slogan NU Garis Lurus telah diubah menjadi Aswaja Garis Lurus.

Meskipun telah berlepas tangan, bukan berarti website NUGL tidak menyeretnya dalam “dakwah”. Bahkan, website NUGL terang-terangan menobatkan pengasuh Pesantren Ribath Al-Murtadla Al-Islami, Singosari Malang tersebut sebagai Imam Besar NUGL.

Senada dengan pernyataan itu, dalam wawancara Hidayatullah.com dengan pengelola NUGL, pengelola juga mengakui bahwa situsnya tidak ada hubungan dengan website Pejuang Islam.

Pencatutan nama dan penobatan sepihak ini benar-benar merugikan K.H. Luthfi Bashori karena semua kesalahan website NUGL selalu menyeret dirinya sebagai “Imam Besar”.

[nextpage title=”3. Hubungan dengan K.H. Idrus Ramli”]

3. Hubungan dengan K.H. Idrus Ramli

Ustad Idrus Ramli merupakan salah satu dari trio kyai NUGL yang terpampang dalam website tersebut sebagai Ketua Umum. Sebagaimana maklum, sebelum muktamar ke-33 NU di Jombang, NUGL gencar menyuarakan Ustad Idrus Ramli sebagai calon ketua PBNU. Setelah berlalunya muktamar dan Ustad Idrus Ramli tidak meraih dukungan, ternyata website NUGL menobatkannya sebagai Ketua Umum NUGL.

Tanggapan dari pihak Ustad Idrus Ramli sendiri justru menyatakan lain. Ketika dikonfirmasi oleh admin Forum Aswaja Nusantara, ia menjawab bahwa jabatan-jabatan yang diklaim oleh website NUGL hanyalah guyonan (humor), bukan sebenarnya. Sebelumnya, ustad yang terkenal dengan julukan Pendekar Aswaja ini juga membantah ada keterkaitan dengan NUGL.

Hal itu ia nyatakan saat mengklarifikasikan kritikannya atas buku K.H. Said Aqil. Ia juga mengaku pernah bertemu dengan salah satu kru website itu bersama Gus Masrur Rhabitullah. Ustad Idrus Ramli juga menegaskan bahwa dirinya tidak ada hubungan dengan K.H. Luthfi Bashori dan jarang bertemu.

Melihat jawaban yang menyatakan jabatan di website NUGL hanyalah lawakan belaka, bisa dipastikan kalau Buya Yahya yang dinobatkan sebagai Rais ‘Am tentunya juga hanya lawakan belaka. Lantas apa tujuannya?

[nextpage title=”4. NU Garis Lurus Berlebihan”]

4. NU Garis Lurus Berlebihan

Banyak sekali ulah website satu ini telah mengacaukan pemahaman warga NU. Berita-berita banyak yang terindikasi dipelintir sehingga selalu menimbulkan reaksi klarifikasi dari pihak tertentu. NUGL juga memposisikan ketiga ikonnya, K.H. Luhfi Bashori, Buya Yahya, dan Ustad Idrus Ramli menjadi sasaran dan sorotan banyak orang, padahal bisa jadi mereka tak mengerti pemberitaan di website itu. Sedangkan si Admin bersembunyi dari riuhnya tulisan yang ia buat.

Kalaupun benar tujuan NUGL untuk menyelamatkan NU dari SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme), tetapi caranya yang brutal terbukti telah menimbulkan keresahan warga NU.

Baca juga:  Lima Orang Ini Berani Kritik Ulama yang Ilmunya Jauh di Atasnya

[nextpage title=”5. Tokoh NU yang Dihujat NU Garis Lurus”]

5. Tokoh NU yang Dihujat NU Garis Lurus

Sebagai wujud perjuangannya menjaga NU dari Sepilis, para ulama dan tokoh NU yang dianggap melenceng dan bengkok menjadi sasaran kritik nakal website ini. Ketua PBNU, Said Aqil Siradj tak pernah lepas dari sorotan. Segala tingkahnya, jawaban, dan klarifikasinya selalu dicibir. Cap sebagai agen Syiah terlanjur melekat pada tokoh NU yang memang kontroversial ini (Baca: 5 Pemikiran Nyeleneh Said Aqil Siradj).

Tokoh lain yang dijadikan sasaran NUGL adalah Prof. Dr. Quraish Shihab. Tokoh yang terlanjur difitnah sebagai Syiah ini seakan tak punya hanya hak jawab lagi (Baca: 5 Bukti Quraish Shihab Bukan Syiah). Segala pernyataannya dijadikan bahan bully baru. Selanjutnya, Gus Mus adalah tokoh NU yang juga dikecam dengan cara tak beradab. Diperarah lagi karena beliau memiliki menantu seorang pentolan JIL, Ulil Abshar Abdalla (Baca: 5 Pemikiran Kontroversial Ulil Absar Abdalla).

Rais ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyyah, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya (Habib Luthfi) juga tak luput dari kecaman kasar. Tulisan Ustad Idrus Ramli mengenai mursyid dan mufsid yang tanpa menunjuk ke Habib Luthfi, digunakan oleh NUGL untuk menghujat Sang Habib.

Dalam FP-nya, NUGL mengunggah video Habib Luthfi yang sedang memainkan instrumen dalam mendendangkan lagu Cinta Tanah Air ciptaannya dengan judul postingan “Rais ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyyah tapi Ahli Bernyanyi dan Musik”. Judul yang bernada ejekan.

Cara-cara NUGL melaksanakan langkah yang disebutnya sebagai dakwah ternyata banyak tidak beretika. Norma yang dijunjung tinggi para santri dalam membantah para kiai dalam bahstul masail (Baca: 5 Keunggulan Bahtsul Masail ala Santri) sekalipun sudah tidak ada lagi dalam situs ini. Maka pantaslah banyak orang menuduhnya sebagai agen Wahabi, Syiah, HTI, dan sebagainya. Jangan salahkan orang yang berburuk sangka karena memang tingkah laku NUGL mengundang prasangka. Wallahu A’lam.

2 1
%
Happy
%
Sad
100 %
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin
  •  
    324
    Shares
  • 324
  •  
  •  
Close