Ini 5 Fakta Menarik tentang Candi Borobudur

  • 12
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares

Dibaca: 627

Waktu Baca2 Menit, 47 Detik

Datdut.Com – Siapa yang tak kenal dengan candi yang fenomenal ini, Candi Borobudur. Sebuah candi peninggalan Buddha yang terletak di Jawa Tengah. Candi ini berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama menjadi puncak candi. Dari pada penasaran, yuk kita simak fakta-fakta menarik tentang Candi Borobudur di bawah ini:

1. Candi Buddha termegah di dunia

Candi ini terletak di Desa Boro, Kabupaten Magelang. Tetanggaan tuh sama kota gudeg, Yogyakarta. Bisa ditempuh sekitar kurang lebih satu jam dari kota Yogyakarta. Candi Borobudur merupakan candi termegah di dunia dan contoh terbaik karya seni Buddha terbaik di Pulau Jawa. Kawasan candi ini mempunyai luas 2.500 km2. Candi ini dibangun pada masa Dinasti Saylendra dan Dinasti Sanjaya yang kala itu memerintah Pulau Jawa. Tahun pembangunan candi terbesar di dunia ini, diperkiran pada tahun 750-850.

2. Dibangun di atas bukit batu

Candi borobudur dibangun di atas bukit batu yang berada pada ketinggian sekitar 265 meter di atas permukaan laut, serta sekitar 15 meter di atas dasar sebuah danau purba yang dahulu diperkirakan pernah menggenangi kawasan sekitar candi. Banyak para arkeolog berpendapat bahwa candi ini dibangun di tepi sebuah danau purba atau mungkin di tengah-tengah danau. Menurut penelitian, kawasan danau ini berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu dan diperkirakan masih ada di sekitar Candi Borobudur pada abad ke-13 hingga abad ke-14.

Baca juga:  Lima Kelatahan Umat Islam Dewasa Ini

3. Dibangun tanpa menggunakan semen

Pernah membayangkan membangun sebuah gedung bertingkat-tingkat tanpa menggunakan semen? Nggak usah dibayangin deh. Di zaman sekarang kayaknya nggak bakal ada deh. Pada masa dibangun, sekitar 55.000 m3  bongkahan batu diangkut dari sungai-sungai terdekat untuk membangun candi ini. Batu-batu tersebut kemudian dipotong-potong dan dibawa ke lokasi candi dan ditata tanpa menggunakan semen. Metode penggunaan batu-batunya menggunakan knop, lekuk-lekukan, serta sambungan ekor merpati. Nah, saya nggak tahu nih maksudnya ekor merpati apa ya. Pokoknya gitu deh yang saya baca di enslikopedia World Heritage Culture and Nature. Kalau penasaran silakan cari di Mbah Google, ya. Hehe.

4. Reliefnya bercerita tentang riwayat Sang Buddha

Relief di Candi Borobudur bukan hanya sekedar relief tanpa makna lho. Relief yang bercerita riwayat Sang Buddha berada di sisi sebelah selatan. Relief ini bernama Lalitawistara. Tapi, relief ini bukan merupakan deretan riwayat yang lengkap ya kawan-kawan. Relief ini dimulai dari turunnya Sang Buddha dari Surga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat Kota Banaras.

5. Terhubung dengan Candi Mendut dan Candi Pawon

Candi yang letaknya di Dataran Kedu ini konon, selama masa restorasi atau pemugaran kompleks candi, para ahli selain menemukan Candi Borobudur juga berhasil menemukan dua candi Buddha lainnya, yakni Candi Mendut dan Candi Pawon yang terletak dalam satu garis lurus. Hem... kok bisa ya. Tapi ada legendanya lho. Di dalam legenda tersebut diceritakan bahwa konon ketiga candi ini dihubungkan oleh sebuah jalan lurus yang dibuat dari batu bata dan juga diapit oleh pagar pembatas kedua sisinya.

Baca juga:  Eksotika Syiqqain, Kawasan Gunung Bebatuan di Yaman

Nah, itu dia sekelumit fakta-fakta yang berkaitan dengan Candi Borobudur.  Fakta-fakta menarik ini saya salin dari ensiklopedia, jadi kalau penasaran samperin aja candinya. Belum pindah, kok. Kalau mau ke sana ajak-ajak saya, ya. Soalnya saya juga belum pernah ke sana. Cukup sekian. Sampai jumpa ditulisan selanjutnya, ya.

inayahKontributor: Maftukhatul Inayah | Mahasiswa Jurusan Tarjamah UIN Jakarta, penikmat masakan berbahan tahu dan pendengar salawat Nabi

Twitter: @inayah_ainun12

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Maftukhatul Inayah
Latest posts by Maftukhatul Inayah (see all)
  • 12
    Shares

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *