Fakta di Balik Foto Pembunuhan di Mushalla Ini Diviralkan dan Dikaitkan dengan Bangkitnya PKI

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com – Salah satu modus membangkitkan sentimen dan sikap antipemerintah, serta membangkitkan emosi umat Islam adalah dengan foto-foto pembunuhan yang diposting dengan deskripsi seolah umat Islam sangat dihinakan.

Salah satunya foto pembunuhan di sebuah mushalla ini. Foto korban pembunuhan yang tergeletak di lantai mushalla bersimbah darah tersebut diviralkan oleh salah satu pengguna FB.

Dalam statusnya, Alaudien Al-Ghazali mengunggah 3 foto tentang pembunuhan di sebuah mushalla. Dalam penjelasannya, pemilik akun menulis:

KENAPA YANG SEPERTI INI SEPI DARI PEMBERITAAN??? Coba Kalo Korbannya orang kafir, 7 hari 7 malam di siarin di TV belum kelar2. Dan yang sering terjadi selalu menuduh pelakunya dari orang Islam, Padahal kenyataannya hanya oknum bayaran yang mengatasnamakan Islam.

***

BOLEH SHARE.. Dari Fb Evita prameswari : Telah terjadi pembunuhan seorang penjaga mesjid di desa kintap kab.tanah laut..kalimantan selatan sewaktu tidur di mesjid ….mohon doa.nya untuk saudara kita ini.agar amal ibadar di terima di sisi Allah SWT.”

Sama-sama mengunggah berita tentang pembunuhan penjaga masjid di Kab. Tanah Laut, namun status Aludien di atas adalah yang paling viral.

Itu tak lepas dari caranya mengaitkan berita dengan agama. Mempertanyakan kenapa tidak ada berita di TV, dan mengungkit kasus sejenis yang korbannya adalah nonmuslim.

Sejak diunggah pada 17 Januari 2017 pukul 12.40, statusnya telah dibagikan sebanyak 3.774 kali, mendapat 4,4 ribu tanggapan, dan 300 lebih komentar. Gambar status tersebut juga bisa dilihat di sini.

Beberapa akun lain yang juga mengunggah foto yang sama namun dengan deskripsi biasa-biasa saja, namun tak dibagikan oleh pengguna lain hingga ribuan kali.

Baca juga:  Ketika Goenawan Mohamad Pun Tak Kuasa Menahan Diri Sebar Hoax

FP Tentang Islam misalnya, mengunggah foto tersebut dengan deskripsi “Telah terjadi pembunuhan seorang penjaga mesjid di desa Kintap Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan sewaktu tidur di mesjid. Mohon doanya untuk saudara kita ini agar amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT. Sumber: s.id/fkO.”

Hanya saja, ternyata tautan yang telah diperpendek (s.id/fkO) di akhir tulisan tersebut merujuknya ke status Alaudien. Dalam FP ini, berita pembunuhan penjaga masjid dibagikan hingga 900 kali.

Deskripsi lebih seram ditulis oleh akun Abu Muhammad Halim Sodikin yang membagikan kiriman Aludien. Abu Muhammad menulis dengan huruf kapital:

PKI MULAI BERAKSI ….PENJAHAT GA MUNGKIN MEMBUNUH DI MASJID, TUKANG BADOG GA AKAN BERANI MEMBUNUH DI DALAM MASJID … HANYA PKI DAN KAUM KAFIR YANG BERANI MEMBUNUH ORANG YANG BERADA DALAM MASJID ..WASPADALAH … WASPADALAH WAHAI UMMAT ISLAM… BERSIAP SIAGALAH…” Lihat di sini jika ternyata status telah dihapus.

[nextpage title=”Bagaimana Kejadian Sebenarnya?”]

Bagaimana Kejadian Sebenarnya?

Lalu bagaimana kejadian sebenarnya? Dari mana mereka mendapat foto-foto korban lalu menulis deskripsi sedemikian rupa?

Ternyata beginilah beritanya. Dilansir oleh Banjarmasin.tribunnews.com, terjadi pembunuhan di Mushalla al-Muhajirin (bukan masjid) Desa Sungaicuka RT 8 Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (17/1/2017).

Korbannya bernama Sukoyo yang rumahnya tak jauh dari mushalla tersebut. Pada hari itu juga polisi telah berhasil menangkap pelaku bernama Muhammad Nasiruddin (68). Sukoyo adalah suami dari Siti Maryam (40) yang merupakan keponakan pelaku.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan kepada para wartawan yang meminta penjelasan terkait status sejumlah saksi yang diamankan.

Dari 4 saksi yang diamankan polisi, akhirnya Muhammad Nasiruddin ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sendal pelaku, cangkul, parang yang digunakan pelaku.

Baca juga:  This or That, Antara Narsis atau Takut dibilang Kudet

Menurut Sentot, motif pembunuhan adalah dendam pribadi pelaku terhadap korban. Hanya saja pelaku belum bisa diminta konfirmasi karena masih mengalami depresi setelah menghabisi suami keponakannya itu.

Dugaan polisi terhadap pelaku diperkuat adanya penemuan kepala korban oleh polisi dan warga. Kepala itu ditanam tak jauh dari rumah pelaku.

Di sisi lain, menurut keterangan rekan korban yang bernama Su’aib, pelaku memang memiliki sakit kejiwaan. “Saya dan korban kerap mendatangi pelaku ke rumahnya, membawakan makanan ringan atau buah tangan, kalau pelaku sedang sakit. Pelaku diduga sakit kejiwaan,” kata Suaib kepada Tribun.

Kesimpulannya, berita pembunuhan tersebut benar adanya, dan pelaku telah ditangkap pada hari itu juga. Korban dan pelaku sama-sama muslim, motifnya adalah dendam pribadi dan pelaku memang memiliki masalah kejiwaan.

Jadi apa tujuan mereka yang memviralkan kasus tersebut dengan deskripsi membawa-bawa agama bahkan mengatakan PKI telah bergerak?

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close