Elly Risman, SNSD, dan Netizen

  • 177
  •  
  •  
  •  
    177
    Shares

DatDut.Com – Seminggu lalu laman-laman berita dipenuhi berita kontroversi seputar girl-band Korea Selatan Girls Generation alias SNSD. Awalnya muncul berita kalau grup vokal tari beranggota 8 cewek seksi itu akan diundang ke peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Kasak-kusuk di balik panggung bilang rencana itu dibuat karena Sang Pangeran Kawat Gigi ngefans banget sama Sooyong, Sunny, Tiffany dan kawan-kawan.

Mengutip link berita posmetro berjudul “Dengan Tema “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan” Jokowi Undang Girlband Korea”, psikolog dan pakar parenting Elly Risman menggungat dan menghujat.

Lewat akun twitter bertagar #yangbenaraja, Elly mempertanyakan mengapa negara mengundang simbol seks dan pelacuran ke Hari Kemerdekaan.

Cuitan pedas itu menuai protes, terutama dari para penggemar SNSD yang menyebut diri mereka SONE. Mereka tidak terima para pujaannya disebut seperti itu. Ada yang mengunggah petisi supaya Elly digugat di jalur hukum dengan tuduhan pencemaran dan fitnah.

Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf lantas meluruskan bahwa pihaknya memang sedang bernegosiasi untuk mendatangkan sebagian personel SNSD, bukan seluruh band lengkap, untuk kegiatan promosi countdown Asian Games. Jadi bukan untuk acara kemerdekaan.

Buntutnya Elly minta maaf. Tapi maki-maki untuknya masih berlanjut. Lalu beritanya tenggelam oleh kisah heboh penangkapan pasangan kondang Tora Sudiro–Mieke Amalia dan meninggalnya dokter ganteng Ryan Thamrin. Nggak ada lagi berita soal Elly vs SONE.

Baca juga:  Ini 5 Hadis yang Melarang Perilaku LGBT yang Perlu Disebarkan

Alhamdulillah saya jadi gak perlu lagi baca berita-berita yang bikin darah mendidih. Ketika akhirnya memutuskan menulis posting ini, kepala dan hati saya mulai dingin.

Tuh lihat saja 3 alinea pertama di atas, lempeng saja tanpa emosi, seperti lead berita-berita halaman 1 koran Kompas. Mungkin juga saya jadi dingin karena dibantu udara 15 dercel kota Wonosobo yang harus saya kunjungi seminggu ini.

Tadinya, membaca berita-berita tentang kontroversi SNSD ini, membuat kepala saya mau meledak. Pertama, judul dan isi berita yang semuanya tendensius menyalahkan Elly Risman dan membela kaum SONE.

Kedua, komentar-komentar di berita-berita itu sungguh membuat saya ingin murka semurka-murkanya kepada para penulis komentar. Kalau gak ingat harus kasih contoh baik sama anak, saya pasti sudah maki-maki.

Dan sungguh saya tercengang ketika Detik.com menulis “Netizen yang Sebut SNSD Simbol Seks Sudah Minta Maaf”. Saya kecewa jurnalis Detik ini menyebut Elly Risman sebagai sekadar “netizen”. Bagaimana bisa seorang yang bekerja di situs berita, tapi tidak bisamencari tahu siapa Elly Risman.

Agak janggal juga kalau dia juga tidak tahu kisah perjuangan Elly Risman memerangi kejahatan cabul terhadap anak-anak. Padahal kalau dia mau sedikit usaha mengetik nama Bu Elly di google, kamu akan menemukan jutaan informasi tentangnya.

Tentang perjuangannya melindungi anak-anak Indonesia dari penjahat kelamin pedofilia, sudah banyak yang tahu. Tentang jutaan orang tua yang sudah diajarinya untuk menjadi orang tua yang bener dalam mengasuh anak, gampang sekali ditemukan infonya. Termasuk tentang kerisauannya terhadap masa depan anak-anak bangsa.

Baca juga:  Ini 5 Komentar Soal Berita Hoax NU Garis Lurus terkait Hukum Gantung Penyair Irak

Aneh tak ada satu kalimat pun dalam berita itu yang berusaha menjelaskan Elly Risman itu siapa. Padahal kalimat itu akan menjadi penerang mengapa dia bisa berang kepada program ndeso ngundang artis Korea pakai duit negara, padahal kita lagi kekurangan garam. Setidaknya, sedikit keterangan tentang Elly Risman akan membuat berita di Detik itu akan lebih berimbang.

Saya pernah jadi wartawan berita hiburan juga. Tapi saya tetap menggunakan kaidah-kaidah jurnalistik, sebagaimana kalau saya nulis berita politik dan lainnya. Selalu ada prinsip pemberitaan berimbang. Selalu ada check & recheck. Andai saya ditugasi menulis berita tentang kontroversi SNSD ini, maka yang akan saya lakukan adalah:

Redaksi

Redaksi

Mengabarkan dan menghadirkan berbagai hal yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik dan netizen dengan pendekatan jurnalisme warga dan sudut pandang yang khas nan unik.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *