Dr. Afifudin Dimyathi, Produktif Berkarya dalam Bahasa Arab

  • 426
  •  
  •  
  •  
    426
    Shares

DatDut.Com – Membahas soal kitab berbahasa Arab pasti erat kaitannya dengan para penulisnya yang dari manca negara. Namun, sebenarnya tak sedikit pula kitab-kitab yang ditulis oleh ulama dalam negeri seperti Syekh Nawawi Al-Bantani dan Kiai Ma’shum bin Ali.

Di era milenial ini, ada pula seorang kiai muda yang aktif menulis dalam bahasa Arab. Beliau adalah Dr. Muhammad Afifudin Dimyathi dari Jombang yang saat ini menjadi pengasuh Asrama Hidayatul Quran di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso.

Gus Awis, sapaan akrab beliau, lahir di Jombang pada 7 Mei 1979. Beliau adalah putra dari K.H. A. Dimyathi Romly dan Hj. Muflichah.

Setelah lulus dari MTs Program Khusus Darul Ulum pada1994, beliau melanjutkan studinya ke MAKN Jember. Beliau juga sempat menimba ilmu di Pndok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman, Yogyakarta pada tahun 1997-1998.

Gus Awis menyelesaikan pendidikan strata 1 di Fakulttas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Tanta, Mesir, pada tahun 2002 pada jurusan Tafsir dan Ulumul Quran.

Baca juga:  Pertemuan Gus Miek dan Kiai Hamid Pasuruan

Kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Khortoum International Institute for Arabic Language, Sudan dan meraih gelar magister pada tahun 2004 dengan predikat cum laude.

Beliau juga merupakan dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya sejak 2005.

Pada saat itu beliau juga sedang menempuh program Doktoral di Universitas An-Neelain jurusan Tarbiyah konsentrasi Kurikulum dan Metodologi Pengajaran Bahasa Arab.

Karya beliau yang sudah diterbitkan di antaranya adalah Mawarid al-Bayan fi Ulum al-Quran, Safa al-Lisaan fi I’rab al-Quran, dan Asy-Syamil fi Balaghah al-Quran yang diterbitkan oleh Lisan Arabi.

Juga ada karyanya yang diterbitkan oleh Daar As-Saalih di Mesir yaitu kitab Irsyadud Daarisin ilaa Ijma’ al-Mufassiriin dan kitab ‘Ilmu Tafsir: Ushuluhu wa Manahijuhu.

Motivasi terbesarnya dalam menulis adalah perjuangan para ulama terdahulu dalam mengabadikan ilmu. Sebuah ilmu yang adalah amanah yang harus dismpaikan kepada umat dan salah satu caranya adalah dengan menulis.

Sebagai penulis yang produktif, beliau mengatakan bahwa ide adalah sebuah amanah dari Allah. Maka dari itu setiap mendapat ide tulisan, beliau akan mencatatnya dan berniat untuk  menuangkan ide-ide tersebut dalam bentuk kitab.

Baca juga:  Fenomena Habib Syekh, 5 Fakta Menarik tentang Pelantun Salawat Terpopuler Ini

Di antara hal yang membuat Gus Awis terus menekuni kegiatan menulis kitab adalah keharusan untuk membaca dan merujuk ke berbagai referensi. Bahkan beberapa kitab yang dicari adalah kitab yang dianggapnya remeh pada saat kuliah di Mesir dulu.

Beliau menganggap bahwa hal ini adalah bukti bahwa setiap buku ada pembacanya, setiap buku pasti ada pencarinya.

Setelah melakukan stalking di akun facebook beliau, rasanya saya mendapat banyak pelajaran yang berarti. Semangat beliau untuk terus menulis sangat menginspirasi. Semoga Allah senantiasa melimpahkan berkah pada beliau.

3
%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Yasmin Azzuhri

Mahasiswa Fakultas Dirasah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Yasmin Azzuhri
  •  
    426
    Shares
  • 426
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close