Di Pesantren La Tansa, Santri Bukan Cuma Bisa Ngaji Tapi Juga Nyanyi

  • 39
  •  
  •  
  •  
    39
    Shares

DatDut.Com- Pada salah satu adegan di film Baik-Baik Sayang ada sebuah dialog antara personel band wali dengan seorang yang bernama Hamzah.

Dialah yang suka melapor kepada pengurus atas pelanggaran aturan pondok yang sering mereka lakukan sehingga menyebabkan mereka di hukum membersihkan toilet.

Apoy: Lima tubghid ilaina katsiron Hamzah! (kenapa sih kamu benci banget sama kita?)

Hamzah: lianna alghina haramun, wal ghina yudh’ifu al iman (karena musik itu haram, menyebabkan lemahnya iman) katanya dengan ekspresi menyebalkan.

Apoy : Al bahtsu al ‘amiiq, lam yablugh ‘ulumuna. (wah pembahasan yang sangat dalam ini, pokoknya ilmu kita belum sampai) ujarnya dengan agak sinis.

Dari sepotong adegan ini buat saya menggambarkan betapa revolusionernya pemahaman agama di pesantren tempat Apoy dan Faank (personel wali band) menimba ilmu.

Musik yang selama ini dikesankan “tabu” dalam dunia pesantren, justru difasilitasi dan dan didukung bahkan sampai mencetak para pemusik profesional yang sukses.

Itulah Pondok pesantren La Tansa yang berdiri di sebuah lembah seluas 13 ha. Diapit oleh bukit-bukit dan pegunungan menghijau dan dikelilingi aliran sungai Ciberang.

Tepatnya di kampung Parakan santri kecamatan Cipanas kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Mengutip website resmi pesantren la tansa  “ selain posisinya jauh dari polusi udara perkotaan, juga jauh dari polusi budaya pergaulan amoral”.

Baca juga:  Terbitnya Perpres dan Tenggelamnya Permendikbud Soal FDS

Oleh karenanya, sangat ideal bagi anak-anak milenial menimba ilmu di sana karena terbukti mampu menjawab kebutuhan dan tantangan zaman tanpa mengesampingkan aturan-aturan syariat agama.

Di dirikan pada tahun 1991 oleh Drs. K.H. Ahmad Rifa’I Arief yang juga merupakan pendiri pesantren Daar El Qolam Gintung Jayanti Tangerang.

Setelah sang  pendiri wafat kini diteruskan oleh K.H. Adrian Mafatihullah, MA dan wakilnya Dr. K.H. Sholeh S.Ag, M.M., lembaga ini bernaung dibawah yayasan La Tansa Mashiro yang juga didirikan oleh  Drs. K.H. Ahmad Rifa’i Arief.

Sebagai pesantren yang mengadaptasi kurikulum Gontor (pelopor pesantren modern), maka yang ditonjolkan adalah pendidikan bahasa asingnya terutama bahasa arab dan bahasa inggris.

Sebagaimana digambarkan di film Baik-Baik Sayang di mana santri wajib bernahasa Arab dan Inggris dalam keseharianya.

Dan yang paling revolusioner dari La Tansa selain pendidikan formalnya adalah ektrakulikuler yang beragam yang mewadahi minat dan bakat para santri.

Seperti La Tansa Robotik Club (LRC) yang mewadahi para santri yang berbakat dalam utak-atik mesin dan robot. LRC ini pernah meraih juara 3 kategori Maze Runner dan juara 2 kategori Amazing Flying Robot pada IRoF (Indonesia Robo Fest).

Ada juga LASER (La Tansa Archery) yaitu ekstrakulikuler yang mewadahi olahraga atletik memanah, ada juga Pramuka, Drumband, Silat.

Yang tidak boleh ketinggalan adalah grub band La Tansa yang sudah sering manggung kemana-mana. Mungkin terinpirasi oleh alumninya yang telah sukses, yaitu Wali Band.

Baca juga:  ​Ini 5 Rahasia Banyak Alumni Pesantren yang Sukses

Dan yang paling mudah dikenang dari La Tansa jika Anda mengunjungi pondok ini adalah landmarknya yang bertuliskan: “Apa yang anda cari di La Tansa?”

Tulisan ini seolah memberi pesan para santri untuk selalu ingat tujuan awalnya menimba ilmu di ma’had ini.

Sesuai namanya “La Tansa” akan senantiasa diingat oleh masyarakat Indonesia atas pengabdianya untuk negeri.

Andilnya dalam melawan paradigma conservative yang melekat pada pesantren akan dijadikan sebagai icon yang tak terlupakan.

Karena berkat La Tansa kini ketika santri ditanya, “Mau jadi apa kau mondok?”

Dengan leluasa mereka bisa menjawab, “Bisa jadi artis, musisi, guru, pengusaha, bupati, walikota, gubernur, menteri, bahkan wakil presiden juga bisa.”

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Fauzan A'maludin A'lam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan International Institute of Hadith Sciences Darussunnah
Fauzan A'maludin A'lam
  •  
    39
    Shares
  • 39
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close