Jangan Bangga Menang Debat dengan Wahabi!

  • 25
  •  
  •  
  •  
    25
    Shares

DatDut.Com – Dalam berbagai forum debat atau diskusi antara ahlusunnah wal jamaah versus salafi wahabi, tak diragukan lagi keunggulan argumen dan dalil aswaja. Pembelaan atas berbagai amaliyah yang selalu dibidahkan, disyirikkan, dan dikafirkan oleh aliran salafi wahabi, sudah disebarkan pula lewat berbagai media.

Secara perhitungan, tokoh dan ustaz dari aliran tersebut sudah mati kutu kalau harus berdebat dengan tokoh-tokoh aswaja, khususnya yang diwakili oleh tokoh NU. Sebut saja setingkat Buya Yahya, Ustaz Idrus Ramli, Ustaz Ma’ruf Khozin, K.H. Abdurrahman Nafis, K.H. Muhyidin Abdusshomad, dan banyak lagi yang lain. Ditambah dari kalangan netizen yang sebagian begitu intens memerangi paham salafi wahabi.

Namun, sebagai paham yang tidak mementingakan perdebatan dan diskusi dalam penyebarannya, salafi wahabi tidaklah tinggal diam dan bertekuk lutut hanya karena kalah dalil dan hujjah saat debat. Paham yang menyusupi beberapa organisasi bahkan partai politik ini, justru terus bergerak.

Terbukti propaganda anti-syiah yang disinyalir sebagai “jualan baru” kelompok ini dan dianggap murahan oleh beberapa kalangan, ternyata laris manis. Beberapa sumber mengisahkan, bahkan ada abang becak yang tak seberapa paham agama saja bisa bilang kalau Syiah itu bukan Islam.

Baca juga:  Ini Kenangan Ketika K.H. Hasyim Muzadi dan Habib Rizieq Bertemu

Paham yang mendasari beberapa gerakan terorisme ini masih terus bergerak secara sistematis, massif, dan terstruktur. Karenanya, jangan puas bisa mengalahkan hujjah salafi wahabi dalam debat, karena mereka punya 5 senjata yang lebih ampuh ketimbang debat yang jelas-jelas tidak menguntungkan:

1. Cyber Army yang Solid

Bisa dikatakan, dunia maya dikuasai kalangan wahabi. Bahkan, beberapa di antaranya cenderung ekstrim dan mendukung terorisme. Website-website dengan kamuflase nama mencatut hal yang identik dengan aswaja banyak bertebaran. Meskipun memakai identitas mazhab Syafi’i, isinya justru manhaj salafi.

Cyber army adalah istilah untuk kelompok yang bekerja di dunia maya secara terkoordinasi baik. Berbeda dengan gerakan individu, cyber army atau pasukan dunia maya ini bergerak dengan satu tujuan dan memiliki satu komando.

Contoh gampangnya, pemblokiran dan penghapusan akun medsos tokoh tertentu yang dianggap membahayakan gerakan wahabi telah sering terjadi. Yang terbaru, akun FB milik K.H. Musthofa Bisri (Gus Mus) sempat “pingsan” gara-gara dilaporkan.

2. Fanatisme Buta yang Tak Tergoyahkan

Aliran wahabi, khususnya wahabi ekstrim cenderung memiliki fanatisme buta yang tinggi. Mereka tidak akan mempercayai informasi selain dari murabbi, syekh, atau ustaznya. Mereka juga tidak sudi bahkan dilarang membaca buku-buku di luar paham mereka sendiri.

Baca juga:  Beda dengan PBNU, Ini Sikap PCNU Jember Soal Hukum Salat Jumat di Jalan

Ini sebabnya, meski suatu debat didokumentasikan dan tersebar luas, pengikut paham yang menobatkan diri sebagai pengikut salaf paling benar ini, tidak begitu mempan dan mau memahami hujjah lawan yang lebih kuat.

3. Menyusup ke Kurikulum Pendidikan dan Media

Menghindari konflik dan konfrontasi terbuka, namun bergerak dalam sistem secara teratur. Itulah yang kini sedang terjadi. Buktinya telah banyak buku-buku pelajaran agama Islam yang memuat ajaran-ajaran wahabi.

Nasrudin

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *