Ingin Lebih Mengerti Dalil-dalil Amaliah Aswaja? Bacalah Mausu’ah Yusufiyyah!

  • 173
  •  
  •  
  •  
    173
    Shares

DatDut.Com – Anda mencari referensi kitab atau buku untuk memahami berbagai dalil amaliyah umat Islam? Kalau jawabnya, iya, maka kitab satu ini sangat direkomendasikan untk Anda pelajari. Begitupun bagi kalangan yang masih kukuh anti dengan amalan mayoritas muslim dunia seperti tawasul, ziarah kubur, zikir berjamaah, dan sebagainya, sebaiknya Anda juga membuka kitab ini.

Tujuannya, kalaupun tidak sependapat, setidaknya mengurangi kerasnya sikap anti yang Anda pegang teguh. Atau kalau merasa mampu, tulislah kitab atau buku tandingan yang mampu membantah secara ilmiah muatan kitab ini.

Al-Mausu’ah al-Yusufiyyah fi Bayan Adillah ash-Shufiyyah. Sebuah kitab karangan Syekh Dr. Yusuf al-Khaththar bin Muhammad, tokoh kelahiran tahun 1963. Karya yang cukup besar ini terbagi dalam dua jilid. Namun ada juga yang diterbitkan dalam satu jilid besar. Di dalamnya, penulis membahas tuntas semua hal yang akhir-akhir ini masih terus dipertentangkan oleh umat Islam. Apa saja latar belakang penulisan kitab ini? Seberapa luas dan lengkap pembahasannya? Coba kita buka bersama…

[nextpage title=”1. Berawal dari Keprihatinan”]

1. Berawal dari Keprihatinan

Dalam mukadimahnya, Dr. Yusuf Khaththar menyatakan bahwa penulisan kitab tersebut didasari keprihatinan atas silang pendapat yang melemahkan umat Islam. Pada masa ini, umat Islam dalam pertikaian antara kelompok yang menguatkan dan kelompok pengingkar. Hal itu diperumit dengan adanya kelompok yang sering memvonis amalan umat Islam lain dengan mempermasalahkan bidah dan sunah.

Hal tersebut membuat umat Islam lemah dan lengah. Mereka sibuk berdebat hingga melupakan hal yang paling utama, yaitu kesatuan barisan umat Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Perumpamaan kaum mukminin dalam urusan cinta, kasih sayang dan bahu membahu sesama mereka bagaikan satu tubuh, bila ada satu anggota tubuh yang sakit niscaya seluruh tubuh turut merasakan susah tidur dan demam,” (HR Bukhari).

Baca juga:  Benarkah Penulis Kitab Kifayatul Akhyar Bermazhab Syiah?

Berbagai penerbit Islam hanya menerbitkan buku-buku yang membahas masalah bidah, syirik, dan masalah khilafiyyah yang itu-itu saja. Tak ada lainnya. Karena itu Dr. Yusuf ingin menuntaskan semua perdebatan dengan dalil yang kuat dan tak terbantahkan. Setelah perselisihan dituntaskan dengan hujjah yang kuat, beliau berharap umat Islam bisa bersatu sebagaimana perintah Allah dan Rasul-Nya.

[nextpage title=”2. Siapa yang Harus Baca Kitab Ini?”]

2. Siapa yang Harus Baca Kitab Ini?

Di bagian awal kitab al-Mausu’ah al-Yusufiyyah, Dr. Yusuf Khaththar mengatakan bahwa kitab ini layak dibaca berbagai kalangan. Kitab ini diperuntukkan bagi orang yang ingin mencari kebenaran dan hakikat. Yang ingin mengetahui dalil berlandaskan Alquran dan Sunah Rasulullah Saw. Bagi mereka yang mengharapkan keselamatan dunia dan akhirat. Juga bagi setiap mukmin yang bisa menerima kebenaran ketika disuguhkan hujjah, dalil dan argumen yang jelas lagi kuat. Juga bagi para pendakwah  dan orang-orang yang banyak berkecimpung dengan majlis zikir dan majelis salawat.

[nextpage title=”3. Pembahasan dalam Kitab”]

3. Pembahasan dalam Kitab

Kitab ensiklopedia ini membahas tuntas berbagai hal yang selama ini diperdebatkan dan selalu diangkat perdebatannya oleh sebagian kelompok umat Islam. Soal bidah, syirik, tauhid, dan amaliah dikupas secara rinci. Kitab Mausu’ah Yusufiyyah juga banyak menjadi rujukan berbagai karya tulis untuk membela paham dan amaliah aswaja.

Memuat 31 bab, kitab Mausu’ah Yusufiyyah mencapai ketebalan 753 halaman. Dalam jilid pertama, pembahasan meliputi tawasul, tabaruk, maulid, zikir dibarengi dengan gerakan tubuh, pemakaian alat musik pukul (terbang) dalam majelis salawat, pemakaian tasbih hingga masalah sampai tidaknya pahala untuk orang meninggal dan ziarah kubur.

Baca juga:  Kisah Umar dan Istri, Nabi Daud yang Mau Nikah Lagi, dan Wanita Ajaib dalam Kitab Uqudullujain

Dalam jilid kedua, pembahasan lebih beragam. Pembahasan memasuki ranah perdebatan terkait akidah. Tentang tradisi tarekat seperti baiat, mursyid, dan wirid. Penjelasan soal bidah dan sunah juga ada di jilid kedua. Sampai hal seremeh menggerakkan jari ketika tasyahud juga dibahas di sini.

Melihat demikan lengkapnya pembahasan dalam kitab ini, selayaknya pesantren-pesantren menjadikannya sebagai salah satu kitab pengajian baik secara bandongan atau wetonan alias mengaji normal, ataupun secara kilatan. Bagi Anda yang masih semangat meneliti amaliyah umat Islam, sehingga terjerat dalam perdebatan bidah dan sunah atas berbagai hal yang seharusnya cukup disikapi dengan bijak, membaca kitab ini akan memberi pencerahan dan membuka sudut pandang Anda yang kaku dan terisolasi dari menghargai perbedaan.

Sebagaiman harapan sang mualif, sudah saatnya umat Islam bangkit dan meninggalkan perdebatan atas hal-hal yang sebenarnya telah usai dibahas ulama pendahulu. Oh ya, untuk mendapatkan kitab ini dengan gratis, versi PDF-nya sudah banyak beredar. Silakan cari dengan kata kunci “Download Mausu`ah Yusufiyah fi Bayan adillah ash-Shufiyyah”.

Komentar

Nasrudin

Alumni Pesantren Darussalam Blokagung & Program Pasca Tahfidz VIII Pesantren Bayt Al-Qur'an Pusat Studi Al-Qur'an Jakarta. Menyukai bakso dan martabak. Penggemar kajian kitab klasik dan kehidupan santri. Saat ini tinggal di Lampung.
Nasrudin