D. Sirojuddin AR, Maestro Kaligrafi Islam dari Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  

Dibaca: 853

Waktu Baca1 Menit, 33 Detik

DatDut.Com – Bagi penikmat kaligrafi Islam di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, nama D. Sirojuddin AR tentu tak asing lagi. Hampir semua kegiatan kaligrafi di kawasan ASEAN selalu melibatkan pria murah senyum ini.

Kiprah dan dedikasinya di dunia kaligrafi juga tak bisa diragukan lagi. Tak hanya menelorkan goresan-goresan penanya yang sangat indah dan artistik, pria kelahiran Kuningan 15 Juli 1957 ini juga kerap memberi pelatihan, workshop, dan seminar terkait kaligrafi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Tahun 1985 mendirikan Lembaga Kaligrafi Alquran (LEMKA) di Jakarta, disusul tahun 1998 mendirikan Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka di Sukabumi, dua kendaraan perjuangannya yang diiringi aktivitasnya menulis buku-buku kaligrafi, penjurian lomba kaligrafi di MTQ Nasional dan ASEAN, dan berkeliling membina kaligrafi di pelbagai pelosok Indonesia.

Baca juga:  Ini Etos dan Kecintaan Ibnu Sina pada Ilmu Pengetahuan

Semua usahanya dalam pembinaan kaligrafi itu, membuatnya pantas menyandang julukan sebagai “Maestro Kaligrafi Islam”. Hal lain yang membuatnya pantas mendapat gelar itu juga karena hampir semua kaligrafer muda yang saat ini berkiprah di berbagai daerah dan bahkan di kawasan Asia Tenggara, adalah murid-muridnya.

Sebelum aktif mengembangkan kaligrafi di Indonesia, Didin sendiri lebih dikenal gemar melukis. Dimulai dari belajar menulis khat di Pondok Modern Gontor (1969-1975), hobinya itu dikembangkan hingga menjadi wartawan majalah Panji Masyarakat sambil melukis, menulis mushaf Alquran, membuat komik/ilustrasi dan menulis khat untuk buku dan majalah, alat peraga, poster, dan kalender di Jakarta.

Didin sendiri meskipun aktif berkeliling daerah dan mancanegara, tapi tak pernah melalaikan tugas utamanya sebagai dosen Fakultas Adab dan Humaniora di Prodi Bahasa dan Sastra Arab, juga Prodi Tarjamah.

Meskipun telah dikenal luas di masyarakat sebagai Maestro Kaligrafi, Didin dikenal tetap rendah hati. Hal inilah yang membuat dirinya disukai oleh mahasiswa, santri, dan koleganya.

Baginya, kemaestroan adalah jalan untuk memberi manfaat kepada lebih banyak orang dan memberi jalan pada orang-orang yang menekuni jalan yang sama agar bisa meraih seperti posisi yang sudah diraihnya dan bidang yang ditekuninya lebih bermartabat.
0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

Redaksi

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *