Cuma Baca Cerita di Kitab Alqiraatul Rasyidah, Tetiba Mahir Bahasa Arab

  •  
  •  
  •  
  •  

DatDut.Com- Semua orang suka bercerita atau paling tidak mendengar cerita. Buktinya beranda facebook, status Whatsapp atau story instagram selalu dipenuhi dengan macam-macam cerita.

Baik cerita tentang perasaannya, kehidupannya, kegiatanya, bahkan hayalan untuk bersanding dengan dia. Iya toh?

Karena kecenderungan itu maka tidak salah jika metode belajar bahasa Arab yang efektif juga melalui cerita.

Salah satunya melalui mata pelajaran muthala’ah arabiyah (membaca teks bahasa Arab). Jika Anda pernah mondok di pesantren modern, pasti tidak asing dengan mata pelajaran yang satu ini.

Metodenya cuma mendengar sebuah cerita, kemudian menceritakan ulang di hadapan kawan-kawan. Hampir sama dengan story telling bedanya pakai bahasa arab.

Tidak sulit bukan? Sambil asyik menikmati alur cerita yang penuh inspirasi tanpa sadar kemampuan bahasa arab terasah naik beberapa tingkat.

Nah kitab yang biasa dipakai untuk belajar mutholaah adalah Alqira’atur Rasyidah karya Abdul fatah shabri beek dan umar ali beek.

Terdiri dari empat jilid dengan tingkat bahasa yang sederhana sampai yang lumayan strata atas. Dan setiap cerita disertai daftar kata-kata yang sulit beserta sinonimnya yang membantu kita memahami teks cerita.

Jika Anda sudah melahap semua kisah-kisah yang termaktub dalam empat jilid kitab itu. Artinya bahasa Arab Anda telah mengalami peningkatan pesat.

Karena tanpa disadari Anda hafal banyak kosakata bahasa arab sekaligus cara penerapanya dalam membuat kalimat.

Uniknya bukan hanya meningkatkan bahasa saja. Tetapi sekaligus menanamkan karakter mulia bagi para pembaca.

Contohnya ada cerita tentang Muhammad yang menolong sahabatnya yang rumahnya kebakaran. Dalam kisah ini pesannya adalah agar memiliki sifat patriotisme.

Ada cerita fabel tentang rombongan tikus yang mengadakan rapat untuk menghindari serangan kucing yang sering memangsa teman-temanya.

Baca juga:  Usaha Gagal dan Rezeki Anda Macet? Pahami 5 Penyebabnya versi Ta'limul Muta'allim

Semua tikus dalam forum itu bingung memikirkan solusi masalah tersebut. Sampai seekor tikus kecil berdiri dan mengambil alih forum dan memberi usulan.

“Bagaimana kalau kita gantungkan lonceng di leher kucing. Dengan begitu kita tahu kalau ada bunyi lonceng, artinya kucing mendekat. Dan kita bisa menyelamatkan diri.”

Semua tikus bersorak “setuju!” menanggapi usulan yang menurut mereka brilian itu.

Kecuali seekor tikus tua yang kemudian mengacungkan tangan dan berkata, “Betul sekali usulanmu boy, tetapi masalahnya siapa yang berani mengalungkan lonceng itu ke leher kucing?” hening sebentar. Dan seketika forum rapat membubarkan diri.

Kisah itu menyampaikan pesan bahwa sebelum berbicara dan mengusulkan suatu pendapat hendaknya dipikirkan secara matang terlebih dahulu.

Ada juga kisah tentang pak tua yang tengah menanam pohon kurma.  Kebetulan Kaisar Persia bernama Anusirwan sedang jalan-jalan dan bertemu dengan pak tua itu. Kemudian sang kaisar bertanya kepadanya.

“Wahai pak tua, kau ini sudah tua. Pohon kurma yang kau tanam akan berbuah puluhan tahun lagi dan bisa jadi kau sudah meninggal ketika pohonmu berbuah. Lalu buat apa kau capek-capek menanam pohon itu?” tanya sang kaisar.

“Wahai sang kaisar, bukankah orang-orang sebelum kita telah menanamkan untuk kita hari ini? Lalu apa salahnya jika aku menanam kurma untuk orang-orang setelah kita ini.”

Mendengar jawaban kakek tua itu sang kaisar takjub dan berkata, “Zih anta!” (baik sekali kau!).

Dalam adat mereka jika sang kaisar memuji rakyatnya. Maka dia harus memberi hadiah kepada orang yang dipuji tersebut berupa emas, uang, atau harta benda lainya. Maka diberilah sang kakek hadiah tersebut. lalu sang kakek berkata lagi.

Baca juga:  Di Balik Kamus Al-Munawwir yang Laris dan Legendaris, Ada 5 Kisah Keteladanan

“Wahai kaisar, tidakkah kau lihat ternyata tak perlu puluhan tahun menunggu pohon ini berbuah. Baru sebentar saja pohon yang kutanam telah berbuah.”

Sang kaisar takjub kembali dan spontan berkata, “Zih anta!” Dan akhirnya terpaksa memberi tambahan hadiah untuknya.

Setelah itu sang kakek berkata lagi, “Wahai sang kaisar, apakah kau tahu bahwa minimal pohon itu berbuah dua kali dalam setahun. Tetapi coba lihat pohon yang kutanam. Tak butuh waktu setahun telah berbuah dua kali.”

Akhirnya sang kaisar pun refleks mengulangi pujianya, “Zih anta!

Akhirnya terpaksa lagi sang kaisar memberi hadiah kepada sang kakek untuk ketiga kalinya, sementara uang yang dia bawa tinggal sedikit. Tak ingin uangnya habis sang kaisar berkata kepada para pengawalnya

“Ayo pengawal cepat pergi dari sini, kalau tidak hartaku habis diberikan kepada kakek tua cerdik itu.” Dan, mereka ngeloyor pergi.

Itu baru beberapa sampel cerita yang ada di kitab Alqira’atur Rasyidah. Mau tau lebih banyak tentang cerita-cerita unik, menginspirasi dan bermanfaat lainya?

Tafadhalu an taqra’u bi anfusikum! (Silahkan dibaca sendiri ya!)

Selamat membaca!

%
Happy
%
Sad
%
Excited
%
Angry
%
Surprise

Komentar

Fauzan A'maludin A'lam

Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan International Institute of Hadith Sciences Darussunnah
Fauzan A'maludin A'lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close